Wajah sang Istri berseri, lalu ia dekati suaminya yang siap pergi.
“Mas, nanti pulangnya jangan malam malam ya, adek siapkan makanan kesukaan mas.”
“Benarkah ?” dengan antusias sang suami merespon. Dan istrinya mengangguk.,mengiyakan sambil tersenyum.sunggingan senyum itu merupakan harapan untuk mengembalikan suasana awal pernikahan mereka dulu. Suami istri itu, terutama sang istri , menginginkan saat saat sebelum anak anak mereka lahir satu persatu.
“Kalau sudah selesai langsung pulang. adek nunggu dirumah, kita makan bareng.”
“Insya Allah.”
Sang suami berangkat dengan dilepas sang istri. Lambaian tangan dan sepotong senyuman mengukir wajah wajah mereka. Ketika hari merangkak petang, sang istri telah selesai menyiapkan hidangan. Ia tata dengan semenarik mungkin. Kini ia tinggal berdandan untuk menyambut suaminya pulang. Ternyata sampai larut malam, sang suami belum juga pulang. Dengan kekesalannya sang istri merebahkan tubuhnya disofa. Namun, tak lama kemudian ia tertidur.
Ia terbangun ketika tangan suaminya menyentuh wajahnya. Permohonan maaf suaminya, ditanggapinya dengan acuh. Ia marah.
“Sudah makan dek ?” Tanya sang suami
“makan aja situ sendiri !”
Sang suami tau istrinya marah. Namun, ia tetap bersikap tenang. Ia menuju meja makan.
“ayo makan barang.”
“makan aja situ sendiri !”
“Mmh, lauknya mana nih ?” Tanya suami pura pura tidak tau
“cari aja situ sendiri !”
Sang suamipun makan. Tengah malam Sang istri terbangun. Ia merasakan perutnya merintih sakit. Buru buru ia menuju meja makan.
“mas, telurnya mana ?kok habis !”
“nelur aja situ sendiri !” mereka pun tak jadi marahan. Mereka tertawa.
Kisah ini sudah lama saya dapatkan dari ustadzah saya. Sampai sekarang masih saya mengingatnya. Menurut beliau itu kisah nyata. Dari kisah tersebut saya mengambil ibrah. Bagaimana ditengah situasi yang semestinya ditanggapi dengan ketegangan kita mampu meredam diri, bahkan melempar joke joke segar. Letupan letupan emosional bukan sesutau yang kita nihilkan dalam keluarga kita. Tentu itu. Pada saat saat tertentu ghadhab atau marah bisa saja muncul, terlebih ketika emosi kita sangat labil. Strategi menahan diri dan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan ketenangan adalah pilihan terbaik.
Jika pasangan kalian tengah mengalami letupan emosional, bersikaplah wajar. Cobalah untuk memahaminya. Dan jangan sekali kali menyerangnya dalam situasi demikian. Yakinlah bahwa cara demikian tidak cukup membantu. Saya terkenang dengan kisah Rasulullah saw. Suatu ketika Aisyah pernah marah dengan Rasulullah dengan mengatakan ,” engkau ini hanya mengaku ngaku saja sebagai nabi.” MEndengar letupan emosi sang istri, suami yang lembut jiwanya ini hanya tersenyum tanpa balik membalas sama sekali.
Dalam situasi marah tidaklah tepat untuk melakukan blaming partner atau menyalahkan pasangan. Rasulullah sendiri lebih memilih untuk diam. Kejadian demikian tidak hanya sekali. Ia berlangsung berkali kali. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah bertengkar dengan istrinya, Aisyah putrid Abu Bakar. Waktu itu Abu bakar bertindak sebagai penengah atas perselisihan beliau.
“Bicaralah atau saya yang akan berbicara terlebih dahulu,” kata Rasulullah
“Anda bicaralah dulu ! jangan mengucapkan yang tidakbenar !” kata Aisyah dengan lantang, mendengar kata kata putrinya yang terlalu kasar pada suaminya RAsulullah, Abu bakar lalu menampar muka putrinya hingga mulutnya berdarah. Kemudian Abu bakar berkata :” Aisyah ! engkau ini memusuhi dirimu sendiri. Apakah beliau pernah berkata yang tidak benar
Aisyah lalu berlindung dibelakang Rasulullah.
“Kami tidak mengundangmu untuk melakukan itu, kami tidak menghendaki tindakan seperti itu darimu,” kata Rasul kepada Sahabatnya, Abu Bakar.
SUBHANALLAH. Teramat indah untuk menelusuri kepribadian Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai seorang suami. Sangat mempesona dan mengagumkan, tetapi begitu susah jiwa ini untuk meniru dan meneladaninya. Lihatlah bahwa letupan letupan emosi dapat muncul dalam keluarga Rasul sekalipun. Karena, ia memang menjadi sesuatu yang natural bisa terjadi.
Persoalan terletak pada bagaimana kita menghadapinya. Terus terang, saya masih belajar untuk meneladani kisah kisah yang menginspirasi diatas. Kadang kala saya berhasil menciptakan suasana itu, tetapi beberapa yang lain, saya merasa belum berhasil. Bersikap tenang, tidak melakukan blaming partner, bahkan mendahului untuk meminta maaf, atau menyisipkan canda canda segar ditengah kemarahan pasangan kita, sehingga ia luluh, bukanlah persoalan mudah. Namun, saya yakin bukan berarti pula ia tidak mungkin dilakukan.
Bagi saya , belajar mendengar letupan emosi kekasih kalian adalah pekerjaan besar para pejuang yang memiliki kebesaran jiwa.
Wallahua’lam, semoga Allah mengampuni saya jika karena pengetahuan saya yang kurang luas sehingga saya menulis, berbuat dan berbicara salah.
Bandung, In Memoriam
Terimakasih suamiku tuk kenangan terindah ini
Raja Edward VIII, memerintah Inggris pada Januari 1936, tercatat pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita yang telah menikah, namanya Nyonya Wallis Warfield Simpsom. Karena percintaan itu, Raja Edward VIII memutuskan untuk turun tahta dan meninggalkan Inggris. Ia mengatakan :” saya kira, mustahil bagi saya menjalankan tugas tugas sebagai raja, tanpa bantuan dan dukungan wanita yang saya cintai.”
padahal sebelumnya dia adalah raja
kegarangan istana tiada lagi menyertai
dia dipuncak gunung menyendiri sendiri
pipi tertempel ditanah berdebu
seakan bantal bantal sutra untuk bertumpu
begitulah kehinaan menimpa orang merdeka
jika cinta melanda dia laksana hamba sahaya
begitulah sejarah telah mencatat bahwa cinta memiliki energi yang luar biasa. Ia juga memiliki daya pengaruh yang susah untuk dibendung. Banyak orang orang besar tergelincir karenanya. Akan tetapi, haruskah demikian keadaannya ? tidak. Sebab, ada sebagian yang lain, yang mampu menjadikan energi cinta menjadi daya dorong luar biasa untuk kebaikan.
Hubungan antara suami istri yang terjalin sangat romantis, tidak dengan serta merta menjadi penyebab untuk melupakan tanggung jawab yang diamanahkan. SIKAP ROMANTIS tentu TIDAK identik dengan PENGKERDILAN JIWA, ketika seorang suami harus MENANGGALKAN beban beban amanahnya hanya untuk MEMPERTURUTKAN KEMANJAAN SEORANG ISTRI. Disinilah kemampuan untuk menimbang menjadi penting dimiliki.
Oleh karena itu, ketika Abdullah bin Abu Bakr Ash-Shiddiq Radhiyallahu anhu terlalu melankolis dalam mencintai istrinya, Atikah Binti Zaid, Abu Bakar menyuruh anaknya itu untuk menceraikan istrinya dengan sekali talak. Alasan sang ayah dapat diterima, Abdullah dianggap keterlaluan. Ia sering meninggalkan shalat berjamaah hanya karena enggan berpisah dari Atikah barang sesaat. Begitu laranya perpisahan itu sehingga Abdullah merangkum gejolak jiwanya dalam bait bait sajak.
aku tak melihat sepertiku yang tega menceraikannya
tidak pula dirinya yang rela dicerai tanpa dosa
dia mempunyai akhlak yang baik dan kelembutan
akhlak yang lurus didunia dan dihari kemudian
Itulah yang kami alami diawal pernikahan, ketika kami tengah asyik berbincang tentang banyak hal : sejak dari keluarga, dakwah sampai usaha, ditengah situasi yang dirindukan suami saya harus i meninggalkan saya kembali menjalani aktivitas dakwahnya disamping pendamping dakwah yang lain (istri) di tempat yang lain. Suami saya menatap saya dalam senyum kehangatan menghapus raut kecewa di wajah saya. Sambil berucap :” Dek, perpisahan hanya sementara. Pertemuan abadi lah yang kita dambakan. Berkumpul bersama dengan mas, ummi dan anak anak di jannah-Nya kelak. Mari kita sandarkan kerinduan kita pada-Nya. Pada yang memberi rindu,pada Yang Menciptakan Cinta. Tersenyumlah mujahidahku, pendamping dakwahku. sekarang ikhlaskan suamimu berangkat menyongsong tantangan dakwah didepan
Beberapa bulan kemudian suami saya kembali menjalankan dakwah di tempat saya. Meninggalkan mujahidah lainnya di tempat lain dan pasti dengan segala kerinduan yang sama.
……… Aku menunggu kepulangan dan janji janji sore. Aku tidak menunggu kereta datang membawa secercah harap……
Sajak siapa ?” Tanya suamiku.
Aminah Quthb,” Kataku lirih
Sajak ini dibacakan oleh Aminah Quthb ketika ia merindukan suaminya. Kamal Sananiri, tatkala ia dipenjara dan disiksa rezim tiranik Mesir dan akhirnya syahid disana. Aminah berbelasungkawa dan menulis sajak diatas. Sajak yang mengekspresikan pilihan saya “Mengalah” oleh tugas mulia yang harus suami saya lakukan.
Kalian harus belajar untuk tetap berlaku romantis dihadapan istri, karena ia merupakan kebutuhan jiwa. Namun disisi lain, kalian harus sanggup mempertajam pertimbangan rasionalitas kalian agar tidak larut dalam SIKAP KEMANJAAN yang melenakan dihadapan istri. Dibutuhkan persenyawaan antara dorongan cinta dan tuntutan tugas, agar keduanya tidak saling mengkerdilkan dan memandulkan.
KUNCI PERSENYAWAAN itu adalah KOMUNIKASI yang terjalin baik. Masing masing harus menyadari seberapa besar dorongan itu harus dipenuhi. Ujian untuk semua itu terjadi pada peristiwa bertemunya panggilan tugas dengan kebutuhan kalian untuk bersama kekasih. Saat itulah sering terjadi tarik menarik yang dahsyat. Apakah segera beranjak pergi untuk memenuhi tugas atau tetap bertengger DALAM KEMANJAAN SEORANG ISTRI.
Itulah sebabnya Rasulullah tertegun begitu melihat tubuh Hanzhalah yang terbujur di Uhud. Bekas air terlihat disekitarnya.”Saudara kalian dimandikan para malaikat. Cobalah tanyakan kepada keluarganya kenapa bisa demikian ?”
Beberapa sahabat bertanya kepada istrinya , jamilah binti ubai bin salul. Ternyata mereka adalah pengantin baru. Malam ketika terjadi panggilan perang adalah malam pertama bagi hanzhalah dan jamilah.” Ia keluar dari kamar ketika mendengar panggilan jihad, padahal ia masih dalam keadaan junub.” Kata istrinya.
“itulah yang menyebabkan para malaikat memandikan jenazahnya.” Komentar Rasulullah.
Pilihan untuk segera memenuhi panggilan tugas akan terasa ringan ketika istri memberikan dorongan untuk berangkat. Akan tetapi, ia akan menjadi ujian berat ketika istri merengek menghalangi keberangkatan. Atau diri kalian sendiri yang merasa BERAT MENINGGALKAN ISTRI.
Kisah orang orang besar selalu memberikan potongan pelajaran bagi kita. Bahwa mereka sanggup melepaskan diri dari godaan godaan ini. Mereka mampu menumpahkan gejolak kerinduan dan syahwat mereka secara ekspresif, tetapi tetap saja mereka menjadi LELAKI PEJUANG bukan LELAKI PECUNDANG. Biasanya mereka menumpahkan kerinduan setelah tugas tertunaikan. Atau mereka mencari waktu dan kesempatan selama tugas untuk berhubungan dengan sang kekasih.mungkin mereka saling berjauhan, tapi kerinduan telah mendekatkan jiwa mereka.
Mereka mampu mengelola kerinduan dengan baik, kerinduan yang berkecamuk dalam tugas tugas besar mereka. Disinilah kita belajar memahami kata kata Abdullah bin Thahir, Gubernur Khurasan . ia pernah berkata kepada anak-anaknya :” Bercintalah agar kalian merasakan keindahan dan jagalah kehormatan agar kalian terpandang.”
Wallahua’lam, semoga Allah mengampuni saya jika karena pengetahuan saya yang kurang luas sehingga saya menulis, berbuat dan berbicara salah
Janganlah terpenjara oleh kemanjaan istri
Janganlah terpenjara oleh kecantikan istri
Janganlah terpenjara oleh keduniawian seorang istri
Sehingga kalian abaikan amanah mulia yang menjanjikan kebahagiaan hakiki.
Mujahidku… SYAHIDMU adalah MAHAR untukku….
(read more ...)
Duhai indahnya……….
Apabila bumi kekurangan panas,
Langit mengirimkannya ;
Jika ia kehilangan embun dan kesegaran,
Langit memulihkanya (Jalaluddin Rumi)
(read more ...)
Namun, janganlah Anda menjadikan materi sebagai sentral pemikiran dan gerak langkah Anda. Berusahalah untuk hidup zuhud, bersyukur dan selalu merasa cukup (qanaah) dengan yang ada. Hiduplah dalam keadaan sederhana, makan yang halal dan baik. Disebutkan dalam kitab Ihya Ulummuddin, para ulama salafus shalih selalu hidup dalam kesederhanaan. Seorang ulama dikabarkan jika sudah mendapat penghasilan beberapa dinar, kemudian dia pergi menuntut ilmu, berdakwah, dan beribadah. Imam al-Junaid selain dikenal seorang pedagang sukses, beliau juga seorang dai dan sufi. Begitupun dengan Imam Abu Hanifah yang dikenal sebagai salah satu imam madzhab yang empat. Imam Abu Said al-Kharraz hidup sebagai tukang pintal. Imam Hasan al-Banna sendiri hidup sebagai tukang reparasi jam. Syaikh Abbas as-Sisi hidup sebagai penjual keju. Dan lain sebagainya. Mereka manusia seperti kita; mencari nafkah untuk keperluan hidup sehari-hari, namun tidak melupakan aktivitasnya yang utama, yaitu
beribadah kepada Allah Swt..
(read more ...)
Allah berfirman dalam Hadits Qudsi yang artinya : " Nabi Musa a.s telah bertanya kepada Allah : " Ya Rabbi ! siapakah diantara hamba-MU yang lebih mulia menurut pandangan-Mu ?" Allah berfirman :" Ialah orang yang apabila berkuasa (menguasai musuhnya), dapat segera memaafkan." (Kharaithi dari Abu Hurairah r.a)
****************
Nabi Musa a.s pernah mengajukan pertanyaan kepada Allah, siapa diantara hamba - hamba-Nya yang lebih mulia menurut padangan Allah, Allah menerangkan kepadanya :" Mereka adalah orang yang berhati mulia , berlapang dada, bersikap toleran terhadap musuh atau orang yang memusuhinya disaat ia berkuasa melakukan sekehendaknya."
Ia tidak melampiaskan balas dendam atau sakit hatinya terhadap orang itu, bahkan dia memaafkan karena Allah semata - mata . orang yang berhati emas semacam itu tinggi kedudukannya disisi Allah swt.
Saudaraku.... dapat kita simpulkan bahwa memaafkan musuh atau orang yang memusuhi kita atau menyakiti kita ketika kita dapat melakukan pembalasan adalah satu perbuatan yang sangat baik dan tinggi nilainya disisi Allah. selain dari itu malahan menambah tinggi martabat dan derajat kita pada pandangan masyarakat dan musuh.
Dalam tarikh dikemukakan perilaku dan ketinggian budi pekerti Rasulullah saw.Dalam gahzwah uhud Rasulullah mendapat luka pada muka dan juga patah beberapa buah giginya. berkatalah salah seorang sahabatnya :" Cobalah tuan doakan agar mereka celaka." Rasulullah menjawab :"Aku sekali kali tidak diutus untuk melaknat seseorang, tetapi aku diutus untuk mengajak kepada kebaikan dan sebagai rahmat. Lalu beliau menengadahkan tangannya kepada Allah Yang Maha Mulia dan berdoa :" Allahummaghfir liqaumi fa innahum la ya" lamun " Ya Allah ampunikah kaumku , karena mereka tidak mengetahui ."
Rasulullah tidak berniat membalas dendam, tapi malah memaafkan mereka dan kemudian dengan rasa kasih sayang beliau mendoakan agar mereka diberi ampunan Allah, karena dianggapnya mereka masih belum tahu tujuan ajakan baik yang dilakukannya.
dalam ghazwah uhud itu juga, seorang budak hitam bernama Wahsyi yang dijanjikan oleh tuannya untuk dimerdekakan bila dapat membunuh paman Nabi bernama Hamzah bin Abdul Muththalib r.a , ternyata ia berhasil membunuh hamzah dan ia dimerdekakan. kemudian ia masuk Islam dan menghadap kepada Nabi Saw.
Wahsyi menceritakan peristiwa pembunuhan hamzah. walaupun Nabi Saw telah menguasai Wahsyi dan dapat melakukan pembalasan, namun tidak melakukannya bahkan memaafkannya. alangkah tingginya akhlak ini.
selanjutnya kita lihat dalam Ghazwah Khaibar (Perkampungan yahudi), Zainab binti al-harits, istri Salam bin Misykam, salah seorang pemimpin yahudi berhasil memperoleh hadiah karena dapat membubuhkan racun pada panggang paha kambing yang disajikan kepara Rasulullah saw, Rasulullah saw makan bersama Bisyr bin Bara bin ma rur. Bisyr sempat menelan daging beracun itu, tetapi Nabi Saw baru sampai mengunyahnya, lalu dimuntahkannya kembali sambil berkata :" Daging ini memberitakan kepadaku bahwa dia beracun." beberapa hari kemudian Bisyr meninggal dunia. Nabi saw memanggil Wanita yahudi yang terkutuk itu dan bertanya kepadanya :" Mengapa engkau sampai hati melakukan peracunan itu." Wanita itu menjawab :" kiranya tiada tersembunyi hasrat kaumku untuk membunuh tuan, sekiranya tuan seorang raja tentu akan mati karena racun itu dan kami akan merasa senang. tetapi jika tuan seorang nabi, tentu tuan akan diberitahu oleh Allah bahwa daging itu mengandung racun. nyatanya tuan adalah seorang Nabi."
Saudaraku... apa yang dilakukan Nabi terhadap wanita itu, padahal beliau sudah menguasainya ? wanita itu kontan dimaafkan dan dilepaskannya. sekarang apa yang kita lakukan jika hal itu terjadi pada kita ? jangankan masalah yang menyangkut nyawa, perkara sepelepun kadang kita sangat susah untuk memaafkan.........
Peristiwa lain yang terkenal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran adalah peristiwa Du tsur, dimana seorang arab kafir namanya Du tsur mendapat Rasulullah saw sedang tidur tengah hari di bawah pohon yang rindang. Lalu Du tsur mengambil pedang Nabi saw serta menghunusnya sambil mengancamkannya kepada beliau, dengan ucapan :" Siapa yang dapat membelamu daripadaku sekarang ini ?" dengan tegas Nabi menjawab :" Allah". orang itu pun gemetar , sehingga pedang yang ada ditangannya terjatuh. segera dipungut oleh Nabi dan mengancamkannya kembali kepada Du tsur :" siapa yang akan membelamu daripadaku ini ?" Du tsur menjawab :" tidak seorangpun."
Saudaraku.... apa yang dilakukan oleh Nabi saw ? ternyata otang itu dimaafkannya.
Du tsur pulang kedesanya dan menceritakan peristiwa tersebut kepada kaumnya bahwa ia semestinya sudah mati, tetapi ternyata Muhammad adalah orang yang berbudi luhur. Du tsur mengajak kaumnya masuk islam. itulah hasil budi pekerti yang tinggi , suka memaafkan ketika berkuasa.
saudaraku.... rasanya tak ada satu kaum yang lebih memusuhi Nabi Saw, daripada kaum Quraisy kuffar makkah yang terkenal itu. mereka memusuhi Nabi dan Kaum Muslimin sejadi jadinya. mereka pernah memukul, melecut, membakar dengan besi panas, menjemur dibawah terik matahari, menindih dengan batu besar, melempar dengan kotorran kotoran binatang. malah pernah meletakkan kepada unta pada kuduk Nabi ketika Nabi sedang sujud dan berbagai rencana untuk membunuh Rasulullah saw.
setelah Rasulullah saw dan Kaum Muslimin berhasil membebaskan kota mekkah (Fathu makkah) dan setelah kaum kuffar dapat dikuasai sepenuhnya oleh Nabi, mereka dikumpulkan dihadapan beliau. bukan untuk menerima balas dendam akan tetapi untuk menerima pengampunan. subhanallah....
aqulu kama qola akhi yusuf : la tasyriba alaykumulyauma yaghfirullahu wahuwa arhamurrahimin :" Aku berkata seperti yang dikatakan oleh saudaraku yusuf :" Mulai hari ini tidak ada cerca dan nista atas perbuatan yang telah kalian lakukan. Allah mengampuni kalian dan Dia Yang Maha Pengasih dan Penyayang."
setelah mendengar ucapan beliau , mereka bubar dengan perasaan lega hati. hasil dari akhlak Rasulullah yang tinggi ini berduyun duyunlah mereka memeluk Agama Islam yang tadinya mati matian memusuhinya.
" Balasan perbuatan jahat adalah kejahatan yang seimbang dengannya. barangsiapa yang memaafkan dan berlaku damai , pahalanya ada ditangan Allah" (Q.S 42;40)
" Memaafkan itu lebih mendekatkan kepada taqwa. " (QS. 2 ; 237)
" Dan hendaklah mereka suka memaafkan dan mengampuni. apakah kalian tidak suka Allah mengampuni kalian ? " (QS. 24 ; 22)
" maafkanlah mereka dan mintakanlah ampunan bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (keduniaan). " (QS 3 ; 159)
" Ambillah jalan maaf, dan ajaklah dengan cara yang lemah lembut dan berpalinglah dari orang orang yang jahil." (QS. 7 ; 199)
"..... dan orang - orang yang dapat menahan meluapnya kemarahan dan yang suka memaafkan orang lain dan Allah mencintai orang - orang yang berbuat baik." (QD 3 ; 134)
didalam hadist Nabi saw terdapat juga penjelasan tentang sifat memaafkan ini. antara lain saya kutipkan artinya sebagai berikut :
" Barangsiapa yang dapat menahan luapan kemarahan, sedang ia berkuasa dan sanggup melampiaskan niscaya Allah memanggilnya pada hari kiamat dihadapan khalayak ramai untuk memilih bidadari yang dikehendaki." (subhanallah.... siapa yang tidak menginginkan hal ini berlaku pada dirinya..... memilih bidadari yang dikehendakinya. Allahu Akbar !!!)
" seorang muslim apabila disaat bergaul dengan orang banyak dan dapat bersabar (Suka memaafkan) atas gangguan mereka lebih baik dari muslim yang tidak suka bergaul dan tidak sabar atas ngangguan mereka."
" Allah pasti meningkatkan kemuliaan seseorang karena sifat pemaafnya."
baiklah.. sekarang mari saya postingkan satu cerita yang berhubungan dengan sifat pemaaf dan saya yakin saudara saudariku juga pernah bahkan mungkin sering membaca cerita ini......................
Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU. Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum menjawab,"Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin MAAF datang menghembus dan menghapuskan tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak mudah hilang ditiup angin."
saudara/i ku ......Cerita di atas, bagaimanapun tentu saja lebih mudah dibaca dihayati. Begitu mudahnya kita memutuskan sebuah persahabatan hanya kerana sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut kita keterlaluan hingga menyakiti hati kita. Sakit hati lebih mudah untuk diingati berbanding begitu banyak kebaikan yang dilakukan. Mungkin ini memang sebahagian dari sifat buruk diri kita.
Karena itu, seseorang pernah memberitahu saya apa yang harus saya lakukan ketika saya sakit hati. Beliau mengatakan ketika sakit hati yang paling penting adalah melihat adakah orang yang menyakiti hati kita itu telah kita sakiti terlebih dahulu.
Saudara/i ku....... Bukankah sudah menjadi kebiasaan sifat manusia untuk membalas dendam? Maka biasanya bila kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia juga menginginkan kita merasai sakit yang sama seperti yang dia rasakan. Boleh jadi juga sakit hati kita kerana kesalahan kita sendiri yang salah dalam menafsirkan perkataan atau perbuatan teman kita. Oleh itu, kita akan mudah tersinggung oleh perkataan sahabat kita yang dimaksudkannya sebagai gurauan.
Namun demikian, orang yang bijak akan selalu menerapkan dalam dirinya dalam hatinya untuk memaafkan kesalahan-kesalahan saudaranya yang lain. walaupun ini sangat berat untuk dilakukan. tapi kembali dari itu semua mari kita berkaca kepada akhlak panutan kita Rasulullah saw. Mari kita �menyerahkan� sakit itu kepada Allah - yang begitu jelas dan pasti mengetahui nya. seperti Rasulullah yang mendoakan kebaikan buat orang yang telah menyakiti dan memusuhi beliau. "Ya Allah, balaslah kebaikan siapapun yang telah diberikannya kepada kami dengan balasan yang jauh dari yang mereka bayangkan. Ya Allah, ampuni kesalahan-kesalahan saudara-saudara kami yang pernah menyakiti hati kami karena mereka tidak mengetahuinya.
saudara/i ku..... Rasulullah bersabda kepada Uqbah bin Amir r.a : " Wahai Uqbah ! maukah engkau ku beritahukan budi pekerti ahli dunia dan akhirat yang paling utama ? yaitu : melakukan shilaturahim (Menghubungkan kekeluargaan dengan orang yang telah memutuskannya), memberi pada orang yang tidak memberimu, dan memaafkan orang yang pernah menganiayamu." (ihya ulumuddin)
ya Allah.... Karunianilah kami sifat pemaaf, pengampun dan lapang dada. ya Allah... jadikanlah kami orang yang dapat menahan meluapnya kemarahan dan orang yang suka memaafkan orang lain. amin Allahuma Amin.
** disarikan dari berbagai sumber
(read more ...)
(read more ...)
Pembicaraan seperti ini selalu mengisi zaman dan waktu. Sebagaimana juga “pacaran”, topik bertajuk “ta’aruf” tidak lekang oleh zaman. Karena setiap manusia pasti membutuhkan “ta’aruf”. Bahkan seorang Hasan Al Banna selalu ‘menargetkan’ diri untuk memiliki kawan baru jika beliau bepergian. Karena tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri, dan untuk itu dia pasti membutuhkan orang lain. Dan jangan lupa, bahwa saling mengenal (untuk kebaikan) adalah bagian dari ibadah kita kepada Allah SWT karena bisa memperluas silaturahim dan lain sebagainya. Allah SWT pun berfirman :
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Adz-dzariyat:25)
), apalagi “ta’aruf” dalam rangka menuju pernikahan pastinya berlandaskan kepada dalil-dalil Qurani yang pasti. Sehingga tidak pada tempatnya mengatakan “pacaran” = “ta’aruf”.
..... ups.. intermedzo kang.. biar ga kaku..) tapi insya Allah jika tekun, berusaha dan tidak hanya berdiam diri maka insya Allah akan menjadi kaya... setidaknya kaya hati yang diliputi dengan sifat sabar, qonaah dan tawakal..... dan yang pasti dikaruniakan istri yang sholehah dan suami yang sholeh. amin......
.. just kidding .......
)
(read more ...)
Pacaran itu diidentifikasi sebagai suatu tali kasih sayang yang terjalin atas dasar saling menyukai antara lawan jenis.
- Hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim, dalam hubungan itu mereka sering berduaan, dan melakukan kontak jasmani berupa ciuman atau semacamnya.
- Hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim, dalam hubungan itu mereka sering berduaan, namun tetap menjaga agar tidak terjadi kontak badan, seperti ciuman dan semacamnya.
- Hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim, tetapi selalu menjaga agar mereka tidak berduaan apalagi melakukan kontak badan dalam bentuk apapun.
- Taaruf (T) : Mengenal calon istri/suami, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pernikahan
- Pacaran (P) : Mengenal calon pacar, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pacaran, syukur syukur bisa nikah.....
Kapan dimulai ?
- T : Saat calon suami dan calon istri sudah merasa bahwa menikah adalah suatu kebutuhan dan sudah siap secara fisik, mental dan insya Allah materi
- P : Saat sudah diledek sama teman " Koq masih jomblo ?" atau saat butuh temen curhat.
- T : Sesuai dengan adab bertamu
- P : Pagi boleh, siang oke, sore ayo, malam bisa , dini hari kalau ngga ada yang komplain juga ngga apa2
Tempat Pertemuan
- T : Dirumah sang calon, balai pertemuan, musholla, masjid
- P : dirumah sang calon, kantor, mall, cafe, diskotik, tempat wisata, kendaraan umum & pribadi, pabrik, taman.
Frekuensi pertemuan
- T : lebih sedikit lebih baik karena menghindari zina hati
- P : lazimnya seminggu sekali, pas malem minggu kalo bisa tiap hari. alhamdulillah......
- T : sesuai dengan adab bertamu
- P : Selama belum ada yang komplain, lanjut mang !
Materi pertemuan
- T : Kondisi pribadi, keluarga, harapan serta keinginan dimasa depan
- P : Cerita apa aja kejadian minggu ini, ngobrol ngalur ngidul ketawa ketiwi....
Jumlah yang hadir
- T : Minimal calon lelaki, calon perempuan
- P : Calon lelaki dan calon perempuan saja (berdua), kalo rame rame bukan pacaran tapi rombongan
Biaya
- T : Secukupnya dalam rangka menghormati tamu (sesuai adab tamu)
- P : kalau ada biaya : ngapel, kalau ngga ada absen dulu atau cari pinjeman, terus tempat pertemuannya dirumah aja kali ya ? tapi gengsi dong pacaran dirumah doang ?? Apa kata doi coba ??
Lamanya
- T : Ketika sudah tidak ada lagi keraguan dikedua belah pihak, lebih cepat lebih baik dan ketika informasi sudah cukup (bisa seminggu, sebulan, 2 bulan) apalagi yang ditunggu tunggu ?
- P : bisa 3 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun bahkan mungkin 10 tahun
Saat tidak ada kecocokan saat proses
- T : Salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan dan proses stop dengan menyebut alasannya
- Salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan dan proses stop dengan/tanpa menyebut alasannya
Etika pergaulan dalam Islam adalah, khususnya antara lelaki dan perempuan garis besarnya adalah sebagai berikut :
- Saling menjaga pandangan di antara laki-laki dan wanita, tidak boleh melihat aurat , tidak boleh memandang dengan nafsu dan tidak boleh melihat lawan jenis melebihi apa yang dibutuhkan. (An-Nur : 30-31)
- Sang wanita wajib memakai pakaian yang sesuai dengan syariat, yaitu pakaian yang menutupi aurat (An-Nur : 31)
- Hendaknya bagi wanita untuk selalu menggunakan adab yang islami ketika bermuamalah dengan lelaki, seperti:
- Di waktu mengobrol hendaknya ia menjauhi perkataan yang merayu dan menggoda
- Di waktu berjalan hendaknya wanita jangan menggoda orang yang melihat
- Tidak diperbolehkan adanya pertemuan lelaki dan perempuan tanpa disertai dengan muhrim.
- Termasuk di sini suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah setan. Seperti sabda nabi: "Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab setan menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya." (HR. Bukhari & Muslim).
Hidup di dunia yang singkat ini kita siapkan untuk memperoleh kemenangan di hari akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah kita mulai hidup ini dengan bersungguh-sungguh dan jangan bermain-main. Kita berusaha dan berdoa mengharap pertolongan Allah agar diberi kekuatan untuk menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Semoga Allah menolong kita, amin.
Harus di sadari oleh kita semua semua bahwa Memiliki Rasa Cinta Adalah Fitrah dari Allah SWT, namun jangan sampai kita mengumbar rasa cinta kita dengan seenaknya saja.
Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So....kesimpulannya Pacaran itu haram hukumnya, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram. Sedangkan yang dibolehkan adalah Nazhara yanzhuru unzhur ataupun istilah dikalangan muda muslim sekarang yaitu Ta’aruf. . Wallahu a’lam bisshawab.
** mohon maaf jika ada pihak2 yang tidak berkenan atas kehadiran artikel ini.
(read more ...)



