Mampukah aku menjadi seperti ibunda Khadijah
Agung cintanya kepada Allah dan Rasulullah
hartanya diperjuangkan kejalan fisabilillah
penawar hati kekasih Allah
susah dan senang rela bersama.......
mampukah kudidik jiwa seperti Aisyah ...
Istri Rasulullah yang bijak
pendorong kesusahan dan penderitaan
tiada sukar untuk dilaksanakan
mengalir air mataku melihat pengorbanan puteri Rasulullah Siti Fatimah
akur dalam setiap perintah, taat dengan abuyanya
yang senantiasa berjuang
tiada memiliki harta dunia
layaknya dia sebagai wanita penghulu syurga
ketika aku marah, ingin kuintip serpihan sabar dari catatan hidup siti Sarah....
tabah jiwaku, setabah umi nabi Ismail
mengendong bayinya yang masih merah
mencari air penghilang dahaga
diterik padang pasir merah
ditinggalkan suami akur tanpa bantah
pengharapannya hanya pada Allah
itulah Wanita bernama Siti Hajar
mampukah aku menjadi wanita Sholehah ?
mati dalam keunggulan iman
bersinar harum tersebar
bagai wanginya pusara masyitoh......
Termangu, kata seolah terkunci mati tak terucapkan, hanya tatap yang tersisa... nanar.... tak bisa menatap pasti... ada segumpal rasa haru menyesak disini.. didada ini.......
Hari itu kusaksikan lagi seorang perempuan perkasa, pengarung hidup penuh cabik dan luka, namun anehnya, dia tersenyum, cantik, teramat cantik, yang aku sendiri tak berani membayangkan masih sanggup tersenyum tulus di sela duka-derita yang menderanya selama pernikahannya. Subhanallah, apa lagi skenario yang Allah hibahkan kepadaku, melalui perjumpaan dengan dia? Sungguh tanda tanya besar, maha besar...
"Menurut logika akal sehat, semestinya aku sudah mati bertahun lampau teh, atau paling tidak, setengah gila, dihadapkan pada perkawinan semacam ini."
Ya, bagaimana tidak, dia menaruh harapan teramat banyak pada suaminya, tatkala menikah dengannya. Manusia kelas atas, level ustad, tentu tidak salah dia memiliki angan-angan perkawinan yang sempurna, mendekati sempurna. Tapi ternyata hanya asa semu semata yang terpampang di hadapannya, pahit sepahit empedu, karena perlakuan suami yang tidak bisa bersikap adil terhadapnya sebagai istri kedua.
Bahagiakah dia? Bahagiakah dengan perkawinan nya ? Ternyata pahit yang harus dicecapnya, entah untuk berapa tahun ke depan... Banyak aib suami yang ditutupinya, banyak luka yang ditaburkan dihatinya. banyak ketak adilan yang dirasakannya atas sikap suaminya. Tapi mengapa dia memilih untuk bertahan, mengapa??
Ada tanya di hati, jika cinta bisa membuat seorang perempuan bertahan pada satu lelaki, mengapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?
"Aku sadar teh, aku membuat kekeliruan. Kekeliruan terbesar dalam hidupku, yaitu aku terlalu menggantungkan harapanku pada manusia, dan aku terjerembab. makanya Allah marah, marah besar kepadaku, sehingga Dia berikan aku cobaan sebegitu besar. Dari kejadian ini aku merenung, jangan pernah kita berharap pada manusia, karena manusia takkan pernah sempurna. Kekeliruanku yang lain adalah perasaan memiliki, padahal itu tidak boleh, karena sepatutnya tiada satupun makhluk-Nya saling memiliki, hanya sebatas menjaga amanah, bertanggung jawab. Melalui perenungan itu aku bersyukur, Dia juga teramat sayang, kurasakan sekali kasih sayang-Nya, masih mau Allah membuka pintu hatiku. Meski buat mata manusia mungkin perlakuan suamiku tidak adil untukku sebagai istri kedua ku tak mau menyerah pada manusia teh, biarlah aku menyerah pada takdir-Nya. Aku ingin ridha, ikhlas betul menerima apapun, apapun takdir-Nya, apakah nasibku akan terus terkatung-katung seperti ini, atau berakhir dengan kebahagiaan, wallahu alam..."
Indah nian kata-katanya, berisi. Hanya berharap kepada Allah, benar-benar hanya bergantung asa dan impian kepada-Nya, tanpa kecuali, tanpa pesaing, Dia dan hanya Dia. Dan katanya, hari-harinya berjalan dengan ringan, penuh rasa syukur, meski kalau mau diturutkan nafsi-nafsi manusia, katanya, dendam bisa teramat sangat membara, namun alhamdulillah, bisa pupus sirna oleh ingatan akan janji-janji Allah yang maha pasti, tentang surga, tentang sungai-sungai yang mengalir, sungai susu, sungai madu, dan haqqul yakin ditepati, tanpa syarat... Tanpa terasa, mata ini semakin basah, penuh beranak sungai.
Duh Allah, selayaknya dialah sang terpilih, bukan suaminya yang digelari ustad oleh segerombolan manusia. Bagaimana bisa seorang ustad, guru yang dielu-elu, seorang yang sudah melalui proses proses tarbiyah cukup lama mampu melupakan sepotong hadits Rasulullah, bahwa sebaik-baik lelaki adalah yang terbaik dalam memperlakukan istri?
Aku tahu jawabannya, dia terpilih karena dia mulia di hadapan-Mu, karena dia yakin bahwa "dirinya bukan perempuan biasa..."
Astaghfirullah... Astaghfirullah...
Alhamdulillah, puja-puji hanya layak, teramat layak hanya dialamatkan kepada-Nya, yang telah cermat menyusun potongan hidupku bersua dengannya, seorang perempuan luar biasa...
Terimakasih ukhti.... dari mu ku belajar banyak hal.
----
- Durhaka dengan ucapan.
- Durhaka dengan perbuatan.
- Durhaka dengan ucapan dan perbuatan.
(read more ...)
Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.
- Bertakwa.
- Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
- Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
- Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
- Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
- Gemar membaca Al Quran dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
- Menghidupkan amar maruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
- Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
- Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
- Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
- Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
- Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
- Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
- Berbakti kepada kedua orang tua.
- Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."
"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."
"Untuk itu, sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Sayang, aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu. "
(read more ...)
Saudariku muslimah........
saya hadiahkan kepada kalian para muslimah satu hadiah terindah yaitu dengan memperbaharui perjanjian kepada Allah, taubat nashuha dan kembali secara benar kepada Allah......
hadiah ini diberikan kepada Ummul mukminin Aisyah, padahal kita lebih membutuhkannya, mari kita dengarkan, kita lihat kalimat-kalimatnya dan kita renungkan makna - makna yang terkandung bersama-sama, karena didalamnya terdapat kebaikan yang banyak.
Rasulullah bersabda kepada Aisyah yang artinya :" Apabila engkau melakukan dosa, maka mintalah ampunan kepada Allah dan bertaubatlah kepada-Nya, karena seorang hamba apabila dia mengakui dosanya kemudian dia bertaubat kepada Allah niscaya Allah mengampuninya. (HR.Bukhari muslim dengan syarah an-Nawawi dan Ahmad)
Saudariku......
’Aisyah As - Shiddiqah binti As Shiddiq digosipkan dengan berita buruk oleh para pembohong, maka Rasulullah mendatanginya dan menghadiahkan kepadanya hadiah diatas, yang pada hakikatnya juga merupakan hadiah kepada semua wanita muslimah.
Wahai Saudariku, sesungguhnya hadiah ini yang paling kita perlukan pada saat ini dimana fitnah-fitnah, syubhat-syubhat, kemaksiatan dan syahwat merajalela.
Hendaknya janji kita kepada Allah dengan taubat dan istighfar agar kita selalu hidup berbahagia.Dari hadiah ini kita mengetahui taubat bukanlah sekedar kalimat yang diucapkan, bukan pula ucapan yang didengungkan oleh lisan, akan tetapi dia tercapai dengan beberapa perkara
- hendaklah kita merasa menyesal karena telah melakukan kesalahan atau dosa yang telah terjadi, bukankah Rasulullah bersabda :" Penyesalan adalah taubat " (HR. Ahmad, alhakim dari hadist Ibnu Mas’ud dan Anas bin Malik)
- Hendaklah kita meninggalkan dosa yang telah kita sesali dan menjauhi jalannya, inilah arti meninggalkan dosa.
- Niat kuat yang benar, janji yang kuat untuk tidak kembali kepada dosa tersebut
- Hendaklah kita mengerjakan amal - amal shalih yang biasa menjadi sebab terhapusnya amal - amal buruk
- membebaskan diri dari hak - hak manusia, apabila kita berkata yang menyangkut hak saudari kita muslimah, baik ghibah atau namimah atau kita mengambil darinya sesuatu yang kita tidak berhak, maka hendaknya kita mengembalikannya sebagai batas kemampuan, kemudian kita wajib memohon maaf dan kerelaannya apabila kita tidak mampu mengembalikannya dan memohonkan ampunan untuknya.
Saudariku.......
Dengan jujur saya katakan bahwa taubat yang nashuha adalah jalan kita kepada Allah dan bekal kita di akherat, tidaklah beruntung orang yang beruntung pada hari kiamat, kecuali dengan taubat nashuha.
oleh karena itu, Allah mengajak kita kepada taubat nashuha, renungkanlah firman Allah :
" Katakanlah, hai hamba-hamba-KU yang melampaui batas, terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa-dosa. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (Az-Zumar;53)
simaklah Firman-Nya, Dia membuka pintu taubar : " Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya...." (Asy-Syuura;25)
Saudariku......
bertaubat dari dosa dosa dan kesalahan, baik yang besar maupun yang kecil termasuk perkara - perkara yang wajib untuk dikerjakan dengan segera dan terus menerus, dan kita bisa memperhatikan anjuran segera bertaubat dengan cepat, dalam firman Allah :" Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang - orang yang beriman supaya kamu beruntung." (An-Nur;31)
Bahkan lihatlah dan renungkanlah wahai Saudariku muslimah..... Rasulullah yang ma’shum yang telah diampuni dosa - dosanya yang telah lalu dan yang akan datang , beliau bersabda :" yaa ayyuhannasu ........ :" Wahai manusia, bertobatlah dan beristighfarlah kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam satu hari seratus kali." (HR. Muslim, At-tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Wahai Muslimah saudariku...... Taubat... Taubat..... Kembali.... Kembali...........................
Berkhayallah bahwa kita memiliki semua impian dan angan angan yang kita inginkan ? dan kitapun telah menggapai harapan yang kita idam idamkan, namun tiba tiba ketika kita lengah, semuanya lenyap tanpa guna bahkan mendapatkan kerugian dan kehancuran.
apa yang kita lakukan ? jelas kita akan menangis dan merasa terpukul, bahkan kita akan bersedih atas apa yang hilang dari kita, dan bahkan kita bisa gigit jari karena kesedihan dan penyesalan. Semua itu hanya karena dunia yang fana. lantas bagaimana dengan umur kita yang terus bertambah dan berjalan tanpa guna ?
sesungguhnya umur kita adalah mutiara berharga yang tidak bisa dinilai dengan materi apapun, dan umur kita ini pada hakekatnya adalah nafas-nafas kita,nafas yang keluar dan tidak akan kembali kepada kita selamanya.
Nafas inilah modal hidu kita didunia, dengannya kita bisa membeli nikmat nikmat akherat yang kita inginkan dan dengannya kita menggapai ketentraman dan kenikmatan.
Dengannya kita meraih syurga dan dengannya kita aman dari neraka. dengannya kita beruntung dengan memperoleh ridha Arrahman, dan dengannya kita melihat Al-Malik Al-Mannan.
Maka bagaimana kita menyia - nyiakan usia kita tersebut tanpa taubat nashuha ?
bagaimana nafas nafas kita berhembus tanpa guna dan manfaat ?
Saudariku...............................
Pikirkan dan renungkanlah ucapan ucapan berikut mudah mudahan Allah memberikan kita manfaat karenanya.
sesungguhnya apabila malaikat maut muncul didepan kita, maka akan nampak kesedihan dan penyesalan diwajah kita, dimana kita ingin seandainya kita memiliki dunia dengan segala macam isinya, untuk menebus peristiwa yang sulit ini dengannya.
Maha benar Allah Yang Maha Agung ketika berfirman :" Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu lalu berkata :" Ya Tuhanku mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat yang menyebabkan aku bisa bersedekah dan aku termasuk orang - orang yang shalih." (Al-Munafiqin;10) " Dan sekali - kali tidak akan menangguhkan kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Munafiqin;11)
saudariku...................................
Kesedihan bagi kita apabila maut datang kepada kita sementara kita belum kembali.
Kerugian bagi kita apabila kita dipanggil untuk bertaubat tapi kita tidak menjawabnya.
Saudariku..............................
setiap orang dari kita memiliki dosa - dosa , aib - aib, maksiat - maksiat dan kesalahan - kesalahan.
apakah lantas kita berputus asa dari rahmat Allah ?
Apakah lantas kita berpatah arang dari rahmat Allah ?
Tidak, Demi Allah, Tidak, Demi Allah dan sekali lagi tidak, Demi Allah..............
Sungguh Allah telah memanggil kita. Dia mengajak kita kepada ampunan, maaf dan rahmat
Allah berfirman :"Wahai bani Adam, selagi engkau berdoa kepadaKU, berharap kepadaKU dan mohon ampunan kepadaKu, maka Aku mengampuni dosa dosamu dan Aku tidak peduli. Wahai bani Adam, seandainya dosa dosamu mencapai awan dilangit kemudian engkau memohon ampun kepadaKu, niscaya Aku mengampunimu. Wahai bani Adam, seandainya engkau datang kepadaKu dengan membawa dosa sepenuh jagad kemudian engkau menghadap kepadaKu dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, niscaya Aku akan berikan ampunan sepenuh jagaq pula. " (HR. Ahmad dari Abu Dzar, dan At-tirmidzi dari Anas bin Malik, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abu Darda dan dishahihkan oleh Ak-Hakim disetujui oleh Adz -Dzahabi)
Saudariku.......................
siapakah orang yang kita lihat selamat dari penyakit - penyakit dunia ?
Siapakah orang yang kita lihat sehat dan tidak pernah sakit ?
kehidupan dunia mana dengan kematian tidak terputus ?
Umur siapa dengan berlalunya waktu-waktu tidak habis ?
Saudariku.......................
Bukankah kita pemilik kesalahan - kesalahan dan dosa - dosa, mana air mata kita yang mengalir ?
bukankah kita tawanan maksiat-maksiat dan dosa-dosa, dimana tangis penyesalan kita atas dosa - dosa yang telah lewat ?
apakah kita telah lupa akan aib - aib dan dosa dosa kita ? sementara buku catatan kita penuh dengan apa yang kita lupakan.
Apakah kita akan sabar terhadap siksaan Neraka Hawiyah ? Tahukah kita apakah Neraka Hawiyah itu ? yaitu api yang panas membakar.
Mari kembalilah kepada-Nya dengan taubat Nashuha
Mari perbaharui iman dan perbaikilah islam
didunia ini hanya ada 2 jalan.... 1 jalan menuju neraka-Nya... 1 jalan menuju kesyurga-Nya........... manakah yang akan kita pilih sodariku.................
kuberharap jadi bidadari syurga
tapi aku bukan wanita sholehah
ku berharap syurga
tapi tak sadar jalanku keneraka
ku ingin mencari ridho-Nya
tapi tak sadar aku mengundang murka-Nya.....
pantaskah syurga untukku.........
saudariku muslimah.....
saya sampaikan kepada kalian kisah berikut, saya ingin kita berpikir dan merenungkan makna makna nya.
Ketika Asma’ bin kharijah menikahkan putrinya, dia mendatanginya pada malam pengantin dan berkata kepadanya :
"wahai anakku, jika para wanita berhak mendidikmu maka (memang) harus mendidikmu, jadikanlah dirimu hamba sahaya bagi suamimu niscaya dia akan menjadi hamba bagimu, janganlah kamu terlalu dekat dengannya sebab hal itu membuatnya bosan kepadamu atau kamu yang bosan kepadanya. jangan kamu menjauh darinya karena hal itu memberatkanya. jadilah kamu dimata suamimu sebagaimana yang telah aku ucapkan kepada Ibumu. "jadilah engkau pemaaf bagiku niscaya langgeng kasih sayangku dan janganlah berbicara pada saat kemarahanku belum reda dan janganlah sekalipun engkau memukulku seperti memukul rebana sebab engkau tidak mengetahui bagaimana perpisahan sesungguhnya saya melihat kasih sayang dan kebencian dalam hati apabila keduanya berkumpul maka kasih sayang akan sirna.
disini patut kita ketahui saudariku muslimah.... bahwa usaha kita dengan keseriusan dan kesungguhan dalam rangka mendapat ridha suami dan menampakkan kebahagiaan didalam hatinya adalah termasuk perkara yang didambakan suami dari pendamping hidupnya.
benar, sering terjadi perselisihan dan perbedaan antara diri kita dengan suami kita, kalau itu terjadi semestinya kita mengatasi perbedaan dan perselisihan itu dalam waktu yang tepat dan mencari cara yang paling singkat untuk menyelesaikannya dan menyudahinya.
saudariku...
benar, bisa jadi kebenaran berada dipihak kita dan kesalahan dipihak suami, akan tetapi dalam kondisi yang demikian kita harus memahami mungkin saja suami berbeda pandangan dengan pendapat kita dan mengira bahwa dialah yang benar dan bisa jadi memang dialah yang benar karena suatu hikmah yang kita tidak mengetahuinya dan mungkin juga dialah yang berada diatas kesalahan yang nyata baik dalam ucapan dan perbuatannya.
dalam situasi dan kondisi demikian cobalah menenangkan hatinya dan perasaannya yang tertekan terlebih dahulu, berusahalah untuk meringankan perkaranya, kemudian sesudah itu dengan tenggang waktu yang cukup sesudah dia merasa tentram jiwanya dan tenang pikirannya mulailah menjelaskan pendapat kita, dan sesungguhnya kita tidak menginginkan kebaikan kecuali kebaikan untuk diri kita dan diri suami kita. jelaskan kepadanya bahwa kita tidak ingin sama sekali menyelisihinya. bagaimana mungkin ? sedangkan dia adalah pendamping hidup kita yang senantiasa kita butuhkan, dialah imam bagi kita.
pada saat itu kita dapat mempengaruhi suami untuk melaksanakan kemauan kita. sesudah kita memberikan penjelasan kepadanya apa yang dia inginkan yaitu mendengar perkataannya dan melaksanakan perintahnya.
beginilah semestinya kita memikirkan bagaimana menjadikan suami berbahagia. sehingga dia juga menghiasi hidup kita dengan kebahagiaan dan ketentraman, akan tetapi hal itu tidak mungkin terwujud kecuali apabila kita menguasai seni menarik hatinya dan memikat kekagumannya....
Ada suatu berita unik yang dikisahkan untuk menjelaskan pengaruh usaha perbaikan sesudah tenangnya jiwa dan dinginnya pikiran yaitu hikayat bangsa arab yang ditulis oleh sejarah.... nyimak yuuuukkkkkk
diceritakan ada seorang amir yang dipanggil Abu hamzah. dia menikahi seorang wanita dengan harapan besar dia akan melahirkan seorang anak laki - laki , akan tetapi dia mendapati anaknya lahir perempuan. dan sebagaimana yang masyur dikalangan bangsa arab bahwa mereka membenci anak perempuan sampai - sampai salah satu dari mereka berbangga diri akan mengubur anak wanitanya hidup - hidup , dia berkata kepada orang yang dikarunia anak perempuan :" Allah mengamanahkan kalian dari rasa malu karenanya. dan cukuplah bagi kalian untuk menguburkannya serta kalian menjalin persaudaraan dengan kubur."
ketika abu hamzah tahu bahwa anaknya perempuan, dia langsung minggat dari rumah karena kemarahan yang besar hanya karena istrinya melahirkan anak perempuan dan bukannya laki - laki seperti yang dia inginkan. dia hanya pulang kerumahnya yang lain dan keistrinya yang lain, suatu hari dia lewat didepan rumah istrinya yang telah memberinya anak perempuan tersebut, tiba tiba dia melihat istrinya sedang bercanda dengan putrinya sambil mengucapkan bait bait syair :
dia selalu berada dirumah yang berada disamping kita
marah karena kami tidak melahirkan anak laki - laki
padahal kita tidak memiliki kehendak sama sekali dalam perkara ini
kami hanya mengambil apa yang diberikan
dan kami ibarat bumi bagi penanamnya
kami tumbuhkan apa yang telah ditanam pada kami."
begitu abu hamzah mendengar bait - bait diatas dia langsung terpanggil oleh fitrah kasih sayang seorang ayah, lalu dia masuk kedalam rumah dan mencium istri dan anak perempuannya..... (subhanallah)
begitulah kecintaan, kasih sayang, kebahagiaan dan ketentraman kembali pulang kesarang suami istri, hanya dengan kalimat - kalimat yang ringan. dan kita juga bisa keluar dari pertentangan itu dimana suatu saat muncul pertentangan antara diri kita dengan suami, dan sungguh kita telah merasakan bahwa kita mampu untuk mengembalikan senyum suami dan ketenangan dalam hatinya. Insya Allah.
Saudariku muslimah......
mari kita renungkan kembali pesan seorang ibu kepada anaknya ketika akan menikah :
" wahai anakku .....
engkau akan berpisah dengan udara tempat kamu lahir , engkau akan meninggalkan hidup yang pernah engkau lalui, untuk menuju sangkar baru yang belum engkau kenal, teman yang belum akrab denganmu, ia akan menjadi raja dan pengawas atas dirimu, maka jadilah budaknya maka ia akan menjadi sahayamu yang penurut.
Wahai anakku....
jagalah sepuluh perkara untuk bekal hidupmu
yang pertama dan kedua, tunduklah kepadanya dengan qana’ah ikuti dan patuhilah dia
yang ketiga dan keempat, senangkan pandangan dan pendengarannya, jangan sampai ia melihatmu dalam keadaan tidak menarik, jangan sampai ia menghirup darimu selain bau yang harum
yang kelima dan keenam, jagalah waktu tidur dan makannya, karena lapar akan membangkitkan amarahnya dan kurang tidur akan menyalakan kemurkaannya
ketujuh dan kedelapan, jagalah kekayaannya dan awasi pekerja - pekerjanya dan anaknya. puncak kebaikan terhadap harta ialah mengatur nya dan kebaikan terhadap anaknya berarti mengasuhnya
yang kesembilan dan kesepuluh, jangan engkau bantah perintahnya dan jangan engkau bocorkan rahasianya. kalau engkau bantah perintahnya akan sesak dadanya, bila engkau bocorkan rahasianya engkau tidak akan selamat dari pembalasannya.
Saudariku.....
tidak ada sesuatu yang bisa aku sampaikan sebagai peringatan bagi kalian juga bagi diriku sendiri dalam masalah ketaatan kepada suami kecuali sabda Rasulullah :" DIA ADALAH SYURGA DAN NERAKAMU"
saudariku...
renungkanlah kalimat diatas, kita akan mendapatkan keutamaan taatnya istri kepada suami.
suami adalah syurga kita dengan ketaatan kita kepadanya, yakni sebab yang mengantarkan kita pada syurga.
Suami adalah Neraka kita dengan ketidak taatan kita kepadanya, yakni sebab yang mengantarkan kita kepada neraka.
Firman Allah :" ... Adapun wanita -wanita yang sholehah itu adalah wanita - wanita yang patuh (taat) dan memelihara kehormatan dirinya semasa ketiadaan suaminya sebagaimana Allah telah memelihara mereka .... ." (an-nissa’ ; 34)
sesudah perjalanan panjang bersama empat sebab yang mengantarkan kepada syurga Allah, bukankah kita telah mendapatkan bahwa keempat sebab yang telah saya uraikan adalah hadiah istimewa dari Hadits hadits Nabi Muhammad saw kepada kita para muslimah.
saya memohon kepada Allah, mudah mudahan memberikan manfaat dari apa yang ada padanya didunia dan diakherat. amin
Pernikahan atau perkawinan, membuka tabir rahasia
tidaklah setqwa ibrahim, pun tidak setabah ayyub
ataupun segagah musa, apalagi setampan yusuf
justru suamimu hanyalah pria akhir zaman, yang punya cita - cita
membangun keturunan yang sholeh
Pernikahan atau perkawinan, mengajar kita kewajiban bersama
suami yang menjadi pelindung, kamu penghuninya
suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya
suami bagaikan balita yang nakal kamu adalah penuntun kenakalannya
saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya
seketika suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya
seandainya suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya
pernikahan ataupun perkawinan
mengajarkan kita perlunya iman dan takwa
untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah swt
karena memiliki suami yang tak segagah mana
justru kamu akan tersentak dari alpa
kamu bukanlah khadijah, yang begitu sempurna didalam menjaga
pun bukanlah hajar, yang begitu setia dalam sengsara
cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi sholehah
Saudariku muslimah...
kini kita akan membahas sebab keempat yang mengantarkan kita kepada kehidupan yang diridhai di syurga Allah yang tinggi yaitu : muslimah yang taat kepada suaminya. taat kepada suami termasuk akhlak mulia yang merupakan penolong kehidupan seorang wanita muslimah, dan kebahagiaannya didunia dan akherat bertumpuh kepadanya. setiap suami muslim dalam lubuk hatinya ingin kalau dia mampu dari hatinya yang mendalam menjadikan kebahagiaan menyelimuti rumah tangganya dan kegembiraan mengiringi anggota keluarganya.
akan tetapi salah satu perkara yang bisa menghancurkan impian diatas, melenyapkan kebahagiaan tanpa bekas, mengubur kegembiraan tanpa bekas dan mendatangkan kesengsaraan adalah ketidak taatan istri kepada suaminya.
saudariku muslimah.....
sesungguhnya wanita yang berakal dan cerdik, bijaksana lagi cerdas dialah wanita yang mengetahui sumber datangnya perselisihan yang menyusup kedalam rumahnya sehingga ia segera menutupinya. dia memahami perkara yang memicu kemarahan suaminya sehingga dia segera mengikisnya. bisa jadi faktor dominan yang menjadi penyebab berbaliknya pernikahan dari kenikmatan menjadi adzab adalah perasaan dan tindakan istri yang seakan akan dia adalah musuh (saingan) bagi suaminya dan ketidak taatannya kepada suami dalam rangkat ketaatan kepada Allah ta’ala.
Sesungguhnya kadar ketaatan seorang wanita kepada suaminya, adalah tolok ukur keberhasilannyua dalam hidup berumah tangga, sejauh mana perasaan suami bahwa kita telah menunaikan haknya yang agung dan mulia sejauh itu pulalah ketinggian kedudukan kita disisinya dan menambah kecintaannya kepada kita, sebenarnya inilah yang didambakan wanita dari suaminya
Rasulullah telah mengajarkan kepada para mukminah bahwa jalan menuju syurga dimulai dengan ketaatan kepada suami sesudah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Saudariku muslimah....
renungkanlah hadist berikut, hadist yang diriwayatkan oleh Al-Hushain bin mihshan ra bahwa bibinya datang kepada Rasulullah karena suatu keperluan, setelah ia selesai dari keperluannya, Rasulullah bertanya :
" ’adza ti jauzi ’anti ? " apakah engkau bersuami ?’
ia menjawab :" ya"
Rasulullah berkata :" kaifa ’anti minhu ?" bagaimana dirimu terhadapnya ?"
bibi saya menjawab :" saya tidak melalaikannya kecuali yang saya tidak mampu."
maka Rasulullah bersabda :" Lihatlah dirimu daripadanya, karena itu dia adalah SYURGA atau NERAKAMU. " (Hr. Ahmad, Al-Hakim dan Ath - Thabrani)
ketaatan kepada suami sebagaimana yang sudah jelas dari hadits diatas, adalah salah satu penyebab masuknya kita kedalam syurga.
saudariku....
pernikahan adalah salah satu ikmat Allah yang diberikan kepada laki - laki dan perempuan dalam kadar yang sama, ia adalah wujud kecintaan, kasih sayang, itsar (mementingkan pasangan hidup) dan saling memberi dan menerima. hal ini helas tergambar dalam firman Allah yang artinya :" dan diantara tanda tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan istri - istri dari jenismu supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan Allah menjadikannya diantara kamu rasa kasih dan sayang. sesungguhnya pada yang demikian itu benar - benar terdapat tanda - tanda bagi kaum yang berpikir." (Ar-rum ; 21)
demi menjaga kelanggengan kasih sayang dan hubungan baik antara suami istri, maka Allah meletakan hak masing - masing atas pasangannya. firman Allah : " dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ,a’ruf, akan tetapi para suami mempunyai satu tingkat kelebihan dari istrinya." (al-baqarah;228)
saudariku.....
kita mempunyai hak - hak atas suami yang tidak sedikit yang wajib diberikan kepada kita bahkan dianggap maksiat dan berdosa disisi Allah jika suami tidak melaksanakan hak-hak kita.
akan tetapi kita sekarang sedang membahas salah satu hak suami atas istri, dengan memenuhi hak ini istri masuk syurga Rabbnya dan berbahagia dunia dan akherat. hak tersebut adalah hendaknya seorang muslimah menjadi istri yang patuh kepada suaminya dengan menunaikan hak - haknya. maka suami tidak mendengar kecuali pembicaraan yang baik, dia tidak mencium dari kita kecuali bau yang sedap, dia tidak melihatnya kecuali yang membahagiakannya dan dia tidak mendapatkannya kecuali kita senantiasa mengikuti keinginan - keinginan dan kebutuhannya , singkatnya semua itu dalam bingkai, tidak ada ketaatan bagi makhluk dalam bermaksiat kepada Khalik.
saudariku muslimah....................
sesungguhnya istri yang patuh kepada suaminya, dia bisa menjadikan suaminya merasa bahwa dia adalah segalanya bagi istrinya dan dia juga merasa bahwa istrinya selalu membutuhkannya seperti kebutuhannya kepada makan dan minum.
sesungguhnya istri yang tunduk kepada suaminya, dia memahami hak suami sehingga dia tidak memerlukan peringatan dan penjelasan tentang hak itu.
sesungguhnya istri yang taat kepada suaminya dia mengetahui bahwa suaminya bisa salah sebab dia bukan ma’shum, akan tetapi istri dengan kejeliannya dan pemikiran luasnya, dia mengetahui bagaimana menjaga ketaatan kepada suaminya dan bagaimana mengatasi problema yang mengancam rumah tangganya.
sesungguhnya istri yang taat kepada suaminya, dia dapat memilih waktu yang tepat dan cara yang sesuai untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan suaminya
sesungguhnya istri yang patuh kepada suaminya, dia senantiasa berlapang dada kepada suaminya dan berusaha melupakan sebagian besar sisi negatif yang ada pada diri suaminya asalkan tidak sampai kepada batas kekhawatiran dan kecemasan.
sesungguhnya istri yang tunduk kepada suaminya, dia mengetahui bahwa suaminya menikahinya karena memang dia mencintai dirinya dan berusaha untuk membahagiakannya. oleh sebab itu, meski pun terjadi perbedaan pendapat dia tidak mengabaikan bahwa suaminya menikahinya karena membutuhkannya.
sesungguhnya istri yang taat kepada suaminya dia berusaha sebatas kemampuannya untuk memenuhi perkara - perkara yang disukai oleh suaminya meskipun dia membenci sebagian darinya sebagai wujud kecintaannya kepada suami.
sesungguhnya istri yang taat kepada suaminya, dia selalu mengoreksi dan bertanya kepada dirinya sendiri sesudah terjadi nya perbedaan atau perselisihan " apa yang menyebabkan suami kita melontarkan ucapan seperti itu atau melakukan perbuatan seperti itu ? "apa yang telah kita lakukan sehingga perkaranya bisa jadi begini ?
sesungguhnya istri yang patuh kepada suaminya, disini dia berusa mencari aib- aib nya dan menyingkap kesalahan nya sebelum ditunjukkan oleh suaminya. sesudah merenung sejenak bersama diri sendiri, kita kembali bertanya kepada diri kita sendiri :" bukankah lebih baik diam dan mengawali suami dengan pembicaraan yang baik sekarng ?" bukankah lebih berbicara kepadanya dengan cara begini ?"
beginilah istri yang taat kepada suaminya . bergaul dengan suaminya, sang pembimbing hidupnya seakan - akan dia tidak bisa lepas darinya dalam situasi dan kondisi apapun asalkan tidak dalam bermaksiat kepada Allah....
bersambung................
(read more ...)Saudariku muslimah......sekarang tibalah kita berbicara tentang sebab ketiga yang mengantarkan kepada Syurga Allah ta’ala yaitu kesucian seorang muslimah dengan menjaga kehormatannya.
Hakikat sebab yang ketiga adalah hendaklah seorang muslimat menjaga kesucian dan kehormatannya dengan menjauhi segala hal yang bisa menyeret kepada hilangnya penjagaan tersebut.
seorang muslimah yang bertakwa , dia selalu mengetahui bahwa kadar kecintaan Allah ta’ala kepadanya dan pengakuan semua orang akan keutamaannya tergantung sejauh mana dia menjaga kehormatannya dan orang yang paling cepat mengakui keutamaannya adalah suaminya, kalau memang dia bersuami.
adapun seorang muslimah yang gampangan yang tidak menjaga kesucian nya maka dia keluar dari rumahnya dengan membuka auratnya, menampakkan keindahan tubuhnya yang menimbulkan fitnah dan mendorong orang untuk memandang kemolekannya.
dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda :" ... dan wanita - wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak lenggokan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan akan seperti punuk onta. mereka tidak masuk syurga dan tidak mendapatkan wanginya syurga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian. " (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah ’anhu)
dari Imran bin husain dia berkata : " Rasulullah bersabda " Sesungguhnya penduduka syurga yang paling sedikit adalah wanita ." (HR. Muslim dan Ahmad)
Imam Qurthubi Rahimahullah mengomentari hadist diatas dengan pernyataannya :" penyebab sedikitnya kaum wanita masuk syurga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan - kesenangan dunia, dan berpaling dari akherat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan - kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal.
Wanita yang demikian, apa yang akan dikatakan dihadapan Rabbnya ?
Sungguh Allah telah menghitung amal - amalnya dan mengawasi perbuatan - perbuatannya, tidak ada satu kalimatpun yang ia lafazh kan kecuali ditulis dilembaran bukunya, dan tidak satu perbuatan pun yang ia lakukan kecuali ditulis diatasnya hingga tibalah buku itu disebar didepan matanya pada hari kiamat, ketika dikatakan kepada :" bacalah kitabmu dan lihatlah amal- amalmu serta cukuplah dirimu seabgai penghitung dan penghukum atas dirimu."
Firman Allah yang artinya :" Dan tiap - tiap manusia itu telah kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. dan kami keluarkan baginya pada hari kiaman sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. Bacalah kitabmu , cukuplah dirimu sendiri pada waktu itu sebagai penghisab terhadapmu. " (Al-Isra’ : 13-14)
dari sini saudariku muslimah, saya hanya ingin mengingatkan kepadamu sodariku terutama ingatan ini saya khususkan untuk diri saya sendiri tentang suatu perkara yang dilakukan mayoritas muslimah, sedang kan mereka tidak merasa.
bukan termasuk dari ajaran Islam engkau keluar rumah sementara suamimu (bagi yang telah memiliki suami) tidak ada dirumah padahal ia belum mengizinkan engkau untuk keluar. apabila engkau keluar tanpa persetujuannya dan dia tidak mengetahui karena memang dia sedang tidak ada maka engkau telah tenggelam dalam dosa, dan engkau telah melakukan perbuatan yang menodai kesucian dirimu sementara engkau tidak merasa. bukankah hal ini sering kita lakukan saudariku... dengan berbagai alasan kita kemukakan untuk suatu pembenaran ? padahal zaman sudah canggih, jika kita ingin keluar dan suami tidak ada dirumah kita bisa minta ijin beliau walau pun saat itu beliau tidak ada dirumah. tapi hendaklah kita keluar untuk urusan yang memang mendesak dan tidak menimbulkan satu fitnah.
saudariku... jika suami mengizinkan mu untuk keluar selama ia tidak ada. maka hendaklah engkau senantiasa merasa dalam pengawasan Allah atas segala gerak gerikmu sampai engkau kemblai ke rumahmu.
Apabila engkau keluar dan berada dijalan hendaknya engkau menjaga kesucianmu.dari sinilah niscaya engkau bisa meraih sebab ketiga dari sebab-sebab masuk syurga. insya Allah.
Firman Allah :" dan tinggallah kalian dirumah - rumah kalian dan jangalah kalian bertabbaruj dengan tabbarujnya orang - orang zaman jahiliyyah pertama dahulu . " (Qs. Al-Azhab;33)
(read more ...)Saudariku muslimah.... sekarang kita memasukan sebab ke - 2 masuknya wanita kedalam syurga yaitu : puasanya seorang muslimah pada bulannya.
Saudariku...........
Allah telah mewajibkan kepadamu puasa bulan Ramadhan yang mulia yaitu bulan dimana Al-quran turun kepada Nabi kita Al-Amin.
Allah telah mewajibkannya kepada kita dalam firman-Nya :" Hai orang - orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang - orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. yaitu dalam beberapa hari yang tertentu. " (Al-baqarah 183-184)
dan firmanya :" (beberapa hari yang ditentukan adalah) bulan ramadhan bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-quran sebagai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil) karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (dinegeri tempat tinggalnya) dibulan itu maka hendaknya ia berpuasa pada bulan itu dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari yang lain, Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu, dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur." (al-baqarah ; 185)
dan disini sodariku ijinkanlah saya mengingatkan kepada sodariku tentang rukun - rukun puasa yang telah diajarkan oleh Allah dan Rasulullah kepada kita, yaitu :
- Niat dimana niat itu tempatnya didalam hati.
- Imsak (menahan diri) dari makan, minum dan dari jima� (hubungan suami istri) serta segala perbuatan yang dapat menghilangkan nilai pahala puasa dari fajar sampai maghrib
Rasulullah juga telah mengajarkan kepada kita beberapa perkara yang bisa merusak puasa seseorang diantaranya
- Makan dan minum dengan sengaja, adapun apabila lupa maka tidak menjadi masalah . sebab Allahlah yang memberinya makan dan minum
- Jima� (hubungan suami istri)
- Masuknya cairan atau makanan kedalam perut dengan keinginannya
- Muntah dengan disengaja
Adapun perkara - perkara yang makruh maka Rasulullah juga telah menunjukkannya kepada kita yaitu berlebih lebihan dalam berkumur dan ber-istinsaq (memasukan air kedalam lubang hidung pada saat berwudhu)
inilah hukum hukum yang harus kita ketahui pada saat melaksanakan puasa Ramadhan yang mulia, dan hukum - hukum tersebut juga berlaku pada semua jenis puasa baik yang sunnah maupun yang wajib.
Saudariku muslimah.............
Sesudah kita melakukan rihlah (perjalanan) fiqhiyyah dengan menyinggung beberapa hukum yang berkaitan dengan puasa maka tibalah saatnya bagi kita untuk merasakan kehidupan udara puasa yang diliputi nuansa ketaatan kepada Ar-Rahman.
Simaklah hadits qudsi berikut ini yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah , dia berkata :" saya telah mendengar Rasulullah bersabda yang artinya :" Allah berfirman :" semua amal bani Adam adalah untuknya kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku dan Aku yang membalasnya. dan puasa adalah perlindungan , maka jika hari itu seorang berpuasa maka janganlah dia berkata kotor dan mengumpat, apabila dia dicaci atau diajak berkelahi oleh seseorang hendaklah dia menjawab : sesungguhnya saya sedang berpuasa dan demi dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya adalah bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi disisi Allah pada hari kiamat daripada minyak misk dan orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan yang ia dapat bergembira dengan keduanya. pada saat berbuka, dia berbahagia dengan berbukanya dan pada saat menghadap Allah dia berbahagia dengan puasanya." (HR. Bukhari Muslim)
disela sela hadits qudsi diatas , kita mengetahui keutamaan puasa dan bahwasannya ia menjaga pelakunya dari kesesatan di dunia dan siksaan api neraka diakherat.
kita mempelajari juga bahwa diantara adab adab orang yang berpuasa adalah meninggalkan ucapan kotor dan perbuatan yang tidak berguna dan sabar terhadap hinaan orang seraya membalas kejahatan nya dengan sabar dan kebaikan.
kita mempelajari juga bahwa puasa menyebabkan harum bau mulut disisi Allah membahagiakan pelakunya didunia dan begitu juga diakherat. Dengan rasa haus yang kering pada hari puasa, maka ingatlah rasa hausnya pada hari kiamat dengan rasa lapar yang melilit pada hari hari puasa, maka ingatlah pula rasa lapar pada hari kiamat adapun orang yang puasanya diterima oleh Allah, maka berbahagialah dan beruntunglah dia dengan masuk syurga dari pintu Ar-Royyan apakah pintu Arroyan itu ?
sahabat yang mulia Sahal bin Sa�ad As-saidi berkata : Rasulullah bersabda :"Sesungguhnya disyurga ada sebuah pintu yang diberi nama Ar-Royyan. pada hari kiamat pintu tidak dimasuki kecuali oleh orang - orang yang berpuasa. tidak ada seorangpun selain mereka yang menyertainya. diserukan : mana orang - orang yang berpuasa ? maka mereka berbondong - bondong masuk lewat pintu itu, apabila orang terakhir sudah dimasukan, pintu itupun ditutup dan dak seorangpun masuk sesudahnya." (HR. Bukhari , At-Tirmidzi dan An-Nasai)
Saudariku muslimah......
para ulama berkata :" Pintu Ar-Royyan yang dikhususkan untuk orang - orang yang berpuasa, diambil dari kata arrayyu (hilangnya dahaga) , hal itu karena orang yang berpuasa pasti merasa haus, maka pintu itu dinamakan dengan nama nikmat yang disediakan sebagai balasan atas ibadah puasa."
saudariku............
Sudah siapkah kita menyambut bulan ramadhan ?
apakah kita juga berniat melaksanakan puasa puasa sunnah agar kita beruntung meraih pahala syurga ?
sebelum kita meninggalakan sebab kedua dari sebab sebab masuknya wanita kedalam syurga, maka ijinkanlah saya mengingatkan saudariku dengan berita gembira dari Rasulullah tentang pahala satu hari puasa sunnah karena Allah .
Abu Sa�id meriwayatkan bahwa Rasulullan bersabda :" tidaklah seorang hamba yang berpuasa satu hari dijalan Allah kecuali Allah akan menjauhkan dengan satu hari itu wajahnya dari neraka tujuh puluh tahun. (HR. Bukhari muslim).
Wahai saudariku....
berpuasa pada bulan puasa dan perbanyaklah puasa puasa selainnya agar kita meraih sebab yang kedua dari sebab sebab masuk syurga. insya Allah.
Dari Abu Hurairah berkata :" Rasululllah saw bersabda :"
“ idzaa sholatil mar’atu khomsaha, wa shomat syahroha, wa hashonat farjaha, wa atho’at ba’laha dakholat min ayyi abwaaba jannata sya’at.” Apabila seorang wanita (menjaga) sholat lima waktunya, berpuasa pada bulannya, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya. niscaya dia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia sukai. (HR. Ahmad, Abu hurairah dan Ath-Thabrani)
Saudariku muslimah .......
ketika kita merenungkan hadiah ini, kita mendapati keutamaan yang besar dan kebaikan yang menyeluruh, bagi siapa yang menerima hadiah itu dan melaksanakan kandungannya.
Didalam hadiah yang ada dihadapan kita ini, Rasulullah menjelaskan kepada pra wanita muslimah sebab - sebab yang bisa mengantarkan kita meraih syurga Allah.
baiklah saya ringkaskan sebab-sebab itu dalam empat point beriktu :
1. Shalatnya seorang wanita setiap lima waktunya
2. puasanya seorang wanita pada bulannya
3. Kesucian seorang wanita dengan menjaga kehormatannya
4. Ketaatan kepada suami dalam hal-hal yang bukan maksiat kepada Allah.
Saudariku muslimah........
kalau kita renungkan bersama sama setiap sebab dari sebab sebab diatas, kita akan mendapati sebab sebab diatas adalah amalan amalan yang ringan. akan tetapi kebanyakan Wanita kurang memperhatikannya.
baiklah saya rinci satu persatu dari ke empat sebab diatas... (semoga dapat membuka hati kita dan memperkuat keistiqomahan kita bersama. amin)
Shalatnya seorang wanita setiap waktu
ketahuilah wahai saudariku muslimah bahwa Allah telah mewajibkan kepada kita untuk beridir karenanya, bersuci menghadap kiblat dan shalat sehari semalam lima kali.
Disini agama Islam yang lurus menjadikan shalat sebagai tiang agama, barangsiapa yang menegakkannya maka dia telah menegakkan agama dan barangsiapa yang meninggalkannya maka dia telah meruntuhkan agama.
Sungguh Allah Yang Maha Mulia telah memperingatkanmu dari sikap melalaikan shalat, Firman-Nya :" Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang buruk) yang menyia nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya maka kelak mereka akan menemui kesesatan."(Al-Mardyam;59)
Ibnu Abbas ra berkata :" Menyia-nyiakan shalat bukan berarti meninggalkannya sama sekali, akan tetapi mengakhirkan dari waktunya."
Saudariku............
kalau memang ini adalah ancaman bagi orang yang mengakhirkan shalat dari waktunya, maka apa dugaanmu terhadap orang yang tidak shalat sama sekali ?
bahkan mungkin salah seorang diantara mereka telah mencapai usia lanjut, tapi belum pernah sekalipun ruku’ kepada Allah, bagaimana ia akan menghadap Rabbnya ?
Bagaimana mungkin wanita seperti itu akan selamat dari siksa -Nya yang pedih ?
tidak akan berguna baginya alasan sibuk mengurus anak atau alasan sibuk dengan urusan perut ataupun harta kekayaan, kenapa ?
sebab Allah telah memberi peringatan kepada orang - orang yang beriman dari sifat menyibukkan diri dengan anak - anak dan harta benda dan melalaikan dzikir kepada Allah. Sebagaimana firman Allah :" Hai orang - orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak - anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah, barang siapa yang berbuat demikian maka ia termasuk orang - orang yang merugi." (Al-munafiqin ;9)
para ahli tafsir berkata yang dimaksud dengan mengingat Allah dalam ayat ini adalah SHALAT LIMA WAKTU.
dari sini tidaklah pantaslah bagi kita wahai saudariku muslimah, meninggalkan shalat karena sibuk berdagang (jual beli) mempersiapkan hidangan, atau sibuk dengan anak - anak dan harta benda.
Lihatlah orang - orang yang disiksa di Neraka Saqar, tahukah kamu apakah itu Neraka Saqar ? yaitu neraka yang tidak menyisakan dan membiarkan secuil dagingpun.
Renungkanlah bagaimana mereka mengetahui bahwa siksaan yang mereka rasakan sebabnya adalah kelalaian mereka terhadap hak Allah, dimana mereka bukan termasuk ahli shalat dan mereka juga bukan termasuk para dermawan yang suka memberi fakir miskin, sebaliknya mereka adalah orang - orang yang membicarakan kebatilan dan mendustakan hari pembalasan.
Firman Allah :" Apakah yang memasukan kamu kedalam Neraka Saqar ? mereka menjawab :" kami dahulu tidak termasuk orang - orang yang mengerjakan shalat dan kami tidak pula memberi makan fakir miskin dan adalah kami membicarakan yang batil bersama orang yang membicarakannya dan kami mendustakan hari pembalasan sehingga datang kepada kami kematian." maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang - orang yang memberi syafaat. (Al-mudatsir ; 42-48)
dari sini Saudariku muslimah .... kita harus menjaga shalat, pada waktunya dengan khusyu’ dan adab-adabnya serta sunnah - sunnahnya supaya kita meraih tiket masuk syurga. insya Allah.



