Suatu saat saya marah dan sebel dengan suami saya. saya kira kondisi ini pernah terjadi pada hampir semua yang bergelar istri. biasanya suami saya akan melempar pertanyaan penegasan :" Dek, kamu sedang marah ya sama mas ?"
saya menjawab :" iya" sambil menganggukkan kepala
nah, setiap kali saya marah atau sebel maka yang sering dilakukan suami saya adalah DIAM. ya DIAM. karena kata suami saya ini adalah pilihan terbaik daripada harus meneruskan cekcok. suami saya akan memilih asyik dengan aktivitas yang lain , seperti membaca buku atau ’bercengkrama’ dengan komputer. suami saya menunggu sampai semua reda dan saya dapat diajak bicara. sekali lagi, suami saya berpikir inilah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. benarkah ?
ketahuilah para suami, pikiran itu tidaklah benar. jujur saya sebagai seorang istri tidak suka dengan gaya demikian. dengan merajuk saya berkata pada suami saya :" kok, ade didiamkan."
"loh, kan sedang marah dan sebel !"
"ya , tapi jangan didiamkan begitu ." kata saya .. didekati saja, disayang sayang."
suami saya tertawa mendengar apa yang saya ucapkan. kata nya : ANEH.
* (Catatan dari suami : tapi tawa saya sekaligus menegaskan bahwa saya belum mengerti dan memahami istri saya. bahkan , sekedar bagaimana menanggapi ketika dia sedang marah sekalipun. untungnya istri saya bersedia memberitahu)
salah satu cara kalian untuk melanggengkan cinta kalian adalah melakukan pengenalan secara utuh terhadap sisi terdalam wanitanya. sebab istri kalian adalah orang yang paling dekat dengan kalian. jangan dibiarkan kedekatan yang kalian jalin sekedar kedekatan fisik, tetapi terasa tidak berkarib dalam emosi dan kejiwaan
kalian tidak terlalu utuh mengenal pola ekspresi wajahnya. kalian terlalu gagap memaknai diksi yang dilontarkannya. kalian sangat "rabun" menangkap bahasa dibalik sorot matanya. kalian bahkan memiliki sisi lemah untuk merasakan getaran jiwanya, dan merabai keinginan keingannya. kalau demikian pengetahuan kalian terhadap istri, rasanya kalian harus mengaku malu, untuk mengatakan kepadanya ,"sayang, aku adalah orang terdekat yang kau miliki."
seorang istri pernah bercerita, bagaimana ia merasa sebel ketika suaminya tidak mengetahui bahwa ia sedang marah. sang suami tetap biasa biasa saja dan baru mengetahui ketika istrinya berkata :" bi, aku ini sendang marah !" Oo, sedang marah, to ? maaf ya aku nggak ngerti."
kisah diatas benar2 terjadi dan sang suami (jelas jelas) sama sama aktivis dakwah.
lagi - lagi kita akan terpesona membaca pengenalan Rasulullah terhadap istrinya, Aisyah. suatu ketika beliau berkata kepada Humaira, Aisyah.
" Wahai Aisyah, aku tahu kapan kamu ridha dan kapan kamu sedang marah kepadaku !"
"bagaimana engkau mengetahuinya, Wahai Rasulullah ?"
" Jika kamu sedang ridha, maka kamu akan memanggilku dengan sebutan : Ya Rasulullah ! tapi , jika kamu sedang marah kepadaku, kamu akan memanggilku dengan sebutan : Ya, Muhammad !"
Begitulah Rasulullah mengenali istrinya. dalam situasi jiwa yang berbeda akan ditemukan diksi atau pilihan kata yang berbeda pula. Subhanallah, bagaimana halnya dengan kalian ? bahkan, sekedar mengetahui kalau istri kalian sedang marah saja, sinyal sinyal kejiwaan kalian tidak terlalu tajam.
memang membutuhkan waktu yang tidak pendek, tetapi harus ada keinginan kuat untuk mengenali sisi terdalam istri istri kalian. Agar komunikasi tetap lancar dan tidak tercipta kesalahan prasangka, hanya karena pengetahuan kalian yang dangkal dalam mengenali kekasih kalian, istri kalian. sebab, masing masing orang yang memiliki model ekspresi yang berbeda untuk situasi kejiwaan yang (hampir) sama. maka, jangan buru buru menyamakan istri kalian dengan kalian dalam mengekspresikan situasi kejiwaanya.
pada saat istri tengah terbaring dalam lelap gelap malam, tataplah wajahnya. mungkin ada lelah. tangkaplah pula senyum ketulusan yang melamatkan sketsa kelelahannya. rasakan getaran jiwanya bersama tarikan nafasnya yang tenang; lalu , tanyakan dalam diri kalian sudahkah antara kau dan aku tidak lagi terbentang hijab ?
*** didalam gelap malam, diantara ku tersadar dan tidak suamiku membisikan ditelingaku : dek, beri mas waktu untuk merasai sisi terdalam hati wanitamu.........
Bandung, in memoriam
segenggam rindu untuk suamiku......
saudariku.... jika engkau istri yang shalihah takkan kau biarkan sejumputpun barang haram masuk ketubuhmu, tubuh anak anakmu dan tubuh suami yang setiap malam berdekat lekat denganmu.
saudariku... jika engkau istri yang shalihah engkau takkan rela ada api menjilat kulitmu yang halus dan cantik kelak di neraka Allah, menjilat kulit anak anakmu yang lembut, dan menjilat kulit suamimu yang liat dan macho itu.
saudariku.... jika engkau istri yang shalihah, tentu berpuasa lebih baik bagimu daripada ngemil kerikil neraka.
Saudariku... jika engkau istri yang shalihah, jangna ijinkan suamimu tertuntut untuk mengais -ngais yang haram diantara sampah dunia.
saudariku.... jika engkau istri yang shalihah, engkau akan menyemangatinya dengan Allah, dan bukan dengan mengatakan :" kapan sih kamu bisa membahagiakan isteri !"
saudariku... jika engkau istri yang shalihah, yang akan kau katakan ketika suamimu berangkat adalah :" selamat berjuang suamiku tercinta, ya habiballah. segala kelelahanmu bekerja menjemput yang halal dari-Nya, akan dibalas Allah dengan pijatan lembut di syurga. disanalah kita menikmati setiap jerih payah. pergilah dengan ridha Allah dan pulanglah dengan barakah-Nya. kami dirumah lebih ridha berlapar lapar dengan perut dililit batu. kami Insya Allah kuat untuk itu. yang kami tidak mampu adalah didihan bara neraka, minuman panas membakar, buah zaqqum yang menggidikkan, darah, nanah, dan segala siksa yang tiada akhirnya....."
saudariku.... jika engkau istri yang shalihah, yang akan kau katakan ketia suamimu pulang adalah :" jujurlah pada Allah sayang.. cintaku.... darimana kau jemput ini semua ? dari syurgakah , hingga kelak kita akan bersama menikmati yang lebih banyak disana ? jika tidak, kembalikanlah. sungguh rumah reyot kita terlalu berharga untuk dimasuki barang hina meski emas, perak dan berlian bentuknya....
"aku dan anak - anakmu memang menghajatkan rizqi Allah. tapi hanya yang halal. aku dan anak anakmu menghajatkan banyak kebutuhan. tetapi kami lebih mencintai keberkahan. Qarun telah terbenam, Fir’aun telah tenggelam. bumi dan langit tidak menangisi mereka. tetapi adalah harapan kita berdua, untuk menemui Rasulullah ditelaganya. kelak segala kehausan sirna jika kita diberi minum olehnya."
Bersemangatlah suamiku, cintaku..... untuk menjemput barakahnya. Doa kami bersamamu...
Bandung,
in memoriam...... terimakasih ya Allah walau hanya 11 bulan kumendampingi suamiku
masih terasa lekat disini, dihati ini akan kelembutannya, ketawadhuannya, kesabarannya
cintanya, kasih sayang dan penghargaannya pada seorang istri yang baru belajar tuk menjadi sholehah
Uhhibuka lillah mas, tuk semua kenangan yang terindah
disampingmu tak pernah kurasakan sedikitpun kesedihan
karena berada disampingmu hanya manisnya iman kurasakan
semoga Allah mempertemukan kita kembali disyurga-Nya...
Malam sudah mendekati pagi, ketika hati ini masih menolak untuk disalahkan, walau merasa sangat bersalah. Baru beberapa menit sebelumnya mengakhiri perbincangan yang tidak mengenakkan dengan suami.
Suami tercinta yang meminta semua ini. Meminta agar saya terbuka, menceritakan apa yang disembunyikan di dalam hati (Ah seharusnya tanpa dimintapun aku harus terbuka, bukan?), yang pada mulanya telah saya tolak. Karena saya sangat yakin, jika saya mengungkapkan semuanya, bisa mengakibatkan dia terluka. Saya tidak ingin melukainya, karena saya mencintainya. Amat mencintainya. Selalu… selamanya…
Namun karena dia telah berjanji tidak akan mempermasalahkannya, akhirnya saya menceritakannya. Dan ternyata benar. Kami sama-sama terluka. Semoga Allah mengampuni kami, dan dia memaafkanku.
Diam-diam bathin ini merangkai kata, membentuk kalimat,
Cantik, anggun, menawan, mempesona, cerdas, kaya, berhati jahiliyah, berakhlak buruk.
Jelek/sedang (kan relative), miskin, tidak cukup cerdas, beriman, taat, shaliha, berakhlak baik.
Jelek/sedang (lagi-lagi relative) miskin, tidak cukup cerdas, berhati jahiliyah, tidak mengindahkan aturan Islam, berakhlak buruk.
Pilihan hanya tiga di atas. Karena yang, cantik, anggun, menawan, mempesona, shaliha, berakhlak baik, stoknya tidak selalu ada. Kalaupun ada, sudah keduluan orang lain. Kamu berada di posisi yang mana Ida?
Tidak sedikit pria beriman yang akhirnya memilih wanita kedua, karena ia memandang keimanan dan ketaatan si akhwat. Bukan rupa wajahnya, karena ia menyadari bahwa nilai kecantikan seorang wanita bukan terletak pada kecantikan rupanya. Melainkan pada akhlaknya. Jika akhlaknya bagus, insya Allah, dialah yang akan mampu diajak untuk menjalani biduk rumah tangga sakinah, mawadah, warohmah. Seperti yang didambakannya.
Wanita yang rupa wajahnya cantik memang akan mudah sekali dikenali pada saat pertama berjumpa. Namun, kecantikan yang terpancar dari aura keimanan wanita yang wajahnya tidak seberuntung wanita cantik, kadang baru akan bisa dikenali setelah beberapa waktu berdekatan. Dan ini tentu tidak akan merugikan ikhwan yang telah memilihnya untuk mendampingi perjuangannya. Karena sungguh, wanita dengan wajah tidak cantik namun shaliha, insya Allah akan lebih unggul dibanding wanita yang cantik namun berhati jahiliyah.
Lantas bagaimana dengan wanita yang tidak cantik namun berakhlak buruk? Berhati jahiliyah? Apalagi jika ketahuannya setelah dinikahi. Betapa malang yang menjadi suaminya! Dan fakta semacam ini banyak sekali terjadi di sekitar kita. Bahkan bisa jadi kita sendiri orangnya. Naudzubillah. Semoga tidak.
Saya kembali bertanya, apa yang ada pada dirimu, Ida? Mengapa kamu sampai hati berfikir yang bukan-bukan pada suamimu (LDL sering membuat pikiran ini berfikir buruk)? Jika kamu berusaha mentaatinya dalam rangka taat kepada Allah, maka, nilai kamu pada posisi yang kedua. Tapi jika kamu melakukan kebalikannya, maka kamu berada di posisi ke tiga. Betapa buruk dirimu!
Tanya itu masih bersambung, Ada berapa banyak di dunia ini wanita yang seperti ini?
Cantik tidak, kaya tidak, karir tiada, ilmu belum ada, menjadi shalihapun hanya pura-pura. Bagaimanalah ini?
Semula orang terpikat karena tampak kasalihahannya, tapi ternyata judesnya melebihi wanita-wanita jahiliyah? Apa yang bisa didapat seorang suami dari wanita semacam ini? Tekanan? Betapa kejam. Terakhir, jangan salahkan jika akhirnya para ikhwan memutuskan untuk memilih wanita yang cantik. Toh memilih yang jelekpun tetap tidak menghargai perintah agama!
Bisa jadi wanita cantik yang berakhlak buruk itu masih bisa dituntun ke jalan-Nya, untuk berbenah. Lha kalau wanita yang sudah tahu namun tidak menjalani? Bisa jadi sulit mengarahkannya. Wallahua’lam…
Intinya, untuk teman-teman muslimah yang saya cintai, jika antum merasa wajah tidak cantik. Percantiklah dirimu dengan akhlaqul karimah, agar kelak antum tidak mengecewakan suami antum. Semoga kelak menjadi para bidadari-bidadari surga di firdaus-Nya…
Semakin mendekatlah kepada-Nya. Saya sadar benar, akhir-akhir ini, saya memang merasa sangat jauh dengan Allah. Saya telah menjauh dari-Nya. Jarang mengaji, jarang qiyamul lail, sehingga sangat layak jika Allah, sering menegur dengan mendatangkan ujian-Nya. Dari penyakit yang nggak hilang-hilang. Hingga masalah-masalah kecil yang akhirnya menjadi besar. dan saya sadar semua adalah kelalaian saya pribadi.
Ida Raihan
Cheung Sha Wan- Hongkong
sumber : muslimdaily.net
Bandung, kisah ini sangat menyentakku.... ainul mardhiyah.. diposisi manakah dirimu ? mungkin diriku diposisi yang ketiga. betapa buruknya dirimu wahai ainul mardhiyah.......
disisa sisa potongan waktu, disela sela desau angin
ku coba tuk berdiri kembali , mencoba bangkit di atas keruntuhan sebuah pena yang terluka
ya Allah.... ijinkanku kembali pada-Mu.....
(read more ...)
iman adalah mata yang terbuka,
mendahului datangnya cahaya
tapi jika terlalu silau, pejamkan saja
lalu rasakan hangatnya keajaiban
Saya tertakjub membaca kisah ini; bahwa Sang Nabi hari itu berdoa.
Di padang Badr yang tandus dan kering, semak durinya yang memerah dan langitnya yang cerah, sesaat kesunyian mendesing. Dua pasukan telah berhadapan. Tak imbang memang. Yang pelik, sebagian mereka terikat oleh darah, namun terpisah oleh ‘aqidah. Dan mereka tahu inilah hari furqan; hari terpisahnya kebenaran dan kebathilan. Ini hari penentuan akankah keberwujudan mereka berlanjut.
Doa itulah yang mencenungkan saya. “Ya Allah”, lirihnya dengan mata kaca, “Jika Kau biarkan pasukan ini binasa, Kau takkan disembah lagi di bumi! Ya Allah, kecuali jika Kau memang menghendaki untuk tak lagi disembah di bumi!” Gemetar bahu itu oleh isaknya, dan selendang di pundaknya pun luruh seiring gigil yang menyesakkan.
Andai boleh lancang, saya menyebutnya doa yang mengancam. Dan Abu Bakr, lelaki dengan iman tanpa retak itu punya kalimat yang jauh lebih santun untuk menggambarkan perasaan saya. “Sudahlah Ya Rasulallah”, bisiknya sambil mengalungkan kembali selendang Sang Nabi, “Demi Allah, Dia takkan pernah mengingkari janjiNya padamu!”
Doa itu telah menerbitkan sejuta tanya di hati saya. Ringkasnya; mengapa begitu bunyinya? Tetapi kemudian, saya membaca lagi dengan sama takjubnya pinta Ibrahim, kekasih Allah itu. “Tunjukkan padaku duhai Rabbi, bagaimana Kau hidupkan yang mati!”, begitu katanya. Ah ya.. Saya menangkap getar yang sama. Saya menangkap nada yang serupa. Itu iman. Itu iman yang gelisah.
Entah mengapa, para peyakin sejati justru selalu menyisakan ruang di hatinya untuk bertanya, atau menagih. Mungkin saja itu bagian dari sisi manusiawi mereka. Atau mungkin justru, itu untuk membedakan iman mereka yang suci dari hawa nafsu yang dicarikan pembenaran. Untuk membedakan keyakinan mereka yang menghunjam dari kepercayaan yang bulat namun tanpa pijakan.
Kita tahu, di Badr hari itu, Abu Jahl juga berdoa. Dengan kuda perkasanya, dengan mata menantangnya, dengan suara lantangnya, dan telunjuk yang mengacung ke langit dia berseru, “Ya Allah, jika yang dibawa Muhammad memang benar dari sisiMu, hujani saja kami dari langit dengan batu!” Berbeda dari Sang Nabi, kalimat doanya begitu bulat, utuh, dan pejal. Tak menyisakan sedikitpun ruang untuk bertanya. Dan dia lebih rela binasa daripada mengakui bahwa kebenaran ada di pihak lawan.
Itukah keyakinan yang sempurna? Bukan. Itu justru kenaïfan. Naif sekali.
Mari bedakan kedua hal ini. Yakin dan naïf. Bahwa dua manusia yang dijamin sebagai teladan terbaik oleh Al Quran memiliki keyakinan yang menghunjam dalam hati, dan keyakinan itu justru sangat manusiawi. Sementara kenaifan telah diajarkan Iblis; untuk menilai sesuatu dari asal penciptaan lalu penilaian itu menghalangi ketaatan pada PenciptaNya. Atau seperti Abu Jahl; rela binasa daripada mengakui kebenaran tak di pihaknya. Atau seperti Khawarij yang diperangi ‘Ali; selalu bicara dengan ayat-ayat suci, tapi lisan dan tangan menyakiti dan menganiaya muslim lain tanpa henti. Khawarij yang selalu berteriak, “Hukum itu hanya milik Allah!”, sekedar untuk menghalangi kaum muslimin berdamai lagi dan mengupayakan kemashlahatan yang lebih besar. Mencita-citakan tegaknya Din, memisahkan diri di Harura dari kumpulan besar muslimin, dan merasa bahwa segala masalah akan selesai dengan kalimat-kalimat. Itu naïf.
Dan beginilah kehidupan para peyakin sejati; tak hanya satu saat dalam kehidupannya, Ibrahim sebagai ayah dan suami, Rasul dan Nabi, harus mengalami pertarungan batin yang sengit. Saat ia diminta meninggalkan isteri dan anaknya berulang kali dia ditanya Hajar mengapa. Dan dia hanya terdiam, menghela nafas panjang, sembari memejamkan mata. Juga ketika dia harus menyembelih Isma’il. Siapa yang bisa meredam kemanusiaannya, kebapakannya, juga rasa sayang dan cintanya pada sesibir tulang yang dinanti dengan berpuluh tahun menghitung hari.
Dan dia memejamkan mata. Lagi-lagi memejamkan mata.
Yang dialami para peyakin sejati agaknya adalah sebuah keterhijaban akan masa depan. Mereka tak tahu apa sesudah itu. Yang mereka tahu saat ini bahwa ada perintah Ilahi untuk begini. Dan iman mereka selalu mengiang-ngiangkan satu kaidah suci, “Jika ini perintah Ilahi, Dia takkan pernah menyia-nyiakan iman dan amal kami.” Lalu mereka bertindak. Mereka padukan tekad untuk taat dengan rasa hati yang kadang masih berat. Mereka satukan keberanian melangkah dengan gelora jiwa yang bertanya-tanya.
Perpaduan itu membuat mereka memejamkan mata. Ya, memejamkan mata.
Begitulah para peyakin sejati. Bagi mereka, hikmah hakiki tak selalu muncul di awal pagi. Mereka harus bersikap di tengah keterhijaban akan masa depan. Cahaya itu belum datang, atau justru terlalu menyilaukan. Tapi mereka harus mengerjakan perintahNya. Seperti Nuh harus membuat kapal, seperti Ibrahim harus menyembelih Isma’il, seperti Musa harus menghadapi Fir’aun dengan lisan gagap dan dosa membunuh, seperti Muhammad dan para sahabatnya harus mengayunkan pedang-pedang mereka pada kerabat yang terikat darah namun terpisah oleh ‘aqidah.
Para pengemban da’wah, jika ada perintahNya yang berat bagi kita, mari pejamkan mata untuk menyempurnakan keterhijaban kita. Lalu kerjakan. Mengerja sambil memejam mata adalah tanda bahwa kita menyerah pasrah pada tanganNya yang telah menulis takdir kita. Tangan yang menuliskan perintah sekaligus mengatur segalanya jadi indah. Tangan yang menuliskan musibah dan kesulitan sebagai sisipan bagi nikmat dan kemudahan. Tangan yang mencipta kita, dan padaNya jua kita akan pulang…
salim a. fillah –www.fillah.co.cc-
(read more ...)
ABUL ASWAD AD-DUALI berkata kepada anaknya :" Wahai anakku, aku telah berbuat baik kepadamu sejak kalian kecil hingga dewasa bahkan sejak kalian belum lahir."
"sejak kami belum lahir ?"
"iya, " Jawab Abul Aswad
"Bagaimana caranya, Ayahanda ?"
"Mmh, Ayah telah memilihkan untuk kalian seorang wanita terbaik diantara sekian banyak wanita. Ayah pilihkan untuk kalian seorang ibu yang pengasih dan pendidik yang baik untuk anak-anaknya."
PESAN RABBANI dalam firman Allah :" Perliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang berbahan bakar manusai dan batu." (QS At-Tahrim ; 16), mengajarkan kepada kita akan pentingnya pendidikan didalam keluarga. Ali bin Abi Thalib mengatakan :" Ajari mereka dan didiklah mereka". Keluarga pada akhirnya menjadi sekolah utama dalam kerja pewarisan Islam
Sebagaimana kisah Abul Aswad Ad-Dhuali diatas, Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid didalam bukunya Manhaj At-Tarbiyyah An Nabawiyyah lit-thifl menjelaskan bahwa faktor tak kalah penting yang membantu seorang ayah mendidik anaknya adalah keberadaan seorang istri, perhatian seorang lelaki terhadap generasi penerusnya, semestinya telah dimulai sejak memilih istri. Ia tidak sekedar menuruti keinginan dirinya, tetapi juga berorientasi untuk memilihkan guru bagi anak-anaknya.
Disinilah cita - cita peradaban itu dimulai, yaitu sejak seorang laki - laki memilih pasangan hidupnya. Menentukan siapa istrinya, sekaligus menetapkan calon pendidik bagi putra putrinya. sejak saat itu seorang lelaki semestinya telah membuat design untuk membangun sebuah sekolah didalam rumah.
itulah sebabnya, Abul Hasan Al-Mawardi beranggapan bahwa memilih istri merupakan hak anak atas ayahnya. Umar bin Khathab mengatakan :" Hak seorang anak yang pertama - tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. yaitu, seorang wanita yang memiliki kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak baik, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna, serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan."
Didalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi mengatakan :" pilihlah tempat yang baik untuk menyemaikan nutfah kalian, nikahilah wanita wanita yang seimbang dan nikahkanlah wanita - wanita itu dengan mereka."
hmmm... saya merasakan inilah tanggung jawab pertama kalian sebagai suami ; memilih secara tepat istri kalian. namun, saya juga menyadari bahwa kerja ini tidak berhenti sampai disini. kerja berikutnya yang tidak kalah penting adalah kerja pemeliharaan, penumbuhan, serta penyiapan. jadi, tanggung jawab kalian, sebagai suami, tidak berhenti sebatas memberi nafkah. ada peran lain yang harus dimainkan sejak dini, bahkan sejak sebelum kewajiban memberi nafkah ditetapkan.
Memelihara, menumbuhkan serta menyiapkan istri kalian untuk dapat menjadi seorang ibu dan guru bagi anak-anak harus mendapatkan prioritas. kalian tidak hanya memilih istri yang memiliki pesona potensi luar biasa. pesona potensi itu harus dapat kalian pelihara an kalian tumbuhkan agar tidak redup ditengah jalan, terlebih ketika telah menikah dengan kalian. suami perlu meningkatkan kapasitas dan kemampuan istri. agar ia memiliki bekal untuk menyukseskan perannya sebagai seorang pendidik.
Ada sebuah kisah inspiratif dari seorang ustadz. untuk meningkatkan kemampuan istrinya dalam mengurus keluarga, sang ustadz tanpa segan segan mengikutkan istrinya kursus membordir dan menyulam. ketika ditanya alasannya, ustadz itu menjawab :" saya takut seandainya nanti diakherat ditanya Allah : apa yang sudah kau lakukan untuk istrimu ?
begitulah kiranya kita mengawali pembentukan keluarga kita. mereka yang dirundung cinta semestinya memperhatikan pula tumbuh kembang buah cinta mereka nantinya. mereka tidak melupakan kerja kerja pewarisan dari sebuah keluarga muslim.
saya pernah mendapat kiriman sebuah sajak dari seorang ikhwan lewat email. sajak ini lukisan tentang pikiran nya terhadap seorang wanita yang nantinya akan menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya.
Kasihku, Ibu dari anak anakku....
ajari mereka bersahabat dengan kehidupan
agar tak menjadi asing ditanah kelahiran
yang mafhum meminta dan menangisi dunia
tapi gagah bekerja dan membelai sesama
ajari anak-anak kita merabai dirinya
agar mereka merasakan kebesaran yang maha segala
bahwa mereka lahir untuk masa depan
dan untuk memuaskan kita
begitu pentingnya mempersiapkan tempat persemaian benih generasi kalian, sekaligus guru bagi anak-anak kalian, sampai sampai Rasulullah membenarkan pandangan Jabir bin Abdullah yang memilih seorang janda menjadi istrinya, hanya karena satu alasan : kerja - kerja pendidikan. ketika jabir mengabarkan kepada Rasulullah bahwa dirinya telah menikah, Rasul lalu bertanya kepadanya :
"jabir, kamu menikah dengan gadis atau janda ?"
"dengan seorang janda ya Rasulullah."
"kenapa tidak pilih yang masih gadis. dengannya kamu bisa mengajaknya bergurau, begitu pula ia bisa bergurau denganmu."
Jabir memiliki alasan yang perlu untuk kita renungkan. sebuah alasan yang inspiratif dan visioner, tetapi sekaligus realistis.
"Ya Rasulullah, orang tuaku telah meninggal, sedangkan aku memiliki banyak saudari yang masih kecil. itulah sebabnya , saya tidak memilih menikah dengan gadis, yang usianya seperti mereka. aku khawatir istriku tidak bisa mendidik mereka dan tidak bisa mengurus mereka. akhirnya, saya memilih menikahi seorang janda dengan berharap ia bisa mengurus dan mendidik saudari saudariku yang masih kecil.
saudaraku ... kaum muslimin , para calon suami, para calon ayah... persiapkan lah madrasah keluarga kalian sejak dini...didalam buaian seorang wanita bisa menghasilkan bara yang menguncang dunia.....
Bandung,
mentari itu telah bersinar...
tiada redup tiada panas
hanya ada seberkas kilatan
tuk buktikan
tuk hancurkan
peradaban yang tak berkias......
MELAHIRKAN merupakan momentum perjuangan yang tidak ringan bagi istri. Ia memeras energi, sekaligus memungkinkan untuk menggadaikan nyawa untuk sebuah generasi. Namun, ia juga menjadi titik awal ketika suami harus menambah perannya. Peran sebagai seorang ayah. Ayah, kata itu seakan menyimpan harapan yang menghujam sangat dalam pada diri kelaki-lakian. di balik kata itujuga, terdapat tanggung jawab yang besar.
kata itu menyuguhkan perasaan bangga dan bahagia, sekaligus meneguhkan kedirian kalian sebagai laki - laki. ia bagaikan padang sabana hijau yang membentang luas dengan tiupan angin yang sepoi-sepoi. Menjadikan jiwa kalian para suami lapang dan pandangan kalian para suami tajam menatap masa depan. Saat itulah kalian harus mulai memikirkan masa depan sebuah generasi yang lahir dari rahim kekasih kalian. Kasih sayang, perhatian, tanggung jawab dan juga pendidikan bagi anak menjadi bahasa yang akan meneguhkan makna cinta kalian.
saat menjelang kelahiran adalah saat ketika kalian para suami perlu memperkuat dan menunjukkan makna kebersamaan dengan istri, karena ia merupakan momentum perjuangan yang tidak ringan. inilah awal ketika tanggung jawab terhadap sebuah generasi dimulai. tanggung jawab yang tidak sekedar dimiliki seorang istri. kebersamaan dalam cinta adalah bahasa yang selalu diharapkan dalam nafas pernikahan.
Menunggu istri saat persalinan bukanlah barang sederhana, yang bisa dinafikan. Sungguh, anak merupakan anugerah terindah yang diberikan Allah kepada kita. Ia menjadi harapan setiap orang yang telah menikah. tidak jarang tetes air mata harus mengalir membersamai setiap lantunan doa, agar Allah ta ala menganugerahi seorang anak. Itulah yang dapat kita rekam dari kehidupan Nabi Zakariya a.s. Usianya yang merangkak senja telah menumbuhkan uban dikepala, merapuhkan tulang - tulangnya, dan melemahkan tenaganya. Padahal, belum juga Allah menganugerahi anak kepadanya. kerinduan untuk memiliki seorang anak semakin menggelora.Maka, bersama kesunyian malam, Nabi Zakariya tiada henti untuk berdoa :" Ya Tuhanku, sesungguhnya tulang - tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Tuhanku."
Karena anak merupakan anugerah dari Allah ta ala maka selayaknya kalian para suami perlu menyambutnya dengan penuh kesyukuran. kehadiran kalian untuk berdekat dekat dengan istri saat persalinan adalah penerimaan yang tulus, yang selayaknya kalian berikan. Penerimaan terhadap kelahiran anak kalian. anak yang lahir dari rahim kekasih kalian. inilah bahasa pengungkapan yang perlu di tunjukkan.
Tidak sekedar itu saja wahai suami membersamai istri saat persalinan ternyata membawa efek psikologis yang besar bagi istri kalian. dukungan suami saat bersalin sangat diperlukan agar istri bisa lebih kuat, nyaman dan percaya diri ketika bersalin. terlebih ketika istri merasa panik dan kesakitan. lalu apa efek yang bisa muncul bagi kalian para suami ? peristiwa kelahiran akan menanamkan perasaan untuk lebih menghargai dan menyayangi istri kalian. setiap detik dari perjuangannya terekam kuat dalam ingatan kalian para suami. pengorbanannya terasa tak ternilai oleh apapun yang kalian berikan kepadanya sebagai pengganti.
Sodaraku....
cinta harus dibahasakan. salah satunya dengan memberikan dukungan kepada istri saat bersalin. memberikan kata - kata motivasi, doa dan sentuhan fisik akan meredakan kepanikannya. disinilah seorang suami harus mampu mengendalikan emosinya. kalian para suami perlu belajar untuk kuat dan tidak menjadi lebih panik dibanding kekasih kalian. mungkin ada keharuan ketika menyaksikan istri yang sedang berjuang untuk melahirkan anak kalian, berpelu peluh dan menguras tenaga. mungkin ada rasa khawatir yang membuncah saat mengetahui istri berpayah payah , tapi tetap saja kalian harus belajar tenang.
Sodaraku.....
membersamai istri saat persalinan akan mengurangi depresi pasca persalinan (Post partum depression) atau baby blues. ada kalanya ibu sehabis melahirkan dilanda perasaan sedih dan murung. kelahiran menuntut ibu menyesuaikan diri dengan situasi baru. ia harus mengurus anak, serta harus tetap mengurus pekerjaan rumah tangga. semua itu akan menyita pikiran dan energinya, hingga dapat memicu emosi dan stres. terlebih ketika makna kebersamaan itu tidak terlihat diberikan suaminya sejak detik detik awal persalinan. Padahal, banyak penelitian menjelaskan bahwa depresi yang dialami ibu sangat mempengaruhi bayi.
saya kutipkan pendapat dari Dr. I Akman dari Marmara University Medical School, Istambul Turki dalam laporan hasil risetnya di Archives of Diseases in childhood (download) mei 2006, menyimpulkan bahwa depresi pada ibu yang baru melahirkan akan menghambat terjalinnya ikatan batin (bonding) yang kuat dengan bayinya. kondisi ini akan menyebabkan terjadinya kolik (Sejenis gangguan pencernaan).
Penjelasan dr. Akman diatas memberikan gambaran tidak langsung tentang peranan yang harus dimainkan seorang suami kepada istrinya saat menjalani persalinan, yaitu menciptakan rasa tenang dan aman bagi istri.
Penelitian lain nya dilakukan oleh Dr.Myna M.Wissman bersama timnya dari colombia university, New york. Ia meneliti selama 20 tahun dan menemukan bahwa depresi yang menimpa orang tua bisa menulari anak, bahkan hingga mereka dewasa kelak. 101 orang tua, ketika salah satu atau keduanya mengalami depresi, ternyata menyebabkan anak anak mereka beresiko menderita depresi tiga kali lipat dibanding anak anak yang orang tuanya tidak depresi. selain itu, mereka juga beresiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah, serta beresiko dua kali lebih besar menderita gangguan fungsi otot dan saraf serta kesulitan dalam bersosialisasi.
*******
Subhanallah..... menunggui istri saat persalinan bukanlah barang sederhana, yang bisa diabaikan begitu saja. berawal dari kebersamaan itu, kalian tengah menyiapkan sebuah generasi yang kuat, tegar dan sehat. generasi yang menatap masa depannya dengan cerah, karena diawal ia menghirup udara segar dunia, ia disambut dengan penerimaan yang tulus.penerimaan yang menciptakan ikatan batin secara lekat. kalau ada kebersamaan antara suami istri yang memuat makna kepahlawanan lebih, mungkin ia adalah kebersamaan selama persalinan.
bandung......
diujung gelap kucoba urai kata demi kata
agar serunai malam tak lagi pekat
disela tangis manusia pemula
menyambut dunia yang kian fana.........
kekhawatiran terasa menekan bapak muda itu. Ia cemas jika periksa kali ini tidak bisa mencapai target berat badan bayi seperti yang seharusnya. ketika mereka telah mendapat giliran dan istri di USG , alhamdulillah, ternyata berat badan bayi telah naik seperti yang ditargetkan. hanya saja detak jantung bayi saat itu berpacu cepat.
"mbak, anti sedang panik, ya ?" tanya dokter . sang istri hanya mengulum senyum dan mengaku kalau ia cemas dengan berat badan bayi yang tidak naik.
"sudahlah santai saja, tidak usah dipikir. perhatikan saja asupan gizinya. InsyaAllah , waktunya masih cukup."
"kalau ibunya stress, biasanya detak jantung bayi menjadi lebih cepat. bayi terpengaruh menjadi stress juga." tambah dokter tersebut.
Saat itu saya berpikir keras , apa hubungan antara stress yang dialami sang ibu dengan bayi yang dikandungnya ? saya belum menemukan hubungannya secara jelas. sampai akhirnya saya membaca didalam surat Al-Hajj ; 2 saya tertegun. "Ingatlah pada hari ketika kamu melihat (guncangan itu) semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya..." kedahsyatan hari kiamat sanggup menggugurkan janin dalam rahim. akan tetapi kenapa bisa seperti itu ? panik. jika benar maka persoalannya adalah psikologis.
hmm... ketika saya bertemu dengan seorang teman yang istrinya baru saja keguguran, saya sampaikan ayat itu kepadanya.beberapa bulan sebelum keguguran, mereka berdua pernah jatuh dari motor. namun, setelah kasus itu, tidak ada plek atau pendarahan. biasa saja, setelah beberapa bulan kemudian istrinya keguguran. saya menduga penyebabnya adalah emosi si ibu." mungkin ada persoalan psikologis yang menyebabkan sebagaimana disebut Al Qur an, meski tidak semua begitu. kata saya
"bener ukhti, katanya sambil mengingat sesuatu. Beberapa hari sebelum istri keguguran kami bertengkar. Istri marah hebat dan ternyata sering begitu, bahkan, dia pernah mengatakan :" ya sudah digugurkan saja kandungan ini !"
situasi kejiwaan ibu ternyata sangat mempengaruhi kondisi bayi didalam rahim. kesimpulan itulah yang saya peroleh dari serangkaian pengalaman dan cerita dari teman2.
didalam sebuah artikel saya menemukan jawaban atas apa yang menjadi pertanyaan saya selama ini. artikel tersebut menjelaskan bahwa ada sejumlah hormon progesteron. hormon ini berfungsi membangun lapisan didinding rahim untuk menyangga plasenta, mencegah kontraksi atau pengerutan otot-otot rahim sehingga mencegah keguguran atau persalinan dini.
********
sebuah penelitian di jerman yang dilakukan perta Arck dan kawan kawan, ditemukan bahwa secara tidak langsung stress menekan prodiksi hormon progesteron. kesimpulan bahwa stres dapat menjadi penyebab keguguran setidaknya didapat dari hasil penelitian terhadap tikus. kalau pada tikus - tikus yang sedang hamil ini diberikan suara suara keras atau pemicu stres dalam bentuk lain, maka tikus tikus tadi akan mengalami ketidak stabilan hormon. ketidak stabilan inilah yang dapat mengubah sistem kekebalan pada janin karena disaat stress tubuh akan mengeluarkan hormon stress yang disebut kortisol.
Peningkatan kortisol dalam aliran darah akan menekan produksi progesteron. Arck dan kawan kawan telah memantau 864 wanita hamil. ia mengambil sampel darah untuk melihat tingkat stress masing masing wanita yang tengah berbadan dua itu. hasilnya, 55 wanita hamil yang mengalami keguguran ternyata lebih sering mengalami stres dibanding ibu hamil lainnya yang tidak begitu banyak menghadapi stres
hmmm... ternyata ada kerja cinta lainnya buat suami ketika istri sedang hamil, kerja untuk memberikan pendampingan prima kepadanya. pendampingan yang tidak sekedar fisik, tetapi juga kejiwaan. kerja pendampingan ini merupakan bagian dari proyek regenerasi. istri membutuhkan perhatian istimewa, dorongan dan motivasi tiada henti. sekaligus ketulusan utuh dalam seluruh kerja - kerja pendampingan itu.
kita perlu menyadari sepenuhnya bahwa kondisi kejiwaan istri ketika hamil sangatlah mempengaruhi perkembangan janin didalam rahim. secara mengerikan, barangkali dapat dikatakan bahwa menciptakan rasa tenang istri sekaligus memberikan support motivasi kepadanya, ternyata terkait erat dengan urusan nyawa sebuah generasi ; generasi kita sendiri; anak anak kita, ia juga mempengaruhi kualitas emosi anak dan tingkat perkembanganya.
Anak adalah anugerah terindah dari Allah yang patut untuk disyukuri sekaligus dijaga. Allah mendatangkan kebahagiaan dengan lahirnya anak dari seorang istri. " Allah menjadikan bagimu istri - istri dari jenismu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri - istrimu itu, anak - anak dan cucu cucu ...." (Qs. An-Nahl; 72).
Sejak awal kita harus menjaganya, agar anak kita tiak tumbuh menjadi dzurruyyatun dhi aafan (generasi yang lemah) (QS. An-Nissa ; 9)
sembari kalian para suami memberikan pendampingan prima pada istri, topanglah ia dengan lantunan doa yang selalu terkirim bersama sujud kalian :" Rabbi habli minladunka dzurriyyatan thayyibatan, innaka samii ud du aa " (ya Rabbku, berilah aku disisi-Mu anak yang baik, sungguh Engkau Maha Pendengar doa) (Qs. Ali Imran ; 38)
aminnnn...
bandung......
disisi sudut ruang hati................
mari saudara saudaraku kita simak penuturan seorang suami yang mendampingi istrinya dikala hamil............
Istri saya terbaring lemas disamping ketika saya melaksanakan sholat. padangan mata saya mulai tidak jelas dan berkaca-kaca. dengan sekuat tenaga saya pejamkan mata, berharap ada yang bisa ditahan. tapi terlambat. bayangan ibu saya datang silih berganti. mengalir bersama air mata yang menetes dari sudut mata.
Wajah cantik istri saya yang mendadak berubah pucat berkelindan dengan wajah ibu saya yang mulai keriput, beruban dan tua. Saya teringat saat ibu saya berubah biru wajahnya, menahan sakit akibat maag akut yang dideritanya. saya membayangkan saat ibu saya,yang perempuan desa dan tidak mengenal konsultasi dokter spesialis kandungan itu, menghadapi kehamilan ketika mengandung saya....
saya mengenang diri saya yang jarang pulang, menyambangi ibu-ayah saya didesa . Dan saat inilah perasaan durhaka itu menyeruak hadir membayangi saya, saya takut. rasanya aktivitas saya dalam dakwah tidak memiliki bobot makna yang berarti tatkala mengenangi ibu. Sungguh, saya kembali merasakan kerinduan yang sangat pada ibu, ketika harus membersamai istri saya yang mengalami morning sickness.
hmmm.. mendengar cerita teman Saya jadi teringat pada perintah Allah ta’ala untuk berbuat baik kepada ibunya. Alasannya jelas, beliau yang telah mengandung dalam keadaan lemah, melahirkan dan menyusui :" Dan perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya ; ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah - tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun." (QS.Luqman ;14)
selain perasaan itu lanjutnya terus terang saja, saya ikut dibuat panik dengan kehamilan pertama istri saya Istri mengalami tanda tanda kehamilan ketika usia pernikahan kami memasuki semester pertama. skami merasa bersyukur ketika istri melakukan test kehamilan yang hasilnya kami lihat bersama ; positif hamil. Dua garis merah dapat kami lihat dengan jelas pada pagi itu. Alhamdulillah. kami sama-sama bersyukur Lalu, beberapa hari kemudian, istri mengalami morning sickness.
Rasa mual dan muntah yang dirasakannya seakan saya rasakan juga. Aneh, dan saya tidak dapat menemukan akar sebabnya. lanjutnya. luar biasa. rasa itu tidak saja terjadi pada pagi hari, tetapi sepanjang waktu
hmm.. mungkin mengalami hiperemesis gravidarum (frekuensi dan lamanya mual muntah terjadi secara berlebihan) dan ini emang wajar terjadi pada trisemester awal kehamilan.
Ketika ditanya masalah itu jawaban sang istri :" Wonderfull, Mas !" hmmm........
lanjutnya...... saya putuskan untuk tidak i’tikaf, padahal kami sudah merencakan untuk itu. saya harus mendampingi istri, membantu kebutuhan nya dan (yang terpenting) memberi motivasi dan mengawal situasi kejiwaannya.
ya memang disaat seperti itu seorang istri sangat membutuhkan kehadiran suaminya disamping. karena pada saat saat itu sang istri membutuhan sentuhan cinta yang lebih, perhatian yang terakomodasi, dan pendamping yang intens.
sodara-sodaraku..... kenapa harus mendampingi istri ? selain gembira dan bersyukur atas terjadinya kehamilan, terselip juga rasa cemas terutama bagi ibu-ibu yang baru pertama kali hamil. ia harus menghadapi beberapa perubahan dalam dirinya. peran suami adalah membersamai istri untuk siap menghadapi kegelisahan secara psikologis. bukankah suami adalah orang terdekat yang dimiliki sang istri ?
Sejumlah penelitian, konon menjelaskan bahwa kurangnya dukungan dari suami selama kehamilan merupakan faktor yang paling sering menimbulkan post-partum blues atau kesedihan pasca persalinan. Ah, Wallahu a’lam (itu teori yang pernah saya baca)
hmm... jadi teringat kembali pada hadist Rasulullah :" sebaik -baik kamu adalah yang paling baik dalam bergaul dengan istrinya, dan aku adalah yang paling baik diantara kamu dalam bergaul dengan istri." (HR.Tirmidzi)
Mendampingi istri, jika dilakukan secara ikhlas, insya Allah, jauh lebih ringan daripada keadaan istri kita ketika hamil. dimana, setiap istri merasa mual muntah, yang katanya sangat wonderfull itu, ia akan merintih kesakitan. maka untuk para suami, dekatilah istri kalian, usaplah perutnya. mungkin emang tidak banyak membantu untuk mengurangi rasa mual itu, tapi dari sisi psikologis menimbulkan motivasi bagi sang istri tuk tegar dan sabar menjalani masa - masa itu karena sang istri tidak sendiri merasakannya ada kalian suaminya menemani disampingnya. membersamai masa itu. membersamai kehadiran buah hati yang dinanti... bersama sama....
ucapkan kalimat kalimat dan kata kata santun tuk meredahkan emosi sang istri ketika sakit mulai terasa. misalnya nih.... hmmmm..... "Sayang, daripada mengaduh lebih baik ucapkan kalimat thayyibbah. mungkin akan lebih baik bagi perkembangan psikologis janin kita ." subhanallah.... dengan sedikit perkataan itu insya Allah sang istri akan merasakan manisnya sebuah proses kehamilan.... menikmati saat saat sakit pada trisemester pertama, menikmati dan merasakan perkembangan janin, mulai dari detak jantung, gerakan gerakan kecil sampai pada tahap komunikasi 2 arah antara janin dan orang tuanya. melalui sentuhan sentuhan dan ucapan ucapan lembut. masa masa kehamilan adalah masa dimana kita bertafakur akan karunia dan kebesaran sang Illahi. juga merupakan masa masa muhasabah mengenang kembali saat saat ibu kita mengandung kita , menahan sakit ketika melahirkan kita.... subhanallah.. disaat saat itu banyak yang bisa kita petik dan rasakan. insya Allah............
jadi teringat sepenggal sajak dari WS Rendra berjudul Sajak seorang Tua untuk istrinya.
Suka dan duka kita bukanlah istimewa...
karena setiap orang mengalaminya.....
ya .. setiap pasangan suami istri pasti mengalaminya.... tinggal sekarang gimana tiap pasangan memaknainya.
ya.. saat saat kehamilan istri adalah masa ketika para suami belajar merasakan hakikat diri sebagai seorang anak dan suami sekaligus.....
untuk para suami.... persiapan diri.... dampingin istri.. jadilah suami SIAGA........ oke.. oke....
bandung, .....................
coretan kecil disudut ruang dari seorang hamba Allah yang baru belajar tuk memberikan yang terbaik dari sedikit goresan pena yang terbuang.....
Pernah dengar kisah ini gaaaaaa....???? jika belum saya akan mengisahkan untuk teman teman. Glenn Doman pernah bercerita tentang seorang ibu yang bertanya kepada ahli perkembangan anak. pertanyaannya sederhana, yaitu kapan ia harus mulai mendidik anaknya.
"kira - kira kapan anak ibu akan lahir ? ahli itu bertanya dengan antusias.
"Oh, anak saya telah berusia lima tahun sekarang," jawab ibu itu
"cepatlah pulang, bu !"
"kenapa ?" tanya si ibu dengan penuh keheranan
"ibu telah menyia - nyiakan lima tahun terbaik dari hidup anak ibu."
hmmm.... kisah diatas sedekar potongan peristiwa tentang urgensi pendidik anak sejak dini, bahkan menurut saya sejak bayi, yang tidak boleh diabaikan kedua orang tuanya. Wallahu a alam.
ketika menceritakan semua ini kepada seorang teman yang saat ini sedang menanti kehadiran sang buah hati, dia berkomentar.... tiba tiba perasaan untuk menyiapkan kematangan anak muncul begitu saja ketika dia harus mendampingi istrinya, saat hamil pertama. memang, saat ini usia kehamilan istrinya belum seberapa baru memasuki trisemester pertama, kurang lebih baru enam minggu. masa ini merupakan masa organogenesis atau pembentukan organ bayi.
Keinginan untuk menyiapkan kematangan bayi, sekaligus mengawal perkembangan organnya, muncul tatkala istri mengalami hiperemesis gravidarum (mual muntah terjadi secara berlebihan). Istri selalu mengeluh merasakan mual muntah. tidak sekedar itu, ia juga menjadi malas untuk makan. Dalam situasi seperti itu, saya jadi berpikir, istri harus didampingi. harus ada suport motivasi dan dukungan psikologis. Mungkin ini pekerjaan semua lelaki pada awal-awal kehamilan istrinya; menjadi suami untuk istrinya dan belajar sebagai ayah untuk (calon) bayinya.
emesis gravidarum atau mual muntah yang secara natural dialami istri saat hamil, seakan menjadi wasilah (sarana) pembelajaran bagi para suami. ia menyebabkan terjadinya dua keadaan sekaligus, yaitu kegelisahan psikologis dan kelemahan fisik. kegelisahan psikologis sering muncul dalam kalimat kalimat negatif, seperti keluhan, marah, atau letupan letupan emosional. sementara itu, kelemahan fisik muncul akibat berkurangnya nafsu makan istri. akibat lebih jauh, sebenarnya adalah terbatasnya asupan gizi bagi janin. kondisi seperti ini jelas akan berakibat bagi perkembangan janin. Wallahu a alam.
saat seperti inilah, para suami merasakan kemuliaan islam untuk menjaga kehidupan anak. kesadaran inilah yang akhirnya para suami temukan sepanjang menyaksikan perkembangan istri. Subhanallah, dalam banyak tempat islam menegaskan persoalan ini.
"Sesungguhnya rugilah orang - orang yang membunuh anak - anak mereka karena kebodohan tanpa pengetahuan....... (QS. Al-An am ; 140). atau seperti diperingatkan Allah ta ala dalam firman-Nya :" Hendaklah takut kepada Allah, orang - orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak - anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar." (QS An-Nisa;9)
begitu jelas Alquran men-tarbiyah kita agar tidak meninggalkan dzurriyyatan dhi aafan (generasi yang lemah). Sebuah kesadaran tentang pendidikan anak sejak dini yang luar biasa. artinya, secara psikologis dan fisiologis penyiapan perkembangan janin harus mendapat perhatian.
Melalui istri, para suami sedang ditarbiyah untuk menjadi suami yang lebih dekat dengannya, sekaligus sebagai ayah yang memperhatikan perkembangan janin. ketika Al-quran mengatakan agar orang tua bertakwa (falyattaqullaha), itu artinya calon orang tua harus menyiapkan kematangan spiritualitas secara prima. sementara itu, ketika Al-quran menganjurkan para orang tua untuk mengucapkan perkataan yang benar (qaulan sadida), para suami tersadar untuk menasehati istri agar tidak banyak mengeluh dan mengganti keluhan - keluhan itu dengan kalimat - kalimat thayyibah. tentunya, nasehat itu juga ditujukan untuk para suami. dalam hal inilah, peran pendampingan terhadap istri menemukan titik temunya. Wallahu a lam.
"saya hanya berpikir agar anak kami nantinya tidak menjadi pribadi yang cengeng yang suka mengeluh, karena sejak dalam kandungan, kami orang tuanya mengajarinya untuk itu. saya juga tidak menghendaki anak saya hidup dengan menihilkan ketulusan dan keikhlasan, karena ayahnya juga melakukan hal yang sama ; menjagai ibunya dengan perasaan tertekan dan penuh beban. Saya tidak memimpikan anak saya menjadi reaksioner dan mudah marah, karena kami ajari dia sejak dalam rahim perkataan -perkataan emosional dan sarat kemungkaran." demikian ungkap teman saya.... hmmmm....
sungguh, para suami sedang diajari dan dipersiapkan untuk menjadi AYAH. sebutan yang sekaligus mengandung sejumlah makna ; cinta dan tanggung jawab, kasih sayang dan pengorbanan, perhatian dan ketulusan, yang selama ini hanya para suami lontarkan melalui lisan kepada istri, kini para suami harus belajar untuk membuktikannya.... (hayo.. hayo.. para suami buktikannnnn.... )
pada saat seperti inilah, para suami mengharapkan intervensi dari kekuasaan Allah ta�ala yang tiada terbatas dan bersekat. sebagaimana Nabi Ibrahim as berdoa :" ya Rabb, aku memohon agar keturunanku senantiasa mendirikan shalat, agar mereka dicintai dan agar mereka diberi rezeki yang halal, mudah mudahan mereka bersyukur." (QS. Ibrahim ; 37) . Allahumma amiin.
(read more ...)Hari itu datang lagi,
Bahtera kasih siap terbina,
Menjadi bumbung tiga sahabat berjanji,
Bersatu demi janjiNya,
Berpisah demi kasihNya,
Hari itu datang lagi,
Bahtera kasih terus berlayar,
Samudera itu saksi ukhuwwah terus mekar,
Teguh menghadapi badai dengan tegar,
Hari itu datang lagi,
Bahtera kasih terus sepi,
Ada hati yang tergores,
Ada cinta yang tergilis,
Ada janji yang teriris,
Tanpa sadar,
Hari itu datang lagi,
Hati yang terluka kembali bertaut,
Janji yang terlerai
Kembali termetrai,
Namun,
ketika hari itu datang di saat ini,
Ia tidak seperti yang di ingini,
Penyatuan ini menuntut Pengorbanan,
Kasih ini terpaksa disimpan,
Agar ia tidak merobekkan sebuah perjalanan,
Kerana ia milik Allah,
Akarnya Aqidah pada Allah,
Bumbungnya Qalam dari Allah,
Tiangnya addeen Allah bersendi cinta Allah..
Di hari ini,
Madrasah itu
Menjadi sirah kehidupan milik kita sendiri,
Menjadi sandaran kepada memori ini,
Karena saat ini pasti tidakkan kembali lagi..
Sahabat berbahagialah kalian...
Kita tak
Tugu cinta insani demi ridha Illahi Rabbi…..
Mampukah aku menjadi seperti ibunda Khadijah
Agung cintanya kepada Allah dan Rasulullah
hartanya diperjuangkan kejalan fisabilillah
penawar hati kekasih Allah
susah dan senang rela bersama.......
mampukah kudidik jiwa seperti Aisyah ...
Istri Rasulullah yang bijak
pendorong kesusahan dan penderitaan
tiada sukar untuk dilaksanakan
mengalir air mataku melihat pengorbanan puteri Rasulullah Siti Fatimah
akur dalam setiap perintah, taat dengan abuyanya
yang senantiasa berjuang
tiada memiliki harta dunia
layaknya dia sebagai wanita penghulu syurga
ketika aku marah, ingin kuintip serpihan sabar dari catatan hidup siti Sarah....
tabah jiwaku, setabah umi nabi Ismail
mengendong bayinya yang masih merah
mencari air penghilang dahaga
diterik padang pasir merah
ditinggalkan suami akur tanpa bantah
pengharapannya hanya pada Allah
itulah Wanita bernama Siti Hajar
mampukah aku menjadi wanita Sholehah ?
mati dalam keunggulan iman
bersinar harum tersebar
bagai wanginya pusara masyitoh......
Bilamana retakan itu tak bisa diperbaiki lagi
Sang bulan bertanya….
lelaki datang atas nama suami
Cinta datang atas nama hati
Sang bulan bertanya….
Bagaimana dengan retakannya…
Bagaimana memperbaikinya…..
Sang bulan menjawab….
Raga, sukma ini tak berhenti sampai maut datang
Raga, sukma ini tak berhenti sampai Sang Arjuna membuka tangan
Sang bulan berdoa….
Ya Allah sinarilah jalanku pertahankan keluargaku ini….
Ya Allah dengan dosa yang telah kami buat berilah kami jalan ntuk tebus segala dosa….karena kami tahu Kau Maha Segalanya….
Apakah Sang bulan penuh dengan dosa ini salah bila sang bulan mempertahankan cintanya.
Karena cintanya tulus kepada suaminya demi Allah
(read more ...)
Termangu, kata seolah terkunci mati tak terucapkan, hanya tatap yang tersisa... nanar.... tak bisa menatap pasti... ada segumpal rasa haru menyesak disini.. didada ini.......
Hari itu kusaksikan lagi seorang perempuan perkasa, pengarung hidup penuh cabik dan luka, namun anehnya, dia tersenyum, cantik, teramat cantik, yang aku sendiri tak berani membayangkan masih sanggup tersenyum tulus di sela duka-derita yang menderanya selama pernikahannya. Subhanallah, apa lagi skenario yang Allah hibahkan kepadaku, melalui perjumpaan dengan dia? Sungguh tanda tanya besar, maha besar...
"Menurut logika akal sehat, semestinya aku sudah mati bertahun lampau teh, atau paling tidak, setengah gila, dihadapkan pada perkawinan semacam ini."
Ya, bagaimana tidak, dia menaruh harapan teramat banyak pada suaminya, tatkala menikah dengannya. Manusia kelas atas, level ustad, tentu tidak salah dia memiliki angan-angan perkawinan yang sempurna, mendekati sempurna. Tapi ternyata hanya asa semu semata yang terpampang di hadapannya, pahit sepahit empedu, karena perlakuan suami yang tidak bisa bersikap adil terhadapnya sebagai istri kedua.
Bahagiakah dia? Bahagiakah dengan perkawinan nya ? Ternyata pahit yang harus dicecapnya, entah untuk berapa tahun ke depan... Banyak aib suami yang ditutupinya, banyak luka yang ditaburkan dihatinya. banyak ketak adilan yang dirasakannya atas sikap suaminya. Tapi mengapa dia memilih untuk bertahan, mengapa??
Ada tanya di hati, jika cinta bisa membuat seorang perempuan bertahan pada satu lelaki, mengapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?
"Aku sadar teh, aku membuat kekeliruan. Kekeliruan terbesar dalam hidupku, yaitu aku terlalu menggantungkan harapanku pada manusia, dan aku terjerembab. makanya Allah marah, marah besar kepadaku, sehingga Dia berikan aku cobaan sebegitu besar. Dari kejadian ini aku merenung, jangan pernah kita berharap pada manusia, karena manusia takkan pernah sempurna. Kekeliruanku yang lain adalah perasaan memiliki, padahal itu tidak boleh, karena sepatutnya tiada satupun makhluk-Nya saling memiliki, hanya sebatas menjaga amanah, bertanggung jawab. Melalui perenungan itu aku bersyukur, Dia juga teramat sayang, kurasakan sekali kasih sayang-Nya, masih mau Allah membuka pintu hatiku. Meski buat mata manusia mungkin perlakuan suamiku tidak adil untukku sebagai istri kedua ku tak mau menyerah pada manusia teh, biarlah aku menyerah pada takdir-Nya. Aku ingin ridha, ikhlas betul menerima apapun, apapun takdir-Nya, apakah nasibku akan terus terkatung-katung seperti ini, atau berakhir dengan kebahagiaan, wallahu alam..."
Indah nian kata-katanya, berisi. Hanya berharap kepada Allah, benar-benar hanya bergantung asa dan impian kepada-Nya, tanpa kecuali, tanpa pesaing, Dia dan hanya Dia. Dan katanya, hari-harinya berjalan dengan ringan, penuh rasa syukur, meski kalau mau diturutkan nafsi-nafsi manusia, katanya, dendam bisa teramat sangat membara, namun alhamdulillah, bisa pupus sirna oleh ingatan akan janji-janji Allah yang maha pasti, tentang surga, tentang sungai-sungai yang mengalir, sungai susu, sungai madu, dan haqqul yakin ditepati, tanpa syarat... Tanpa terasa, mata ini semakin basah, penuh beranak sungai.
Duh Allah, selayaknya dialah sang terpilih, bukan suaminya yang digelari ustad oleh segerombolan manusia. Bagaimana bisa seorang ustad, guru yang dielu-elu, seorang yang sudah melalui proses proses tarbiyah cukup lama mampu melupakan sepotong hadits Rasulullah, bahwa sebaik-baik lelaki adalah yang terbaik dalam memperlakukan istri?
Aku tahu jawabannya, dia terpilih karena dia mulia di hadapan-Mu, karena dia yakin bahwa "dirinya bukan perempuan biasa..."
Astaghfirullah... Astaghfirullah...
Alhamdulillah, puja-puji hanya layak, teramat layak hanya dialamatkan kepada-Nya, yang telah cermat menyusun potongan hidupku bersua dengannya, seorang perempuan luar biasa...
Terimakasih ukhti.... dari mu ku belajar banyak hal.
----
Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.
Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku!
Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati."
Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.
Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, "Kamu nggak cinta lagi sama aku!"
Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, "Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!"
Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.
Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali.
Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing."
Lima tahun berlalu.
Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.
Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.
Raka : Apa kabar?
Dara : Baik... ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu
nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.
Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
"Good bye...."
Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.
"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"
sumber : Motivasi-net
(read more ...)Wanita itu terlihat gelisah. sesekali pandangan matanya menyapu seluruh ruangan. hanya beberapa detik saja ia telah fokus kembali pada suaminya. wajah suaminya masih menyiratkan jenak - jenak kelelahan. Wajah itu terasa menyurutkan niatnya untuk bicara pada sang suami. ia mencoba menahan. Sejenak ia menghela nafas. Namun, dorongan untuk bicara terus mengusiknya.
"Mas, kapan punya waktu," katanya. "saya mau bicara"
Sang suami terdiam. wajahnya lesu memandang istrinya yang sedang menimang buah hati mereka.
Wanita itu kembali bicara,"mas, masa saya ngomong dengan bayi terus. sayakan bukan bayi. bukan anak-anak."
***********
Terdapat Rahasia cinta yang terkuak dari kisah nyata diatas. Rahasia tentang kebutuhan cinta, kebutuhan jiwa dari kekasih kita. kebutuhan untuk diperhatikan dan didengarkan. ia tidak sekedar hubungan formal yang legal antara seorang pria dan wanita.......
Pernikahan merupakan kerja panjang untuk merasakan kebutuhan jiwa pasangan kalian. sayangnya, rutinitas kerja dan aktivitas diluar rumah telah menyita sebagian besar perhatian kalian akan kebutuhan kebutuhan jiwa kekasih kalian. kalian cenderung menangkap gerak fisik dari penampilannya. kalian hanya membaca wajah fatamorgananya. wajah yang disembunyikan dari kenyataan. pesona fisik yang ditampilkan untuk membahagiakan kalian, karena kami para istri sadar terhadap pilihan yang harus dilakukan didepan suami yang kelelahan. kami memilih mengalah untuk tidak merasakah kelelahan atau paling tidak menahan diri dari segenap keluhan dihadapan kalian para suami. namun, semua pekerjaan itu adalah olahan fisik.
Lubuk jiwa kami yang paling dalam terdapat kebutuhan yang harus dipenuhi. kebutuhan jiwa yang dahaga, yang membutuhkan sepotong waktu yang dimiliki kalian para suami untuk diberikan kepada kami. waktu yang tidak sekedar putaran jarum jam, tetapi waktu yang bermakna perhatian terhadap cinta keduanya. Sepotong waktu itu adalah bagian dari kemakrufan, seperti yang dijelaskan Allah ta ala :" Bergaullah dengan mereka secara makruf" (QS.An-Nisaa;19) . Termasuk dalam kategori ini adalah kemampuan untuk memberikan perhatian istimewa, mendengarkan secara aktif, membangun suasana romantis dan menciptakan canda canda segar.
sodaraku..... Banyak dari kalangan kalian para suami sanggup memberikan nafkah kepada kami istri - istri, tetapi memiliki kelemahan dalam mendengarkan isi hati kami sebagai istri. beberapa dari kalian para suami beranggapan bahwa perhatian yang harus diberikan hanyalah memberi setumpuk nafkah kepada kami. kalian kurang memberikan sepotong waktu yang dimiliki kepada kami untuk mencurahkan perasaan hati kami. padahal, ia merupakan kebutuhan jiwa yang harus segera dipenuhi. Kebutuhan untuk mengobrol dan menyampaikan harapan harapan yang selama ini terpendam dan belum pernah terungkapkan sama sekali.Dalam kondisi yang masih dapat ditahan oleh istri, semua hanya menjadi derita jiwa diri kami sendiri.
Sodaraku para suami, ingatlah ketika kebutuhan jiwa itu mencapai puncaknya, keinginan mencurahkan hatinya tidak terakomodasi dengan baik, ia akan menjelma menjadi ledakan emosi yang sangat dahsyat. efek yang dapat ditimbulkan adalah pelarian. Istri kalian akan mencari tambatan kepada orang lain; mungkin tetangga, ustadz atau ustadzah, orang tua, teman dekat, atau siapa saja yang mampu memenuhi dahaga jiwanya. kepada mereka kemungkinan besar istri akan menumpahkan seluruh harapan jiwanya.
Jika kondisi ini yang terjadi, bisa jadi orang lain akan lebih mengetahui perasaan istri kalian daripada kalian sendiri sebagai suaminya. Aneh, orang yang paling dekat ternyata menjadi sosok yang teramat jauh. kalian dekat sekedar dalam hubungan formalitas fisik. ingatlah para suami Saat itulah makna pernikahan yang memadukan dua jiwa menjadi terkikis secara perlahan.
sodaraku... para suami..... itulah kebutuhan jiwa seorang istri. kebutuhan untuk mendapatkan kelegaan hati. kami hanya butuh didengarkan. kami tidak membutuhkan solusi. kami hanya membutuhkan ruang untuk bercerita, membutuhkan waktu untuk bersama kalian.
sodaraku..... Disinilah kita menemukan makna yang dalam dan luas dari ungkapan Rasulullah Saw" sebaik baik kamu adalah yang paling baik dalam bergaul dengan istrinya, dan aku adalah yang paling baik diantara kamu dalam bergaul dengan istri." (HR.Bukhari). Rasulullah sangat mengapresias para suami yang memberikan perhatian lebih kepada istrinya.
Apresiasi Rasulullah tersebut memberikan dorongan kepada kalian para suami agar memiliki kemampuan untuk bisa mendengar dan merespon perasaan hati istri kalian. kalian para Suami harus mengawali untuk menciptakan suasana keterbukaan. kalian para Suami mendahului untuk membuka komunikasi sebelum istri memintanya.
John Gray dalam Mars and Venus Together Forever memberikan penjelasan menarik." perlulah menjadwalkan kesempatan kesempatan istimewa. seorang pria perlu mengingat bahwa seorang wanita cenderung merasakan beratnya tanggung jawab rumah tangga dan merasa sulit untuk meluangkan waktu bagi diri mereka sendiri. kalau seorang suami menciptakan saat saat istimewa ketika istrinya dapat lepas dari kerutinan, si istri bebas untuk merasa dikembangkan dan dipupuk.
Sodaraku... sekali lagi, kalian para suami hendaklah memiliki inisiatif untuk menciptakan saat saat istimewa, ketika seorang istri memiliki kesempatan lapang untuk menceritakan seluruh isi hatinya, mengungkapkan gejolak perasaannya. Suami memberikan waktu untuk semua itu. setelahnya, kalian harus memiliki kemampuan untuk mendengarkan secara aktif. Agar istri kalian merasa mendapat perhatian lebih dari kekasihnya dari kalian, sekaligus dipenuhi kebutuhan jiwanya disamping kebutuhan fisiknya. Dalam hal ini, kalian dapat belajar bahwa kecendrungan wanita pada umumnya sangat menghargai komunikasi dan suasana yang menyertainya. Dunia yang kadangkala kalian lupakan dan abaikan, bukan sekedar karena kalian laki laki tetapi karena kalian jarang berusaha memasuki dunianya ; dunia kekasih kalian ; dunia istri kalian ; dunia para wanita .........
***untuk para suami .... cobalah tuk mengerti dan memahami satu ruang kosong dihati istri kalian. istri kalian tidak mengharapkan harta kalian tapi mereka butuh sisakan sedikit waktu kalian buat mereka agar mereka bisa merasakan kebersamaan yang pernah ada dan tercipta dalam pernikahan.
Tak sekedar dengan cinta kita menjalani pernik pernik kehidupan rumah tangga. kita membutuhkan penyokong lain, yaitu iman dan ketakwaan. Cinta akan memberikan warna lebih indah terhadap kehidupan keluarga, sementara uman dan ketakwaan meneguhkannya hingga kokoh. keimanan dan ketakwaan yang dimiliki oleh para kekasih akan melahirkan sikap tanggung jawab.
Tanggung jawab akan memerankan tugas utamanya ketika sepasang kekasih berada dalam tarik ulur yang kuat antar cinta dan benci. saat itulah para kekasih membutuhkan mata air iman.keimanan mematangkan mentalitas seseorang. ia tidak memandang bahwa pernikahan sekedar urusan cinta dan benci. lebih dari sekedar itu, ia memiliki kesadaran bahwa ada tanggung jawab yang harus ditegakkan. kesadaran ini tidak berarti bahwa kehidupan pernikahan didayung secara mekanik. itulah sebabnya, antara cinta dan iman harus berjalan saling berkelindan.
Dalam persoalan inilah kita dapat memahami jawab Al-Hasan Al-Bashri , ketika ia ditanya oleh seseorang :" ada dua orang yang melamar putriku, siapa yang harus aku terima ?"
"Terimalah yang paling baik agamanya, karena jika ia cinta kepada istrinya, pasti ia akan merawat dan menghormatinya; sedangkan jika ia benci kepada istrinya, ia tidak akan menganiayanya."
Begitulah iman dan takwa melahirkan tanggung jawab. keimanan menjadi benteng paling kokoh agar kebencian terhadap istri, karena sebab tertentu, berubah menjadi kerja pengembangan. kerja pengembangan akan mengurangi dorongan untuk berharap diluar kesanggupan istri, yang jika tidak terkendali akan menyisakan kekecewaan berkepanjangan.
Selain kerja pengembangan, sesungguhnya iman dan takwa akan membentengi diri kita dengan kesabaran. kesabaran adalah daya tahan kita untuk mengokohkan cinta dari gempuran gelombang kehidupan dan ketidakterimaan kita kepadanya." Bila kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah karena boleh jadi kamu tidak senang terhadap mereka, padahal Allah menjadikan dibalik itu kebajikan yang banyak." (QS. 4;19) begitupula ketika kita memahami firman Allah ta ala :" Mungkin saja engkau membenci sesuatu padahal ia lebih baik bagimu." (QS. 2 ;216)
hmmm...... jadi teringat dengan satu kisah. Imam Ibnu Jauzy dalam bukunya Shaidul Khathir pernah menceritakan kisah Abu Utsman an-Naisaburi yang ditanya oleh seseorang, pertanyaan menggelitik tentang harapan Abu Utsman :" Apa yang paling anda harapkan dari amal anda ? " Abu Utsman terdiam beberapa saat. lalau ia mulai bertutur.
"Pada saat aku masih muda, keluargaku berusaha menikahkanku. Akan tetapi aku tidak bersedia. suatu saat ada seorang wanita yang datang kepadaku dan berkata :" Wahai Abu Utsman, sungguh aku sangat mencintaimu. Sudilah kiranya engkau menikahiku." wanita itu menghadirkan ayahnya yang sangat miskin. Akupun dinikahkan dengan wanita itu. Nah, ketika aku berkumpul dengannya dalam satu kamar, ternyata ia pincang dan sangat buruk."
"karena kecintaannya kepadaku," Kata Abu Utsman melanjutkan, " Ia melarangku keluar rumah. Aku terpaksa duduk didalam rumah untuk menjaga hatinya. Aku sama sekali tidak menampakkan kemarahan kepadanya, padahal aku seperti diatas bara. sungguh. Demikianlah kejadian itu berlangsung selama lima belas tahun hingga ia meninggal."
Begitulah ketika takwa menghiasi kehidupan keluarga. kebencian yang membara terpinggirkan oleh sabar dan tanggung jawab terhadap janji. Bahasa Takwa itu terpancar dari ungkapan Abu Utsman," tidak ada amal yang kuharapkan, kecuali menjaga hatinya agar tidak terluka." ......
Sabar dan tanggung jawab yang melekat dalam diri karena takwa, membersamai cinta ketika kita menyemai kebersamaan bersama kekasih. inilah yang menjadi pertimbangan Umar bin Khathab ketika salah seorang laki laki datang kepadanya. Ia datang, dengan keluhan tentang istrinya. Lelaki itu mengatakan bahwa cintanya kepada istrinya telah memudar. oleh karena itu, ia bermaksud menceraikannya.
"Sungguh jelek niatmu." kata Umar. " Apakah semua rumah tangga (hanya dapat) terbina dengan cinta ? dimana takwamu dan janjimu kepada Allah ? dimana rasa malumu kepada-Nya ? bukankah kamu sebagai sepasang suami-istri, telah saling bercampur (menyampaikan rahasia) dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat ?"
menjaga ketakwaan dalam diri ternyata menjadi investasi untuk mempertahankan cinta, merawat dan menumbuhkannya. Taman ketakwaan harus senantiasa dihidupkan dalam sanubari keluarga. Langkah paling umum yang biasa dilakukan adalah dengan menggiatkan beribadah kepada Allah ta ala.
Keluarga dengan taman ketakwaan kering, biasanya terlalu rapuh untuk menghadapi permasalahan hidup. Sekecil apapun ia, jika ia dihadapi tanpa perisai takwa, permasalahan itu seakan sebagai karang yang teramat besar dan kokoh. kebencian, kemarahan, emosi yang meledak, kecurigaan yang berlebihan, dan karakter karakter lain akan cepat mendominasi kita, jika takwa tidak melekat dalam diri. Ketika karakter - karakter itu lebih dominan daripada iman, kondisi itu menjadi pertanda dini keretakan keluarga.
(Subhanallah.... membaca sedikit dari kisah Abu Utsman tersebut.... menggetarkan hati ini. bisakah kita seperti beliau ? wahai para suami... bisakah kalian seperti itu ? disaat kalian melihat kekurangan istri kalian, kalian sabar dan ridha terhadap kekurangan itu ? membantunya untuk melihat sisi lebih seorang istri yang dapat membuat bangga suami ? bukan malah menghinanya atau bahkan meninggalkannya karena kekurangannya...... juga para istri bisakah kita bersikap sabar dalam menghadapi kekurangan suami.... ? mendukung jihadnya ketika keletihan itu mendera... menyemangatinya ketika merasa diri lemah dan tak berharga..... wahai mujahid dan mujahidah Allah.... jadikanlah sabar dan ikhlas , iman dan takwa sebagai senjata utama kita menghadapi segala kekurangan dan kelebihan pasangan kita menuju pada ridha Allah)... insya Allah.....
Kata - kata Umar seakan menggema kembali . " APAKAH SEMUA RUMAH TANGGA (HANYA DAPAT) TERBINA DENGAN CINTA ? DIMANA TAKWAMU DAN JANJIMU KEPADA ALLAH ?"
hmmmm..... ya kita emank harus segera berbenah.............
(read more ...)
Dalam sebuah diskusi panel terbatas yang menyertai bedah Buku Mars and Venus Together Forever karya John Gray,Ph.D, banyak berbicara persoalan komunikasi dalam keluarga. ketika muncul pertanyaan : sudahkah kalian (para suami) terbiasa mengucapkan kata cinta di hadapan istri ? jawaban hampir sebagian besar peserta adalah belum, untuk tidak mengatakan tidak. hmmm.... mereka menyatakan bahwa terlalu berat mengungkapkan kata " CINTA" pada istri istri mereka......
"Kita harus membiasakan. sebab, istri kita sangat perhatian pada proses komunikasi," Kata seorang ustadz. Memang, kebanyakan orang membangun hubungan suami-istri lebih banyak bersikap mekanik. teman saya lalu angkat bicara," Tidak sekedar terbiasa mengungkapkan kata cinta, tetapi juga pandai melempar humor humor segar." ..... hmmm... saya berpikir... humor - humor segar ? sangat jarang.... karena mereka terbelenggu oleh rutininas kerja.... hummmm.....
Humor ? ya, humor. mengungkapkan cinta jelas kita perlukan, tetapi menghiasi rasa cinta dan sayang kita pada istri dengan humor humor segar akan menciptakan suasana rumah tangga kita lebih teduh. seringkali persoalan ini terabaikan, sebagaimana terabaikannya ekspresi untuk mengungkapkan cinta pada suami atau istri kita. bukankah tabiat jiwa selalu ingin istirahat dari kepenatan - kepenatan. berhenti sejenak, menurut Ustadz Abu Ridha, dan salah satu yang dapat dilakukan pasangan suami istri adalah melempar humor humor renyah.... ups.. asal jangan saling lempar piring ....
Kehidupan keluarga, yang tidak mungkin absen dari masalah, menghajatkan kita untuk menghiasinya dengan sedikit jeda berupa gurauan segar. dalam batas - batas tertentu gurauan atau humor merupakan harapan - harapan emosional. tekanan tekanan hidup yang tidak diberi ruang jeda untuk beristirahat sejenak, akan menimbulkan beban berkepanjangan. yang akan berakibat lebih fatal pada kemudian hari....
saya jadi teringat pesan Ali ra :" sesungguhnya hati itu bisa bosan sebagaimana badan pun bisa bosan (letih), maka carikanlah untuknya hiburan yang mengandung hikmah." lebih lanjut Ali menambahkan ," senangkanlah hati sebentar, sebentar, karena hati itu kalau dipaksa bisa menjadi buta."
Dr. Yusuf Qaradhawi pernah memaparkan kehidupan sekilas Rasulullah bersama keluarga dalam Hadyu Islam fatawi Mu ashirah. Apabila berada dirumah, beliau suka bersenda gurau dengan istri - istri beliau, serta mendengarkan mereka bercerita. ada banyak kisah - kisah menarik tentang kebiasaan humor Rasulullah saw.
Aisyah bercerita , Rasulullah saw dan Saudah binti Zum ah berada disisiku, lalu aku buatkan harirah (tepung yang dimasak dengan susu atau lemak) dan aku hidangkan untuk beliau. lalu aku hidangkan untuk Saudah," Makanlah !"
"Aku tidak suka," kata saudah, menolak
"kau harus makan atau aku lumurkan ke mukamu!"
"aku benar-benar tidak suka." lagi lagi saudah menolak tawaranku. Lalu , aku mengambil sedikit kue dari pinggan, lantas kuoleskan kemukanya. saat itu, Rasulullah saw merendahkan kedua lututnya kepada Saudah agar ia dapat mendekat kepadaku. setelah itu (dengan cepat), Saudah mengambil kue dari pinggan dan mengoleskannya ke mukaku. melihat semua itu Rasulullah hanya tertawa.
Subhanallah... kita tengah memotret sepotong kehidupan seorang suami yang kita jadikan uswah, ternyata menghiasi rumah tangganya dengan gurau - gurau yang segar yang meneduhkan jiwa para penghuninya. Lelaki itu menjadikan rumahnya tidak sekedar tempat berteduh fisiknya, tetapi sekaligus menciptakan ruang peristirahatan bagi kelelahan jiwanya, setelah (mungkin) seharian penuh memikirkan pekerjaannya : memikirkan umatnya.
Dari fragmen kehidupan Rasulullah dan kisah sehari hari yang sering saya temui dalam kehidupan berkeluara, saya berpikir bahwa senda gurai dalam rumah tangga ternyata diperlukan. ia menjadi terminal tempat kita mengistirahatkan pikiran kita dari kepenatan hidup.....
Ada beberapa suami yang mengelola kehidupan rumah tangganya dengan menegasikan humor - humor segar. Ia tidak terbiasa untuk mengekspresikan kalimat cinta kepada sang istri , apalagi membangun humor. yang ada adalah keseriusan bersanding dengan ketegangan. yang dibiasakan adalah kalimat2 imperatif kepada sang istri. mereka memecahkan persoalan hidup dengan dahi berkerut kerut. akibatnya ketegangan-ketegangan tersebut melahirkan potongan jiwa yang sensitif, menutup pertimbangan rasional dan sentuhan sentuhan kemanusiaan. Begitukah Rasulullah menakhkodai rumah tangganya ?
saya sedikit cuplikan cerita dan obrolan seorang aktivis dan penulis.. beliau bercerita ........
Suatu saat teman saya memanggil istrinya : " dinda , coba sini !"
"ada apa, kanda ? tanyanya balik ...... lalu aku (sang suami) dekatkan wajahku ketelinganya dan aku bisikkan :" Aku mencintaimu..." ada rasa sedih menyelimuti hati ketika mendengar ceritanya ....
terus sang suami kembali ke posisi semula. sang suami memandangi wajah sang istri yang memerah . matanya berkedip seperti boneka, diikuti oleh bibirnya yang dimanyunkan...
"Huh, bohong !" (hmm... aku tau dia tidak mengatakan itu sebagai kesungguhan , tetapi sekedar ekspresi bahagia dan bermanja, atau minta penegasan ulang, saya tahu, tetapi saya ingin situasi lain... ) lalu dengan tersenyum saya katakan padanya.
"Lho, kok kamu tau ?" istrinya terbelalak. dan mereka tertawa bersama........
sebagai seorang suami, yang ingin terus belajar, kami merasa teramat bahagia ketika istrinya bisa mengekspresikan kebahagiaan secara lepas. tanpa tekanan sama sekali. secara terus terang kami katakan kepada istri bahwa saya berharap keluarga kami menjadi keluarga periang dan tidak penuh dengan ketegangan emosi yang kami ciptakan sendiri. sebab, kami menyakini bahwa ia sangat bermanfaat bagi hubungan hubungan kami berikutnya, termasuk juga bagi janin yang sedang dikandung istri saya, ibu dari anak-anakku kelak. ungkap beliau.
nah.. ini kisah lain lagi tapi masih tentang keluarga sang aktivis dan penulis diatas....
suatu hari secara iseng kami berbincang bincang persoalan poligami. pembicaraan yang tidak terlalu menarik bagi kebanyakan wanita. dengan perseloroh saya memancing istri saya. " bagaimana ?"
"Boleh. Saya mengizinkan kanda menikah lagi." jawabnya ....
saya sedikit kaget, " tapi, ada syaratnya, : katanya , menambahkan...
"apa ?"
" Mudah. syaratnya kanda harus memenuhi 3 (tiga) L." saya dibuatnya bertanya tanya . apa yang dimaksud istri saya.
" L yang pertama, calon istri harus (L)ebih muda dari saya. " dengan bercanda saya katakan, Wah memenuhi harapan dan nafsu....
"L yang kedua, ida harus (L)ebih cantik dari saya." syarat yang menyenangkan. kata saya." Lalu ,. yang ketiga ?"
"L yang ketiga," istri saya berhenti. menghela nafas sejenak, lalu berkata : " (L)angkahi dulu mayatku!" saya tertawa dan saya perhatikan istri saya menyunggingkan senyum.
hmm... jadi teringat kata kata Abu Darda Radhiyallahu anhu " Sesungguhnya aku mengharmoniskan hatiku dengan sedikit hiburan agar ia lebih kuat terhadap kebenaran."
jadi.. hayo para suami jangan takut lagi tuk mengucapkan "AKU MENCINTAIMU " kepada istri-istri dan kelola canda yang menyegarkan rumah tangga kaliannn... hayo hayo... semangaaattt... buat istri selalu tersenyum asal jangan senyum senyum sendiri.....apalagi sampai ketawa sendiri .... hmmm
Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita tanamkan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah membicarakan saudara kita yang lain (ghibah) , memang sudah menjadi tabiat seseorang itu suka membicarakan saudaranya yang lain. Haruslah kita ingat bahwa membicarakan saudara kita (ghibah) itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu." Maka berkata Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang berbicara tentang dirimu."
"Ketika aku dimi’rajkan aku melihat ada 1 kaum yang memiliki kuku-kuku panjang dari tembaga, sedang mencakari muka-muka dan dada-dada mereka sendiri. Maka aku bertanya pada Jibril : Siapa mereka ini? Jawab Jibril : Mereka adalah orang-orang yang suka memakan daging manusia dengan merusak kehormatan mereka." (HR. Abu Daud dan Ahmad ).
"Muslim dengan muslim lainnya itu bersaudara, tidak boleh mengkhianati, mendustakan dan menghina. Setiap muslim dengan muslim lainnya haram kehormatan, harta dan darahnya. Taqwa itu disini! (sambil nabi SAW menunjuk pada dadanya) Cukup disebut seorang itu jahat jika ia mencaci saudaranya sesama muslim." (HR. Muslim ).
Bersabda nabi SAW pada Aisyah ra ketika Aisyah ra berkata tentang Shafiyyah ra : Apakah cukup bagi anda Shafiyyah yang begitu? (maksudnya pendek badannya) Maka jawab nabi SAW : "Sungguh engkau sudah mengucapkan 1 kata yang seandainya dicampur dengan air lautan maka niscaya akan berubah lautan itu karenanya." (HR. Abu Daud , Tirmidzi , Ahmad ). Sehingga berkata Imam Nawawi rahimahuLLAH : Diantara peringatan yang paling hebat tentang akibat ghibbah adalah hadits ini dan aku tidak pernah menemukan hadits yang lebih keras peringatannya tentang masalah ini selain hadits ini.
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya ...... (Asy Syams ; 7-10)
(read more ...)
Namun, janganlah Anda menjadikan materi sebagai sentral pemikiran dan gerak langkah Anda. Berusahalah untuk hidup zuhud, bersyukur dan selalu merasa cukup (qanaah) dengan yang ada. Hiduplah dalam keadaan sederhana, makan yang halal dan baik. Disebutkan dalam kitab Ihya Ulummuddin, para ulama salafus shalih selalu hidup dalam kesederhanaan. Seorang ulama dikabarkan jika sudah mendapat penghasilan beberapa dinar, kemudian dia pergi menuntut ilmu, berdakwah, dan beribadah. Imam al-Junaid selain dikenal seorang pedagang sukses, beliau juga seorang dai dan sufi. Begitupun dengan Imam Abu Hanifah yang dikenal sebagai salah satu imam madzhab yang empat. Imam Abu Said al-Kharraz hidup sebagai tukang pintal. Imam Hasan al-Banna sendiri hidup sebagai tukang reparasi jam. Syaikh Abbas as-Sisi hidup sebagai penjual keju. Dan lain sebagainya. Mereka manusia seperti kita; mencari nafkah untuk keperluan hidup sehari-hari, namun tidak melupakan aktivitasnya yang utama, yaitu
beribadah kepada Allah Swt..
(read more ...)
Allah berfirman dalam Hadits Qudsi yang artinya : " Nabi Musa a.s telah bertanya kepada Allah : " Ya Rabbi ! siapakah diantara hamba-MU yang lebih mulia menurut pandangan-Mu ?" Allah berfirman :" Ialah orang yang apabila berkuasa (menguasai musuhnya), dapat segera memaafkan." (Kharaithi dari Abu Hurairah r.a)
****************
Nabi Musa a.s pernah mengajukan pertanyaan kepada Allah, siapa diantara hamba - hamba-Nya yang lebih mulia menurut padangan Allah, Allah menerangkan kepadanya :" Mereka adalah orang yang berhati mulia , berlapang dada, bersikap toleran terhadap musuh atau orang yang memusuhinya disaat ia berkuasa melakukan sekehendaknya."
Ia tidak melampiaskan balas dendam atau sakit hatinya terhadap orang itu, bahkan dia memaafkan karena Allah semata - mata . orang yang berhati emas semacam itu tinggi kedudukannya disisi Allah swt.
Saudaraku.... dapat kita simpulkan bahwa memaafkan musuh atau orang yang memusuhi kita atau menyakiti kita ketika kita dapat melakukan pembalasan adalah satu perbuatan yang sangat baik dan tinggi nilainya disisi Allah. selain dari itu malahan menambah tinggi martabat dan derajat kita pada pandangan masyarakat dan musuh.
Dalam tarikh dikemukakan perilaku dan ketinggian budi pekerti Rasulullah saw.Dalam gahzwah uhud Rasulullah mendapat luka pada muka dan juga patah beberapa buah giginya. berkatalah salah seorang sahabatnya :" Cobalah tuan doakan agar mereka celaka." Rasulullah menjawab :"Aku sekali kali tidak diutus untuk melaknat seseorang, tetapi aku diutus untuk mengajak kepada kebaikan dan sebagai rahmat. Lalu beliau menengadahkan tangannya kepada Allah Yang Maha Mulia dan berdoa :" Allahummaghfir liqaumi fa innahum la ya" lamun " Ya Allah ampunikah kaumku , karena mereka tidak mengetahui ."
Rasulullah tidak berniat membalas dendam, tapi malah memaafkan mereka dan kemudian dengan rasa kasih sayang beliau mendoakan agar mereka diberi ampunan Allah, karena dianggapnya mereka masih belum tahu tujuan ajakan baik yang dilakukannya.
dalam ghazwah uhud itu juga, seorang budak hitam bernama Wahsyi yang dijanjikan oleh tuannya untuk dimerdekakan bila dapat membunuh paman Nabi bernama Hamzah bin Abdul Muththalib r.a , ternyata ia berhasil membunuh hamzah dan ia dimerdekakan. kemudian ia masuk Islam dan menghadap kepada Nabi Saw.
Wahsyi menceritakan peristiwa pembunuhan hamzah. walaupun Nabi Saw telah menguasai Wahsyi dan dapat melakukan pembalasan, namun tidak melakukannya bahkan memaafkannya. alangkah tingginya akhlak ini.
selanjutnya kita lihat dalam Ghazwah Khaibar (Perkampungan yahudi), Zainab binti al-harits, istri Salam bin Misykam, salah seorang pemimpin yahudi berhasil memperoleh hadiah karena dapat membubuhkan racun pada panggang paha kambing yang disajikan kepara Rasulullah saw, Rasulullah saw makan bersama Bisyr bin Bara bin ma rur. Bisyr sempat menelan daging beracun itu, tetapi Nabi Saw baru sampai mengunyahnya, lalu dimuntahkannya kembali sambil berkata :" Daging ini memberitakan kepadaku bahwa dia beracun." beberapa hari kemudian Bisyr meninggal dunia. Nabi saw memanggil Wanita yahudi yang terkutuk itu dan bertanya kepadanya :" Mengapa engkau sampai hati melakukan peracunan itu." Wanita itu menjawab :" kiranya tiada tersembunyi hasrat kaumku untuk membunuh tuan, sekiranya tuan seorang raja tentu akan mati karena racun itu dan kami akan merasa senang. tetapi jika tuan seorang nabi, tentu tuan akan diberitahu oleh Allah bahwa daging itu mengandung racun. nyatanya tuan adalah seorang Nabi."
Saudaraku... apa yang dilakukan Nabi terhadap wanita itu, padahal beliau sudah menguasainya ? wanita itu kontan dimaafkan dan dilepaskannya. sekarang apa yang kita lakukan jika hal itu terjadi pada kita ? jangankan masalah yang menyangkut nyawa, perkara sepelepun kadang kita sangat susah untuk memaafkan.........
Peristiwa lain yang terkenal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran adalah peristiwa Du tsur, dimana seorang arab kafir namanya Du tsur mendapat Rasulullah saw sedang tidur tengah hari di bawah pohon yang rindang. Lalu Du tsur mengambil pedang Nabi saw serta menghunusnya sambil mengancamkannya kepada beliau, dengan ucapan :" Siapa yang dapat membelamu daripadaku sekarang ini ?" dengan tegas Nabi menjawab :" Allah". orang itu pun gemetar , sehingga pedang yang ada ditangannya terjatuh. segera dipungut oleh Nabi dan mengancamkannya kembali kepada Du tsur :" siapa yang akan membelamu daripadaku ini ?" Du tsur menjawab :" tidak seorangpun."
Saudaraku.... apa yang dilakukan oleh Nabi saw ? ternyata otang itu dimaafkannya.
Du tsur pulang kedesanya dan menceritakan peristiwa tersebut kepada kaumnya bahwa ia semestinya sudah mati, tetapi ternyata Muhammad adalah orang yang berbudi luhur. Du tsur mengajak kaumnya masuk islam. itulah hasil budi pekerti yang tinggi , suka memaafkan ketika berkuasa.
saudaraku.... rasanya tak ada satu kaum yang lebih memusuhi Nabi Saw, daripada kaum Quraisy kuffar makkah yang terkenal itu. mereka memusuhi Nabi dan Kaum Muslimin sejadi jadinya. mereka pernah memukul, melecut, membakar dengan besi panas, menjemur dibawah terik matahari, menindih dengan batu besar, melempar dengan kotorran kotoran binatang. malah pernah meletakkan kepada unta pada kuduk Nabi ketika Nabi sedang sujud dan berbagai rencana untuk membunuh Rasulullah saw.
setelah Rasulullah saw dan Kaum Muslimin berhasil membebaskan kota mekkah (Fathu makkah) dan setelah kaum kuffar dapat dikuasai sepenuhnya oleh Nabi, mereka dikumpulkan dihadapan beliau. bukan untuk menerima balas dendam akan tetapi untuk menerima pengampunan. subhanallah....
aqulu kama qola akhi yusuf : la tasyriba alaykumulyauma yaghfirullahu wahuwa arhamurrahimin :" Aku berkata seperti yang dikatakan oleh saudaraku yusuf :" Mulai hari ini tidak ada cerca dan nista atas perbuatan yang telah kalian lakukan. Allah mengampuni kalian dan Dia Yang Maha Pengasih dan Penyayang."
setelah mendengar ucapan beliau , mereka bubar dengan perasaan lega hati. hasil dari akhlak Rasulullah yang tinggi ini berduyun duyunlah mereka memeluk Agama Islam yang tadinya mati matian memusuhinya.
" Balasan perbuatan jahat adalah kejahatan yang seimbang dengannya. barangsiapa yang memaafkan dan berlaku damai , pahalanya ada ditangan Allah" (Q.S 42;40)
" Memaafkan itu lebih mendekatkan kepada taqwa. " (QS. 2 ; 237)
" Dan hendaklah mereka suka memaafkan dan mengampuni. apakah kalian tidak suka Allah mengampuni kalian ? " (QS. 24 ; 22)
" maafkanlah mereka dan mintakanlah ampunan bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (keduniaan). " (QS 3 ; 159)
" Ambillah jalan maaf, dan ajaklah dengan cara yang lemah lembut dan berpalinglah dari orang orang yang jahil." (QS. 7 ; 199)
"..... dan orang - orang yang dapat menahan meluapnya kemarahan dan yang suka memaafkan orang lain dan Allah mencintai orang - orang yang berbuat baik." (QD 3 ; 134)
didalam hadist Nabi saw terdapat juga penjelasan tentang sifat memaafkan ini. antara lain saya kutipkan artinya sebagai berikut :
" Barangsiapa yang dapat menahan luapan kemarahan, sedang ia berkuasa dan sanggup melampiaskan niscaya Allah memanggilnya pada hari kiamat dihadapan khalayak ramai untuk memilih bidadari yang dikehendaki." (subhanallah.... siapa yang tidak menginginkan hal ini berlaku pada dirinya..... memilih bidadari yang dikehendakinya. Allahu Akbar !!!)
" seorang muslim apabila disaat bergaul dengan orang banyak dan dapat bersabar (Suka memaafkan) atas gangguan mereka lebih baik dari muslim yang tidak suka bergaul dan tidak sabar atas ngangguan mereka."
" Allah pasti meningkatkan kemuliaan seseorang karena sifat pemaafnya."
baiklah.. sekarang mari saya postingkan satu cerita yang berhubungan dengan sifat pemaaf dan saya yakin saudara saudariku juga pernah bahkan mungkin sering membaca cerita ini......................
Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU. Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum menjawab,"Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin MAAF datang menghembus dan menghapuskan tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak mudah hilang ditiup angin."
saudara/i ku ......Cerita di atas, bagaimanapun tentu saja lebih mudah dibaca dihayati. Begitu mudahnya kita memutuskan sebuah persahabatan hanya kerana sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut kita keterlaluan hingga menyakiti hati kita. Sakit hati lebih mudah untuk diingati berbanding begitu banyak kebaikan yang dilakukan. Mungkin ini memang sebahagian dari sifat buruk diri kita.
Karena itu, seseorang pernah memberitahu saya apa yang harus saya lakukan ketika saya sakit hati. Beliau mengatakan ketika sakit hati yang paling penting adalah melihat adakah orang yang menyakiti hati kita itu telah kita sakiti terlebih dahulu.
Saudara/i ku....... Bukankah sudah menjadi kebiasaan sifat manusia untuk membalas dendam? Maka biasanya bila kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia juga menginginkan kita merasai sakit yang sama seperti yang dia rasakan. Boleh jadi juga sakit hati kita kerana kesalahan kita sendiri yang salah dalam menafsirkan perkataan atau perbuatan teman kita. Oleh itu, kita akan mudah tersinggung oleh perkataan sahabat kita yang dimaksudkannya sebagai gurauan.
Namun demikian, orang yang bijak akan selalu menerapkan dalam dirinya dalam hatinya untuk memaafkan kesalahan-kesalahan saudaranya yang lain. walaupun ini sangat berat untuk dilakukan. tapi kembali dari itu semua mari kita berkaca kepada akhlak panutan kita Rasulullah saw. Mari kita �menyerahkan� sakit itu kepada Allah - yang begitu jelas dan pasti mengetahui nya. seperti Rasulullah yang mendoakan kebaikan buat orang yang telah menyakiti dan memusuhi beliau. "Ya Allah, balaslah kebaikan siapapun yang telah diberikannya kepada kami dengan balasan yang jauh dari yang mereka bayangkan. Ya Allah, ampuni kesalahan-kesalahan saudara-saudara kami yang pernah menyakiti hati kami karena mereka tidak mengetahuinya.
saudara/i ku..... Rasulullah bersabda kepada Uqbah bin Amir r.a : " Wahai Uqbah ! maukah engkau ku beritahukan budi pekerti ahli dunia dan akhirat yang paling utama ? yaitu : melakukan shilaturahim (Menghubungkan kekeluargaan dengan orang yang telah memutuskannya), memberi pada orang yang tidak memberimu, dan memaafkan orang yang pernah menganiayamu." (ihya ulumuddin)
ya Allah.... Karunianilah kami sifat pemaaf, pengampun dan lapang dada. ya Allah... jadikanlah kami orang yang dapat menahan meluapnya kemarahan dan orang yang suka memaafkan orang lain. amin Allahuma Amin.
** disarikan dari berbagai sumber
(read more ...)
(read more ...)
(read more ...)
(read more ...)
(read more ...)
Ketika mulai mengabarkan berita pernikahanku kepada kalangan-kalangan dekat.. timbul pertanyaan yang berulang dan setipe dari mereka.. (bayangin hanya dalam jangka waktu 2 hari ku harus mempersiapkan diri tuk menjadi seorang istri setelah melalui masa ta’aruf kurang lebih 1 bulan ( suamiku datang tgl. 18 januari 2009 trus tgl. 20 januari 2009 pernikahan kami dilangsungkan. alhamdulillah. doain yakkk.... ) ..... harus sms kesana kemari, harus telpon keluarga dikalimantan... dadakan banget... )
Pertanyaan yang dulu juga kutanyakan kepada teman-teman dekatku yang menikah..
Selain pertanyaan mereka berupa “sama siapa?”, yang kujawab dengan “bukannya ga mau ngasih tau, tapi lihat nanti aja ya…..
pertanyaan yang juga tipikal adalah :” “ Bagaimana kamu bisa yakin bahwa dialah orang yang tepat?”
Hmmh.. pertanyaan yang berat-berat-gampang untuk dijawab.tapi kukira pertanyaan ini wajar karena proses ta’aruf sampai ke pernikahan dengan suamiku ini hanya berlangsung kurang lebih 1 bulan. dan hanya bertemu 1 kali trus menikah deh....
Berhubung banyak perempuan, termasuk aku dulu juga pernah bertanya-tanya tentang hal ini, maka aku pikir ga ada salahnya aku berbagi tentang proses ‘keyakinan’ ini.
Entah kebetulan, entah disengaja, pada saat ini aku berkeyakinan bahwa dia-lah satu-satunya pria yang paling tepat untuk jadi pendamping hidupku. (Ini kalo di film komedi-romantis, pasti udah ada backsound “Owh.. so swiiit..” hehe
)Pertama, indikator keyakinan ini sangatlah mudah.. My heart tells me so.. radar keyakinan berupa kemantapan saat pertama kali pertemuan kami. keyakinan didalam hati bahwa inilah mujahid yang dipilihkan Allah tuk menjadi imamku nanti. sehingga tiada keraguan sedikitpun dihatiku tuk mengatakan "iya" memilihnya

Poin kedua, kesolihan. Banyak sekali pria-pria baik, tampan, pinter, tajir yang kukenal.. tapi yang soleh? Banyak juga sih.. hehe, ya Alhamdulillaah sebagian lingkungan pergaulanku orang-orang yang suka ngaji, suka sholat, suka da’wah, suka mematuhi orang tua, pimpinan, de el el..
Tapi kadang saking sholehnya (sholeh dalam pandangan ku sebagai manusia yang dhoif. Dan moga2 sholeh juga dihadapan Allah . amin ) aku malah jadi nyuruh diriku untuk “ngaca”, sepertinya aku kurang sepadan deh ama mereka.. aku kan masih pecicilan gini, masih jauh dari profil akhwat solihah rahimakumullah, ngeliat lembar mutaba’ah yaumiyah cuma bisa geleng-geleng kepala sambil nyengir miris... jadi sudah jelas kan sodara2, ainul mardhiyah ini minder dengan pria-pria yang tampak sangat soleh…
Tapi kan aku masih pengen dapet suami yang soleh.. Emang ga boleh berharap punya suami yang bisa ngebenerin langkahku yang amburadul ini, sayang sama anak-anakku kelak, dan SIAGA (Siap Antar Jaga-alias nyupirin, halaah..). Prinsipnya berarti mencari laki-laki yang tidak egois, solehnya ga Cuma untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk yang lain..
Hingga akhirnya aku men-set profil/ kriteria calon suamiku harusla soleh yang ga ketawan solehnya.. (nah lho??), dia haruslah memahami dien ini sebagai agama yang manusiawi, agama yang rahmat, agama yang applicable to all aspects.. dia ga harus ketahuan jungkir balik ,tapi cukup ketahuan kalo dia istiqomah, memahami agama dengan cara memahami yang tepat (ga liberal, ga asal-asalan, berpedoman terhadap Al-Qur’an dan As-Sunah) dan membela agama ini apapun yang terjadi. Seperti mengengam bara api… walau panas dia tak boleh melepaskannya… seperti lilin yang siap menerangi siapa saja walaupun harus terbakar abis tidak seperti lampu pijar yang bisa di on atau dioff kan kapan saja oleh siapa saja . hmmm
Sekarang lihat dia, jenggot ga ada, jidat ga item, celana ga nyungkring.. di friendsternya malah Cuma ada foto presiden sukarno ….. apa dia penggemar presiden sukarno yak…. Nah ini belum sempat kutanyakan padanya sampai saat ini …… (ampun deh DJ..) tapi aku cukup terkesima lah ketika di beberapa kesempatan secara ga langsung beliau mengajarkan aku bahwa setiap langkah dalam hidup itu jangan di-sia2kan.. bahasa betawinya, dia ga banyak bacot.. bahasa sundanya naon nya’ hmmmm …… tapi kegelisahannya terasa jika ummat manusia di sekitarnya melenceng. insyaALLAH aku merasa sering diingatkan untuk sering ‘lihat ke bawah’. Aku bersyukur ada seseorang yang secara ga langsung mengingatkanku, bahwa segala sesuatu yang kita miliki ini sebenernya bukan milik kita dan ada hak-hak orang lain terhadap harta yang dititipkan-NYA kepada kita . Makasih ya mujahidku…. .. be like that terus dan terus… (eh lupa.. suamiku ini kukenal melalaui dunia maya ini hmm.. tepatnya melalui cyber MQ ini...
)Ketiga, Karakter. Dia sederhana namun unik—juga tidak narsis. Hmm… eh sedikit narsis ketang Sederhana dia tuh gimana ya.. ngga nganeh2 lah, lifestyle-nya gitu2 aja, tapi seleranya ga norak.. ga kampungan.. ...
Trus.. ulet.. . sabar..... Itu juga yang buat aku yaqin. (tau darimana hayooo... kan belum pernah ketemu ? hmm.. ini kuketahui dari cerita dia ke ayahku ketika kami melalui proses ta’aruf . hus.. hus.. jangan suudzon dulu yak.. maksudnya suamiku ini waktu masa ta’aruf berkomunikasi dengan ayahku by phone gitu...
) suamiku ini bukanlah dari keturunan orang kaya..... , buat apa sih nikah sama cowo tajir 7 turunan kalo cowo itu males dan Cuma bisa gaya dengan mobil-rumah-dan apalah itu yang milik orang tuanya. Ama dia ini, aku yakin, walopun mungkin-siapa-tau-tapi-semoga-jangan-sampe-terjadi kami kekurangan secara ekonomi (baca: jatuh miskin dan ga bisa online
), setidaknya kami punya harga diri. Karena dia selalu memastikan rejeki yang masuk ke perutnya itu halaal (berarti dia juga punya standar kualitas tinggi akan kehalalan rejeki yang masuk ke pintu rumah keluarga kami), maksudnya dia pasti memperoleh rejeki dengan cara yang jujur (kerjanya halaal, prosesnya halaal, ga menjilat, dsj), oalaah calon suamiku ini.. (eh sekarang udah jadi suamiku. Alhamdulillah ) semoga kau bisa membawaku ke syurga... ‘amiin..Romantis? Kayaknya suamiku ini ga romantis deh malah cenderung kurang peka…. Tapi Ada bakat juga sih.. tapi tauk deh, semoga romantisnya tepat sasaran.. (maksudd??). yah, yang penting ada bakat romantis, itu mah udah cukup bagi semua perempuan. Cerdas? Damn sure.. gaull? Ya secara wawasan, tapi nggak gaul di gaya.. hehe, tapi nyambung lah hmmm
Lembut? Ya, kalo lagi ga kumat rese’nya sih lembut. Penyayang? InsyaALLAH.. kebayangnya sih nanti dia ini bakal deket banget ama anak2nya..’amiin.
yuk kita intip point ke - 4 .................
Poin ke-4, beliau punya banyak sekali kekurangan. (seperti diriku yang juga banyak kekurangan..... bahkan sangat banyak.. sehingga pertama kali memutuskan ya.. ada rasa takut ... takut diri ini mengecewakan dia....
tapi keyakinan akan pilihan yang telah Allah berikan membuat diri ini berani tuk menatap tegak bahwa dibalik kekurangan pasti ada kelebihan.. semangattt.... !!!) Ffffiuuuhhh.. syukurlah, berarti aku memang menikahi seorang manusia ya. Kekurangan-kekurangan dia pun aku pelajari satu-satu. Sejauh ini ( 2 bulan lebih pernikahan kami) kekurangan-kekurangan itu (baik keukrangan dari pihak suami maupun kekurangan dari diriku dan lebih banyak masalah ditimbulkan dari kekurangan yang datang dari diriku
) cukup sering membuat konflik dan menimbulkan kesal. Dia orangnya tsiqoh banget ama diriku sehingga tiada kekhawatiran dalam dirinya padaku karena katanya : ku yakin Allah akan menjaga istriku... " (halah halah.. so sweat.... tapi kadang nyebelin
) sedangkan aku super terbuka (baca: ember_red). Dia sedikit cool , tapi ramah , ga mau basa-basi lah, en the bre en the bre.. 
Alhamdulillaah so far, kekurangan2nya dan perbedaan2 itu tidak terlalu prinsipil. Aku yakini itu bisa jadi pelengkap dinamika hidup berumah tangga kami. Aku anggap memang itu paketannya.. justru dia terlihat sempurna sebagai manusia karena dia memiliki kelemahan-kelemahan itu.. uhhibuka filla wal lillah mas.....

bukankah kita hidup didunia ini bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai , tapi kita mencintai seorang yang tak sempurna dengan cara yang sempurna ….
Yang penting, aku menerimanya sepenuh hati. Semoga begitu juga yang ada dalam hatinya terhadap diriku.. ada masa dimana cinta ini mungkin akan meluntur di kemudian tahun, harapannya sih tidak, semoga cinta ini selalu terawat, hingga jadi berlebih sehingga kami harus membaginya ke kaum dhuafa, kepada manusia-manusia yang masih kegelapan dalam jalan hidupnya.
Ini sebuah mimpi besar, ekspektasi yang juga besar..
Ada kalanya ragu dan takut ini muncul,
Karena sadar diri ini lemah dan kurang adanya, tapi bermimpi melampaui jangkauan semestinya,
Semoga inilah rumah tangga da’wahku yang pertama dan tidak akan pernah berakhir hingga di syurga..
So for everybody who reads this, ketika anda-anda semua membaca tulisan ini lihatlah bahwa kami sangat bersyukur atas karunia pernikahan ini. Mungkin dimata kalian semua dia bukanlah siapa2 tapi dimataku dalam hatiku dia adalah sangat sangat luar biasa. Karena dia suamiku. Dialah Qowwamku……..
(read more ...)
Pembicaraan seperti ini selalu mengisi zaman dan waktu. Sebagaimana juga “pacaran”, topik bertajuk “ta’aruf” tidak lekang oleh zaman. Karena setiap manusia pasti membutuhkan “ta’aruf”. Bahkan seorang Hasan Al Banna selalu ‘menargetkan’ diri untuk memiliki kawan baru jika beliau bepergian. Karena tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri, dan untuk itu dia pasti membutuhkan orang lain. Dan jangan lupa, bahwa saling mengenal (untuk kebaikan) adalah bagian dari ibadah kita kepada Allah SWT karena bisa memperluas silaturahim dan lain sebagainya. Allah SWT pun berfirman :
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Adz-dzariyat:25)
), apalagi “ta’aruf” dalam rangka menuju pernikahan pastinya berlandaskan kepada dalil-dalil Qurani yang pasti. Sehingga tidak pada tempatnya mengatakan “pacaran” = “ta’aruf”.
..... ups.. intermedzo kang.. biar ga kaku..) tapi insya Allah jika tekun, berusaha dan tidak hanya berdiam diri maka insya Allah akan menjadi kaya... setidaknya kaya hati yang diliputi dengan sifat sabar, qonaah dan tawakal..... dan yang pasti dikaruniakan istri yang sholehah dan suami yang sholeh. amin......
.. just kidding .......
)
(read more ...)
Pacaran itu diidentifikasi sebagai suatu tali kasih sayang yang terjalin atas dasar saling menyukai antara lawan jenis.
- Hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim, dalam hubungan itu mereka sering berduaan, dan melakukan kontak jasmani berupa ciuman atau semacamnya.
- Hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim, dalam hubungan itu mereka sering berduaan, namun tetap menjaga agar tidak terjadi kontak badan, seperti ciuman dan semacamnya.
- Hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim, tetapi selalu menjaga agar mereka tidak berduaan apalagi melakukan kontak badan dalam bentuk apapun.
- Taaruf (T) : Mengenal calon istri/suami, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pernikahan
- Pacaran (P) : Mengenal calon pacar, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pacaran, syukur syukur bisa nikah.....
Kapan dimulai ?
- T : Saat calon suami dan calon istri sudah merasa bahwa menikah adalah suatu kebutuhan dan sudah siap secara fisik, mental dan insya Allah materi
- P : Saat sudah diledek sama teman " Koq masih jomblo ?" atau saat butuh temen curhat.
- T : Sesuai dengan adab bertamu
- P : Pagi boleh, siang oke, sore ayo, malam bisa , dini hari kalau ngga ada yang komplain juga ngga apa2
Tempat Pertemuan
- T : Dirumah sang calon, balai pertemuan, musholla, masjid
- P : dirumah sang calon, kantor, mall, cafe, diskotik, tempat wisata, kendaraan umum & pribadi, pabrik, taman.
Frekuensi pertemuan
- T : lebih sedikit lebih baik karena menghindari zina hati
- P : lazimnya seminggu sekali, pas malem minggu kalo bisa tiap hari. alhamdulillah......
- T : sesuai dengan adab bertamu
- P : Selama belum ada yang komplain, lanjut mang !
Materi pertemuan
- T : Kondisi pribadi, keluarga, harapan serta keinginan dimasa depan
- P : Cerita apa aja kejadian minggu ini, ngobrol ngalur ngidul ketawa ketiwi....
Jumlah yang hadir
- T : Minimal calon lelaki, calon perempuan
- P : Calon lelaki dan calon perempuan saja (berdua), kalo rame rame bukan pacaran tapi rombongan
Biaya
- T : Secukupnya dalam rangka menghormati tamu (sesuai adab tamu)
- P : kalau ada biaya : ngapel, kalau ngga ada absen dulu atau cari pinjeman, terus tempat pertemuannya dirumah aja kali ya ? tapi gengsi dong pacaran dirumah doang ?? Apa kata doi coba ??
Lamanya
- T : Ketika sudah tidak ada lagi keraguan dikedua belah pihak, lebih cepat lebih baik dan ketika informasi sudah cukup (bisa seminggu, sebulan, 2 bulan) apalagi yang ditunggu tunggu ?
- P : bisa 3 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun bahkan mungkin 10 tahun
Saat tidak ada kecocokan saat proses
- T : Salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan dan proses stop dengan menyebut alasannya
- Salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan dan proses stop dengan/tanpa menyebut alasannya
Etika pergaulan dalam Islam adalah, khususnya antara lelaki dan perempuan garis besarnya adalah sebagai berikut :
- Saling menjaga pandangan di antara laki-laki dan wanita, tidak boleh melihat aurat , tidak boleh memandang dengan nafsu dan tidak boleh melihat lawan jenis melebihi apa yang dibutuhkan. (An-Nur : 30-31)
- Sang wanita wajib memakai pakaian yang sesuai dengan syariat, yaitu pakaian yang menutupi aurat (An-Nur : 31)
- Hendaknya bagi wanita untuk selalu menggunakan adab yang islami ketika bermuamalah dengan lelaki, seperti:
- Di waktu mengobrol hendaknya ia menjauhi perkataan yang merayu dan menggoda
- Di waktu berjalan hendaknya wanita jangan menggoda orang yang melihat
- Tidak diperbolehkan adanya pertemuan lelaki dan perempuan tanpa disertai dengan muhrim.
- Termasuk di sini suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah setan. Seperti sabda nabi: "Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab setan menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya." (HR. Bukhari & Muslim).
Hidup di dunia yang singkat ini kita siapkan untuk memperoleh kemenangan di hari akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah kita mulai hidup ini dengan bersungguh-sungguh dan jangan bermain-main. Kita berusaha dan berdoa mengharap pertolongan Allah agar diberi kekuatan untuk menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Semoga Allah menolong kita, amin.
Harus di sadari oleh kita semua semua bahwa Memiliki Rasa Cinta Adalah Fitrah dari Allah SWT, namun jangan sampai kita mengumbar rasa cinta kita dengan seenaknya saja.
Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So....kesimpulannya Pacaran itu haram hukumnya, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram. Sedangkan yang dibolehkan adalah Nazhara yanzhuru unzhur ataupun istilah dikalangan muda muslim sekarang yaitu Ta’aruf. . Wallahu a’lam bisshawab.
** mohon maaf jika ada pihak2 yang tidak berkenan atas kehadiran artikel ini.
(read more ...)
- Durhaka dengan ucapan.
- Durhaka dengan perbuatan.
- Durhaka dengan ucapan dan perbuatan.
(read more ...)
Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.
- Bertakwa.
- Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
- Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
- Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
- Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
- Gemar membaca Al Quran dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
- Menghidupkan amar maruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
- Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
- Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
- Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
- Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
- Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
- Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
- Berbakti kepada kedua orang tua.
- Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.
Orang yang Rendah hati akan membahagiakan hati sesama. Kalau dia seorang bapak, keluarganya akan menghormatinya dengan tulus. Kalau seorang ibu, anak-anaknya tentu akan senantiasa merindukan. Kalau seorang pemimpin, tentu akan menginspirasi hati sekalian rakyatnya.Mari kita belajar rendah hati, dgn cara mengagumi dan mengapresiasi kelebihan rekan2 kita yg tidak kita miliki.
Rendah hati bukan berarti merendahkan diri dan menutup diri melainkan secara aktif mendengarkan, berbagi, dan berempati sehingga terjalin hubungan harmonis dua arah. Dia dapat menyesuaikan kondisi emosi dan egonya untuk menempati kondisi emosi dan ego teman bicaranya sehingga sang teman merasa didengarkan dan dihargai.
Sikap rendah hati bukan akan membuat kita jatuh martabat, sebaliknya, malah akan membuat kita naik. Naik kredibilitas, naik martabat, dan yg lebih penting lagi, naik kemampuan dan meningkat kemajuan kita. dengan bersikap rendah hati kita melakukan penabungan dalam bank emosi kita.
(read more ...)
Suatu ketika Seorang bayi siap untuk dilahirkan. menjelang diturunkan, si bayi bertanya kepada Tuhan :
" Para malaikat disini mengatakan besok Engkau akan mengirimkanku ke dunia, tetapi bagaimana cara hidup disana ? saya begitu kecil dan lemah. " kata sibayi
Tuhan menjawab :" AKU telah memilih satu malaikat untukmu. ia akan menjaga dan mengasihimu.
"Tapi disyurga apa yang saya lakukan hanya tertawa dan bernyanyi ini cukup bagi saya untuk bahagia." Demikian Kata Sibayi.
Tuhanpun menjawab :" Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih bahagia."
Sibayipun bertanyan lagi :" dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara pada-Mu.
sekali lagi Tuhan menjawab :" Malaikat mu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."
sibayipun masih belum puas. iapun bertanya lagi :" saya mendengar bahwa dibumi banyak orang jahat siapa yang akan melindungi saya ?"
dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab :" malaikatmu akan melindungi dengan taruhan jiwa nya sekalipun.
sibayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya :" tapi saya akan bersedih tidak melihat ENGKAU lagi."
dan Tuhanpun menjawab :" malaikatmu akan menceritakan padamu tentang AKU dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-KU walaupun sesungguhnya AKU selalu berada disisimu."
saat itu syurga begitu tenangnya. sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan Sang anak dengan suara lirih bertanya :" Tuhan jika saya harus pergi sekarang bisakah ENGKAU memberitahuku siapa nama malaikat dirumahku nanti ?"
Diam sejenakk.................................. akhirnya Tuhanpun menjawab :" kau dapat memanggil malaikatmu "IBU"
kenanglah ibu yang selalu menyayangimu. untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi. ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan 2 selimut membaluti tubuhmu. ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu dan ingatkah engkau ketika airmata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit ?
anakku... sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu dirumah tempat kau dilahirkan.
anakku.....kembalilah mohon maaf pada ibumu yang selalu rindu pada senyummu.
anakku.... jangan biarkan engkau kehilangan saat saat yang akan kau rindukan dimasa datang ketika ibumu telah tiada. tak ada lagi yang berdiri didepan pintu menyambut kita.
tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia
yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya
yang ada hanyalah baju yang digantung dilemari kamarnya
tak ada lagi dan tak akan pernah ada lagi yang meneteskan airmata, mendoakanmu disetiap hembusan nafasnya.
anakku... ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya.
kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya.
Ibu .... maafkan aku sampai kapanpun jasamu tak terbalaskan...........................
******
bilaku ingat.... masa kecilku ku selalu menyusahkanmu....
bilaku ingat.... masa kecilku ku selalu mengecewakanmu.....
banyak sekali pengorbanmu yang kau berikan padaku....
tanpa letih dan tanpa pamrih kau berikan semua itu....
engkaulah yang ku kasihi.... engkaulah yang kurindu.....
kuharap selalu doamu dari driimu ya ibu.....
tanpa doamu takkan ku raih
tanpa doamu takkan ku capai segala cinta & segala keinginan dari dirku ya ibu.................
(read more ...)
Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris." Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut.....
Barisan Kedelapan
(read more ...)
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."
"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."
"Untuk itu, sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Sayang, aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu. "
(read more ...)
Ia melanjutkan ceritanya "Begini asosiasinya.. di suatu toko buku, banyak pengunjung yang datang untuk melihat-lihat buku. Tiap pengunjung memiliki kesukaan yang berbeda-beda. Karena itulah para pengunjung tersebar merata di seluruh sudut ruangan toko buku. Ia akan tertarik untuk membeli buku apabila ia rasa buku itu bagus, sekalipun ia hanya membaca sinopsis ataupun referensi buku tersebut. Bagi pengunjung yang berjiwa pembeli sejati, maka buku tersebut akan ia beli. Tentu ia memilih buku yang bersampul, karena masih baru dan terjaga. Transaksi di kasirpun segera terjadi. "
"iya, terus teh ..?" kataku dan teman-teman, dibuat penasaran olehnya.
"Nah, bagi pengunjung yang tidak berjiwa pembeli sejati, maka buku yang ia rasa menarik, bukannya ia beli, justru ia mencari buku dengan judul sama tapi yang tidak bersampul. Kenapa? Kerena untuk ia dibaca saat itu juga. Akibatnya, buku itu ada yang terlipat, kusam, ternoda oleh coretan, sobek, baik sedikit ataupun banyak. Bisa jadi buku yang tidak tersampul itu dibaca tidak oleh seorang saja. Tapi mungkin berkali-kali, dengan pengunjung yang berbeda tetapi berjiwa sama, yaitu bukan pembeli sejati alias pengunjung iseng yang tidak bertanggung jawab. Lama kelamaan, kasianlah buku itu, makin kusam hingga banyak yang enggan untuk membelinya" Ceritanya
"Wanita itu ibarat buku. Jika ia tersampul dengan jilbab, maka itu adalah ikhtiar untuk menjaga akhlaknya. Lebih-lebih kalau jilbab itu tak hanya untuk tampilannya saja, tapi juga menjilbabkan hati.. Subhanallah..!
Pengunjung yang membeli adalah ibarat suami, laki-laki yang telah Allah siapkan untuk mendampinginya menggenapkan ½ dienNya. Dengan gagah berani dan tanggung jawab yang tinggi, ia bersedia membeli buku itu dengan transaksi di kasir yang diibaratkan pernikahan. Bedanya, Pengunjung yang iseng, yang tidak berniat membeli, ibarat laki-laki yang kalau zaman sekarang bisa dikatakan suka pacaran. Menguak-nguak kepribadian dan kehidupan sang wanita hingga terkadang membuatnya tersakiti, merintih dengan tangisan, hingga yang paling fatal adalah ternodai dengan free-sex. Padahal tidak semua toko buku berani menjual buku-bukunya dengan fasilitas buku tersampul. Maka, tentulah toko buku itu adalah toko buku pilihan. Ia ibarat lingkungan, yang jika lingkungan itu baik maka baik pula apa-apa yang ada didalamnya. " katanya lagi
"wah, kalau begitu jadi wanita harus hati-hati ya..!. " celetuk salah satu temanku.
"Hmm, .apakah apapun di dunia ini bakal dapet yang seimbang ya, teh? Kayak itu deh, buku yang tersampul dibeli oleh pembeli yang bertanggung jawab. Itukan perumpamaan Wanita yang baik dan terjaga akhlaknya juga dapat laki-laki yang baik, bahkan insyallah mapan, sholeh, pokoknya yang baik-baik juga. Gitu ya, teh?" kata temanku.
" Benar, Seperti janji Allah SWT, "Wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanit yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (An-Nur:26). Dan, hanya Allah yang tak menyalahi janji. " penjelasan nya.
Menjadi wanita adalah amanah. Bukan amanah yang sementara. Tapi amanah sepanjang usia ini ada. Pun menjadi wanita baik itu tak mudah. Butuh iman dan ilmu kehidupan yang seiring dengan pengalaman.
Benar. Menjadi wanita adalah pilihan. Bukan aku yang memilihnya, tapi KAU yang memilihkannya untukku. Aku tahu, Allah penggenggam segala ilmu. Sebelum Ia ciptakan aku, Ia pasti punya pertimbangan khusus, hingga akhirnya saat kulahir kedunia, Ia menjadikanku wanita. Aku sadar, tidak main-main Allah mengamanahkan ini padaku. Karena kutahu, wanita adalah makhluk yang luar biasa. Yang dari rahimnya bisa terlahir manusia semulia Rasulullah atau manusia sehina Fir’aun.
Kalau banyak orang lain merasa bangga menjadi wanita, karena wanita layak dipuja, karena wanita cantik memesona, karena wanita bisa dibeli dengan harta, karena wanita cukup menggoda, dan lain sebagainya, maka justru sebaliknya, dengan lantang aku berkata.. "aku malu menjadi wanita!"
Ya, Aku malu menjadi wanita, kalau faktanya wanita itu gampang diiming-iminggi harta dengan mengorbankan harga dirinya. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita itu sebagai sumber maksiat, memikat, hingga mengajak pada jalan sesat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata dari pandangan dan suara wanita yang tak terjaga sanggup memunculkan syahwat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata tindak tanduk wanita sanggup membuahkan angan-angan bagi pria. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita tak sanggup jadi ibu yang bijak bagi anaknya dan separuh hati mendampingi perjuangan suaminya.
Sungguh, aku malu menjadi wanita yang tidak sesuai dengan fitrahnya. Ya, Aku malu jika sekarang aku belum menjadi sosok wanita yang seperti Allah harapkan. Aku malu, karena itu pertanda aku belum amanah terhadap titipan Allah ini. Entahlah, sampai saat ini , saat dimana umur masih dikandung badan ini aku sudah menjadi wanita macam apa. Aku malu.. Bahkan malu ini berbuah ketakutan, kalau-kalau pada hari akhir nanti tak ada daya bagiku untuk mempertanggungjawabkan ini semua.
Padahal, setahuku dari Bunda Khadijah, Aisyah dan Fatimah, wanita itu makhluk yang luar biasa, penerus kehidupan. Dari kelembutan hatinya, ia sanggup menguak gelapnya dunia, menyinari dengan cinta. Dari kesholehan akhlaknya, ia sanggup menjaga dunia dari generasi-generasi hina dengan mengajarkannya ilmu dan agama. Dari kesabaran pekertinya, ia sanggup mewarnai kehidupan dunia, hingga perjuangan itu terus ada.
Allah, maafkan aku akan kedangkalan ilmuku dan rendahnya tekadku. Aku berlindung pada-Mu dari diriku sendiri. Bantu aku Rabb, untuk tak lagi menghadirkan kelemahan-kelemahan diri saat aku ada di dunia-Mu. Hingga kelak aku akan temui-Mu dalam kebaikan akhlak yang kuusahakan. Ya, wanita sholehah.."
(read more ...)
Saudariku… kuingin meraih surga bersamamu. Maka, saat ini aku hanya bisa berdoa. Semoga kita bertemu disyurga kelak. amin
Saudariku.... ijinkan ku tuk melanjutkan suratku buatmu....
Rambutku kan bagus! Kenapa harus ditutup? Lagi pula kalau ditutup bisa pengap, nanti kalau jadi rontok gimana?”
Harus pakai kaus kaki terus. Kaus kaki kan cepet kotor, males nyucinya!”
Sesungguhnya setan tidak akan membiarkan begitu saja ketika kita hendak melakukan ketaatan kecuali dia akan membisikkan kepada kita ketakutan dan keragu-raguan sehingga kita mengurungkan niat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:
“Dengan memakai jilbab, maka engkau tidak lagi terlihat cantik!”
Apa definisi cantik yang dimaksud?
Apa dengan dikatakan “wah…”, banyak pengagum dan banyak yang nggodain ketika kita jalan maka itu dikatakan cantik?
Sungguh!
Kecantikan iman itu mengalahkan kecantikan fisik.Mari kita lihat bagaimana istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shohabiyah! Apa yang menyebabkan mereka menduduki tempat yang mulia? Bukan karena penampilan dan kecantikan, tetapi karena apa yang ada di dalam dada-dada mereka. Tidakkah kita ingin berhias sebagaimana mereka berhias? Sibuk menghiasi diri dengan iman dan amal sholeh.
Wahai saudariku,
Seandainya fisik adalah segala-galanya, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memilih wanta-wanita yang muda belia untuk beliau jadikan istri. Namun kenyataannya, istri-istri nabi adalah janda kecuali Aisyah radhiyallahu ‘anha.
“Dengan jilbab akan terasa panas dan gerah!”
Panasnya dunia tidak sebanding dengan panasnya api neraka. Bersabar terhadapnya jauh lebih mudah dari pada bersabar terhadap panasnya neraka. Tidakkah kita takut pada panasnya api neraka yang dapat membakar kulit kita? Kulit yang kita khawatirkan tentang jerawatnya, tentang komedonya, tentang hitamnya, tentang tidak halusnya?
Wahai saudariku,
Ketahuilah bahwa ketaatan kepada Allah akan mendatangkan kesejukan di hati. Jika hati sudah merasa sejuk, apalah arti beberapa tetes keringat yang ada di dahi.Tidak akan merasa kepanasan karena apa yang dirasakan di hati mengalahkan apa yang dialami oleh badan.
“Ribet pake baju cewek.”
“Panas! Gerah!”
Semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan meski nafsu kita membencinya.Setiap ketaatan yang kita lakukan dengan ikhlas, tidak akan pernah sia-sia. Allah akan membalasnya dan ini adalah janji Allah dan janji-Nya adalah haq.
“Baju sempit itu?”
“Minyak wangiku?”
Semoga Allah memudahkan kita untuk meninggalkan apa saja yang Allah larang meski nafsu kita menyukainya. Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Semoga Allah memudahkan kita untuk bersegera dalam ketaatan, Meneladani para shohabiyah ketika syariat ini turun, mereka tidak berfikir panjang untuk segera menutup tubuh mereka dengan kain yang ada.
Jadi bukan melulu soal penampilan! Bahkan memamerkan dengan menerjang aturan Robb yang telah menciptakan kita.
Tetapi…
Mari kita sibukkan diri berhias dengan kecantikan iman.Berhias dengan ilmu dan amal sholeh, Berhias dengan akhlak yang mulia. Hiasi diri kita dengan rasa malu! Tutupi aurat kita! Jangan pamerkan! Jagalah sebagaimana kita menjaga barang berharga yang sangat kita sayangi. Simpanlah kecantikannya, Simpan supaya tidak sembarang orang bisa menikmatinya! Simpan untuk suami saja, Niscaya ini akan menjadi kado yang sangat istimewa untuknya.
Peringatan itu hanya bermanfaat bagi orang yang mau mengikuti peringatan dan takut pada Allah.
Kembalilah! Kembalilah dalam ketaatan sebelum terlambat! Kematian bisa datang kapan saja. Bukankah kita ingin meninggal dalam ketaatan? Bukankah kita tidak ingin meninggal dalam keadaan bermaksiat? Bukankah kita mengetahui bahwa Allah mengharamkan bau surga bagi wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang? Berpakaian tapi tidak sesuai dengan syariat maka itu hakekatnya berpakaian tetapi telanjang! Tidakkah kita rindu dengan surga?
Bagaimana bisa masuk jika mencium baunya saja tidak bisa?
Apalagi yang menghalangi kita dari syari’at yang mulia ini? Kesenangan apa yang kita dapat dengan keluar dari syari’at ini? Kesenangan yang kita dapat hanya bagian dari kesenangan dunia. Lalu apalah artinya kesenangan itu jika tebusannya adalah diharamkannya surga (bahkan baunya) untuk kita?
Duhai…
Apa yang hendak kita cari dari kampung dunia? Apalah artinya jika dibanding dengan kampung akhirat? Mana yang hendak kita cari? Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala Semoga Allah menjadikan hati kita tunduk dan patuh pada apa yang Allah syariatkan. Dan bersegera padanya…
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyariatkan kepada para muslimah untuk menutup tubuh mereka dengan jilbab.
Lalu jilbab seperti apa yang Allah maksudkan?
Jilbab kan modelnya banyak…
*Semoga Allah memberi hidayah padaku dan pada kalian untuk berada di atas ketaatan dan istiqomah diatasnya*
Iya, saudariku.
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui jilbab seperti apa yang Allah maksudkan dalam perintah tersebut supaya kita tidak salah sangka.
Sebagaimana kita ingin melakukan sholat subuh seperti apa yang Allah maksud, tentunya kita juga ingin berjilbab seperti yang Allah maksud.
Tidak seperti ini kan?
(read more ...)
Distribusi normal manusia meninggal dunia (tahun)
Rata-rata manusia meninggal dunia antara usia 60 thn-70thn (mayoritas), Pukul rata manusia meninggal ± 65 th "Baligh: Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia"
Laki-laki Baligh ± 15 tahun, Wanita Baligh ± 12 tahun
MATI-BALIGH= sisa USIA……………..65-15= 50 tahun
12 jam siang hari 12 jam malam hari 24 jam satuhari satumalam
Gambaran kotornya: Mari kita tela�ah bersama………! Waktu kita tidur ± 8 jam/hari , Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam= 146000 jam=16 tahun7 bulan…………di bulatkan jadi 17 tahun Logikanya: Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur dari dunia untuk selamanya………………………
Catatan: Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang tumor alias tukang molor bisa jadi 12 jam/hari =25 tahun habis tertidur!!!
Hati-hati dengan penyakit "TUMOR"

Waktu aktivitas kita di siang hari ± 12 jam Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai aktivitas:18250 hari x12 jam=219000 jam=25 tahun
Aktivitas disiang hari: Ada yang bekerja, atau bercinta
ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil jalan-jalan
ada pula yang gambling sambil maling…
dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tak pernah bisa disamaratakan satu dengan yang lain…….. Waktu aktivitas santai atau rilexsasi ± 4 jam Dalam 50 tahun waktu yang dipakai rileksasi 18250 hari x 4 jam= 73000 jam = 8 tahun
Realisasi rileksasi: biasanya nonton tv sambil minum kopi, ada pula yang belajar mati-matian/bikin contekan habis-habisan buat ujian (ayo ngaku ....
) atau mungkin dihabiskan termenung di buai khayalan…… (hmm.. ini yang terkena virus merah jambu
) 17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun Plus plos/Balance Tidur……Ngelembur…Nganggur .... ckckckckck.... 

Memang benar !!!!! kuliah itu ibadah, kalau niat kuliahnya untuk ibadah, lawong kita mah kuliah mau nyari ijazah, bakal nanti bekerja agar mudah mencari nafkah……………………

Memang benar!!!!!!!!! Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana? Orang kita bekerja sikut sana sikut sini, banting tulang banting orang, tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang biar dipandang orang-orang…...

Pernah kita membaca bismillah saat hendak berangkat kuliah tapi sayang hanya sekedar pernah……………

Pernah kita berniat mulia saat hendak mencari nafkah, tapi semuanya terlupa ketika melihat gemerlapnya dunia…….

Oh mungkin saat sholat yang 5 waktu itu dianggap cukup………..! Karena kita pikir; sholat begitu besar pahalanya, sholat amalan yang dihisab paling pertama, sholat jalan untuk membuka pintu syurga……… Kenapa kita harus cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat kita!!!!!!
Berapa sholat kita dalam 50 tahun?????? 1x sholat = ± 10 menit …..5x sholat ± 1 jam, Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai sholat=18250 hari x I jam =18250 jam= 2 tahun Kesimpulan: waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk sholat………… 2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita….itupun belum tentu sholat kita bermakna berpahala dan di terima...Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala rasa-rasanya tidak sebanding dengan perbuatan dosa-dosa kita selama 50 tahun; dalam ucap kata kita yang selalu dusta, baik yang terasa maupun yang di sengaja, dalam ucap kata kita yang selalu cerca terhadap orangtua, dalam harta kaya kita yang selalu kikir terhadap orang faqir, dalam setiap laku langkah kita yang selalu bergelimang dosa…………………………
Logika dari logikanya:
Semakin banyak kita taburkan kebaikan, semakin besar hasil yang kita petik. istana disurga tidak akan dibangun oleh Allah dengan investasi kebaikan yang sedikit & apa adanya dari kita.
Solusi: Tiada kata terlambat walaupun waktu bergulir cepat, isilah dengan sesuatu apa yang bermanfaat!!!!!!! Ingat Akhirat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
(read more ...)
Ketahuilah saudara saudariku ... bahwasannya kunjunganmu kepada saudara saudarimu adalah penyebab timbulnya kecintaan Allah kepada kalian berdua. Niatkanlah kunjungan itu sebagai ketaatan kepada-Nya, bukan hanya untuk membuang waktu sia sia begitu saja.
Ibnu Qayyim berkata dalam kitab Al-Fawaid : " perkumpulan sesama saudara itu terbagi menjadi dua :
- Perkumpulan yang hanya untuk menghibur hati dan menghabiskan waktu sia-sia. Perkumpulan seperti ini mudharatnya lebih banyak daripada manfaatnya. setidaknya perkumpulan seperti ini dapat merusak hati dan membuang waktu sia - sia begitu saja.
- Perkumpulan untuk saling bekerja sama memperoleh kesuksesan dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.perkumpulan seperti ini mendatangkan kebaikan dan manfaat yang sangat besar.
saudara saudariku... mari kita tanya pada diri kita .... masuk keperkumpulan yang manakah kita dikala kita masuk kesalah satu sarana yang tersedia melalui dunia maya ? semoga kita masuk keperkumpulan yang kedua. amin Allahumma amin.
Mengunjungi saudara saudari karena Allah akan memperoleh ganjaran pahala yang besar dari Allah. oleh karena itu, masing masing kita dari kita wajib mengunjungi saudara saudarinya dengan meniatkan kunjungan tersebut karena Allah, bukan hanya sekedar untuk menghabiskan waktu sia sia dan menghibur hati belaka.
mari kita sama - sama saling bekerja sama untuk menjadikan kunjungan kita kepada saudara saudari kita dalam rangka untuk saling menasehati dan menanyakan kondisi saudara saudari kita. selain itu, dalam rangka untuk saling merasakan kebahagiaan ataupun kesedihan yang sedang dirasakan. hendaknya setiap kunjungan diakhiri dengan saling memberi nasehat.
Allah berfirman :" wal ashri......... Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar benar berada dalam kerugian, kecuali orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. 3 ; 1-3)
saudaraku semoga hidup yang singkat ini penuh manfaat, karena kita selalu semangat untuk belajar tentang apa saja. untuk saling menasehati dalam keadaan apapun. sehingga kita terbiasa untuk banyak memberi dan sedikit meminta. lebih banyak berbuat daripada bersantai menanti harapan, lebih banyak menangis karena letih daripada tertawa tanpa beban. kita beramal dengan apapun yang kita punya, dimanapun dan kapanpun hingga tiba masa untuk mengembalikan jiwa ini kepada-Nya.....
mari saudara saudariku... jernihkan hati.... sesungguhnya semua kita butuh nasehat. siapapun dia karena kita punya jalan untuk futur.
Manusia itu insan kerdil yang senantiasa cenderung melakukan kesilapan. berdampinglah kamu dengan insan - insan yang mampu menasehatimu apabila kamu melakukan kesalahan. serta insan yang mampu menerima teguran apabila dia melakukan kesilapan karena manusia itu diciptakan saling memerlukan antara satu sama yang lain....
(read more ...)
Diriwayatkan bahwasannya ada sekelompok pasukan kaum muslimin yang terkepung di antara musuh dan sebuah sungai. Lalu, sang panglima pasukan memerintahkan kepada pasukan kaum muslimin untuk terjun menyeberangi sungai itu. merekapun menyambut baik perintah tersebut dan langsung terjung menyeberangi sungai itu, sementara pasukan musuh hanya menyaksikan mereka dari kejauhan.
ditengah - tengah sungai sebuah tempat air minum milik salah seorang pasukan terlepas dari pegangannya. orang itu lalu berteriak :
" Tempat airku , tempat airku !
lalu orang yang ada disebelah kanannya pun berteriak :
" Tempat airku, tempat airku !
hingga akhirnya semua anggota pasukan itu meneriakkan kata yang sama : " Tempat airku, tempat airku !"
setelah itu mereka semua menyelam kedalam air sungai untuk mencari tempat air saudara mereka. apa yang mereka lakukan ini disaksikan oleh pra musuh, sehingga Allah membuat mereka gentar (karena rasa persaudaraan pasukan kaum muslimin yang sangat kuat).
Pasukan musuh berkata :" Jika mereka rela melakukan hal seperti itu hanya karena sebuah tempat air milik salah seorang dari mereka yang terjatuh, maka apalagi jika kita membunuh salah seorang dari mereka."
itulah yang menyebabkan pasukan kaum muslimin memperoleh kemenangan.
sodaraku... jika tidak berlebihan saya hanya mengatakan bahwa lemahnya rasa persaudaraan (ukhuwah) adalah faktor utama yang menghambat kaum muslimim untuk meraih kemenangan. kita mungkin memang menangis dan turut berduka atas apa yang menimpa saudara saudara kita di negeri palestina. kita juga tidak memungkiri ketulusan perasaan yang kita rasakan pada saat itu. akan tetapi, apakah perasaan yang kita rasakan itu sebanding dengan perasaan kaum muslimin saat mendengar permohonan pertolongan seorang wanita yang merupakan saudara seiman mereka yang berada di perbatasan negeri Roma ? saat itu seluruh kaum muslimin berlomba lomba untuk bersegera memberikan pertolongan kepada wanita itu dan tidak seorangpun dari mereka menunda nunda memberi pertolongan ; (peristiwa inilah yang mengawali runtuhnya imperium romawi)
saudaraku..... apakah perasaan yang ktia rasakan seimbang dengan perasaan para tabi’in yang rela lebih mendahulukan sikap membantu menyelesaikan utang saudaranya seiman sebelum dia melunasi utang diri sendiri ? apakah perasaan kita sama dengan seseorang yang ditinggal wafat oleh saudaranya, kemudain dia memperlakukan anak-anak saudaranya itu dengan sangat baik hingga membuat anak-anak itu hanya merasa kehilangan wajah (fisik) ayahnya saja, karena figur ayahnya telah tergantikan ? selanjutnya apakah rasa cinta kita kepada saudara kita seiman sama dengan kecintaan seorang hamba kepada saudaranya yang setiap malam dia selalu mendoakan saudaranya itu lebih dari tiga ratus kali ?
mari kita sama - sama berusaha menjadi seperti mereka yang turut merasakan betapa orang yang kehilangan tempat air nya sangat membutuhkan tempat air tersebut. mereka sama sekali tidak menganggap bodoh permintaan saudaranya itu. bahkan mereka semua bersatu padu untuk mewujudkan permitaan saudara mereka, mesti hanya demi barang yang mungkin sepele. namun itulah yang menyebabkan mereka memperoleh kemenangan (atas ijin Allah).
Imam Hasan Al-Banna berkata : kekuatan yang paling utama adalah adanya persatuan, sedangkan persatuan tidak akan terwujud tanpa adanya perasaan cinta.
(read more ...)
SISAKAN AKU
(read more ...)
Saudariku muslimah........
saya hadiahkan kepada kalian para muslimah satu hadiah terindah yaitu dengan memperbaharui perjanjian kepada Allah, taubat nashuha dan kembali secara benar kepada Allah......
hadiah ini diberikan kepada Ummul mukminin Aisyah, padahal kita lebih membutuhkannya, mari kita dengarkan, kita lihat kalimat-kalimatnya dan kita renungkan makna - makna yang terkandung bersama-sama, karena didalamnya terdapat kebaikan yang banyak.
Rasulullah bersabda kepada Aisyah yang artinya :" Apabila engkau melakukan dosa, maka mintalah ampunan kepada Allah dan bertaubatlah kepada-Nya, karena seorang hamba apabila dia mengakui dosanya kemudian dia bertaubat kepada Allah niscaya Allah mengampuninya. (HR.Bukhari muslim dengan syarah an-Nawawi dan Ahmad)
Saudariku......
’Aisyah As - Shiddiqah binti As Shiddiq digosipkan dengan berita buruk oleh para pembohong, maka Rasulullah mendatanginya dan menghadiahkan kepadanya hadiah diatas, yang pada hakikatnya juga merupakan hadiah kepada semua wanita muslimah.
Wahai Saudariku, sesungguhnya hadiah ini yang paling kita perlukan pada saat ini dimana fitnah-fitnah, syubhat-syubhat, kemaksiatan dan syahwat merajalela.
Hendaknya janji kita kepada Allah dengan taubat dan istighfar agar kita selalu hidup berbahagia.Dari hadiah ini kita mengetahui taubat bukanlah sekedar kalimat yang diucapkan, bukan pula ucapan yang didengungkan oleh lisan, akan tetapi dia tercapai dengan beberapa perkara
- hendaklah kita merasa menyesal karena telah melakukan kesalahan atau dosa yang telah terjadi, bukankah Rasulullah bersabda :" Penyesalan adalah taubat " (HR. Ahmad, alhakim dari hadist Ibnu Mas’ud dan Anas bin Malik)
- Hendaklah kita meninggalkan dosa yang telah kita sesali dan menjauhi jalannya, inilah arti meninggalkan dosa.
- Niat kuat yang benar, janji yang kuat untuk tidak kembali kepada dosa tersebut
- Hendaklah kita mengerjakan amal - amal shalih yang biasa menjadi sebab terhapusnya amal - amal buruk
- membebaskan diri dari hak - hak manusia, apabila kita berkata yang menyangkut hak saudari kita muslimah, baik ghibah atau namimah atau kita mengambil darinya sesuatu yang kita tidak berhak, maka hendaknya kita mengembalikannya sebagai batas kemampuan, kemudian kita wajib memohon maaf dan kerelaannya apabila kita tidak mampu mengembalikannya dan memohonkan ampunan untuknya.
Saudariku.......
Dengan jujur saya katakan bahwa taubat yang nashuha adalah jalan kita kepada Allah dan bekal kita di akherat, tidaklah beruntung orang yang beruntung pada hari kiamat, kecuali dengan taubat nashuha.
oleh karena itu, Allah mengajak kita kepada taubat nashuha, renungkanlah firman Allah :
" Katakanlah, hai hamba-hamba-KU yang melampaui batas, terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa-dosa. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " (Az-Zumar;53)
simaklah Firman-Nya, Dia membuka pintu taubar : " Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya...." (Asy-Syuura;25)
Saudariku......
bertaubat dari dosa dosa dan kesalahan, baik yang besar maupun yang kecil termasuk perkara - perkara yang wajib untuk dikerjakan dengan segera dan terus menerus, dan kita bisa memperhatikan anjuran segera bertaubat dengan cepat, dalam firman Allah :" Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang - orang yang beriman supaya kamu beruntung." (An-Nur;31)
Bahkan lihatlah dan renungkanlah wahai Saudariku muslimah..... Rasulullah yang ma’shum yang telah diampuni dosa - dosanya yang telah lalu dan yang akan datang , beliau bersabda :" yaa ayyuhannasu ........ :" Wahai manusia, bertobatlah dan beristighfarlah kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam satu hari seratus kali." (HR. Muslim, At-tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Wahai Muslimah saudariku...... Taubat... Taubat..... Kembali.... Kembali...........................
Berkhayallah bahwa kita memiliki semua impian dan angan angan yang kita inginkan ? dan kitapun telah menggapai harapan yang kita idam idamkan, namun tiba tiba ketika kita lengah, semuanya lenyap tanpa guna bahkan mendapatkan kerugian dan kehancuran.
apa yang kita lakukan ? jelas kita akan menangis dan merasa terpukul, bahkan kita akan bersedih atas apa yang hilang dari kita, dan bahkan kita bisa gigit jari karena kesedihan dan penyesalan. Semua itu hanya karena dunia yang fana. lantas bagaimana dengan umur kita yang terus bertambah dan berjalan tanpa guna ?
sesungguhnya umur kita adalah mutiara berharga yang tidak bisa dinilai dengan materi apapun, dan umur kita ini pada hakekatnya adalah nafas-nafas kita,nafas yang keluar dan tidak akan kembali kepada kita selamanya.
Nafas inilah modal hidu kita didunia, dengannya kita bisa membeli nikmat nikmat akherat yang kita inginkan dan dengannya kita menggapai ketentraman dan kenikmatan.
Dengannya kita meraih syurga dan dengannya kita aman dari neraka. dengannya kita beruntung dengan memperoleh ridha Arrahman, dan dengannya kita melihat Al-Malik Al-Mannan.
Maka bagaimana kita menyia - nyiakan usia kita tersebut tanpa taubat nashuha ?
bagaimana nafas nafas kita berhembus tanpa guna dan manfaat ?
Saudariku...............................
Pikirkan dan renungkanlah ucapan ucapan berikut mudah mudahan Allah memberikan kita manfaat karenanya.
sesungguhnya apabila malaikat maut muncul didepan kita, maka akan nampak kesedihan dan penyesalan diwajah kita, dimana kita ingin seandainya kita memiliki dunia dengan segala macam isinya, untuk menebus peristiwa yang sulit ini dengannya.
Maha benar Allah Yang Maha Agung ketika berfirman :" Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu lalu berkata :" Ya Tuhanku mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat yang menyebabkan aku bisa bersedekah dan aku termasuk orang - orang yang shalih." (Al-Munafiqin;10) " Dan sekali - kali tidak akan menangguhkan kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Munafiqin;11)
saudariku...................................
Kesedihan bagi kita apabila maut datang kepada kita sementara kita belum kembali.
Kerugian bagi kita apabila kita dipanggil untuk bertaubat tapi kita tidak menjawabnya.
Saudariku..............................
setiap orang dari kita memiliki dosa - dosa , aib - aib, maksiat - maksiat dan kesalahan - kesalahan.
apakah lantas kita berputus asa dari rahmat Allah ?
Apakah lantas kita berpatah arang dari rahmat Allah ?
Tidak, Demi Allah, Tidak, Demi Allah dan sekali lagi tidak, Demi Allah..............
Sungguh Allah telah memanggil kita. Dia mengajak kita kepada ampunan, maaf dan rahmat
Allah berfirman :"Wahai bani Adam, selagi engkau berdoa kepadaKU, berharap kepadaKU dan mohon ampunan kepadaKu, maka Aku mengampuni dosa dosamu dan Aku tidak peduli. Wahai bani Adam, seandainya dosa dosamu mencapai awan dilangit kemudian engkau memohon ampun kepadaKu, niscaya Aku mengampunimu. Wahai bani Adam, seandainya engkau datang kepadaKu dengan membawa dosa sepenuh jagad kemudian engkau menghadap kepadaKu dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, niscaya Aku akan berikan ampunan sepenuh jagaq pula. " (HR. Ahmad dari Abu Dzar, dan At-tirmidzi dari Anas bin Malik, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abu Darda dan dishahihkan oleh Ak-Hakim disetujui oleh Adz -Dzahabi)
Saudariku.......................
siapakah orang yang kita lihat selamat dari penyakit - penyakit dunia ?
Siapakah orang yang kita lihat sehat dan tidak pernah sakit ?
kehidupan dunia mana dengan kematian tidak terputus ?
Umur siapa dengan berlalunya waktu-waktu tidak habis ?
Saudariku.......................
Bukankah kita pemilik kesalahan - kesalahan dan dosa - dosa, mana air mata kita yang mengalir ?
bukankah kita tawanan maksiat-maksiat dan dosa-dosa, dimana tangis penyesalan kita atas dosa - dosa yang telah lewat ?
apakah kita telah lupa akan aib - aib dan dosa dosa kita ? sementara buku catatan kita penuh dengan apa yang kita lupakan.
Apakah kita akan sabar terhadap siksaan Neraka Hawiyah ? Tahukah kita apakah Neraka Hawiyah itu ? yaitu api yang panas membakar.
Mari kembalilah kepada-Nya dengan taubat Nashuha
Mari perbaharui iman dan perbaikilah islam
didunia ini hanya ada 2 jalan.... 1 jalan menuju neraka-Nya... 1 jalan menuju kesyurga-Nya........... manakah yang akan kita pilih sodariku.................
kuberharap jadi bidadari syurga
tapi aku bukan wanita sholehah
ku berharap syurga
tapi tak sadar jalanku keneraka
ku ingin mencari ridho-Nya
tapi tak sadar aku mengundang murka-Nya.....
pantaskah syurga untukku.........
saudariku muslimah.....
saya sampaikan kepada kalian kisah berikut, saya ingin kita berpikir dan merenungkan makna makna nya.
Ketika Asma’ bin kharijah menikahkan putrinya, dia mendatanginya pada malam pengantin dan berkata kepadanya :
"wahai anakku, jika para wanita berhak mendidikmu maka (memang) harus mendidikmu, jadikanlah dirimu hamba sahaya bagi suamimu niscaya dia akan menjadi hamba bagimu, janganlah kamu terlalu dekat dengannya sebab hal itu membuatnya bosan kepadamu atau kamu yang bosan kepadanya. jangan kamu menjauh darinya karena hal itu memberatkanya. jadilah kamu dimata suamimu sebagaimana yang telah aku ucapkan kepada Ibumu. "jadilah engkau pemaaf bagiku niscaya langgeng kasih sayangku dan janganlah berbicara pada saat kemarahanku belum reda dan janganlah sekalipun engkau memukulku seperti memukul rebana sebab engkau tidak mengetahui bagaimana perpisahan sesungguhnya saya melihat kasih sayang dan kebencian dalam hati apabila keduanya berkumpul maka kasih sayang akan sirna.
disini patut kita ketahui saudariku muslimah.... bahwa usaha kita dengan keseriusan dan kesungguhan dalam rangka mendapat ridha suami dan menampakkan kebahagiaan didalam hatinya adalah termasuk perkara yang didambakan suami dari pendamping hidupnya.
benar, sering terjadi perselisihan dan perbedaan antara diri kita dengan suami kita, kalau itu terjadi semestinya kita mengatasi perbedaan dan perselisihan itu dalam waktu yang tepat dan mencari cara yang paling singkat untuk menyelesaikannya dan menyudahinya.
saudariku...
benar, bisa jadi kebenaran berada dipihak kita dan kesalahan dipihak suami, akan tetapi dalam kondisi yang demikian kita harus memahami mungkin saja suami berbeda pandangan dengan pendapat kita dan mengira bahwa dialah yang benar dan bisa jadi memang dialah yang benar karena suatu hikmah yang kita tidak mengetahuinya dan mungkin juga dialah yang berada diatas kesalahan yang nyata baik dalam ucapan dan perbuatannya.
dalam situasi dan kondisi demikian cobalah menenangkan hatinya dan perasaannya yang tertekan terlebih dahulu, berusahalah untuk meringankan perkaranya, kemudian sesudah itu dengan tenggang waktu yang cukup sesudah dia merasa tentram jiwanya dan tenang pikirannya mulailah menjelaskan pendapat kita, dan sesungguhnya kita tidak menginginkan kebaikan kecuali kebaikan untuk diri kita dan diri suami kita. jelaskan kepadanya bahwa kita tidak ingin sama sekali menyelisihinya. bagaimana mungkin ? sedangkan dia adalah pendamping hidup kita yang senantiasa kita butuhkan, dialah imam bagi kita.
pada saat itu kita dapat mempengaruhi suami untuk melaksanakan kemauan kita. sesudah kita memberikan penjelasan kepadanya apa yang dia inginkan yaitu mendengar perkataannya dan melaksanakan perintahnya.
beginilah semestinya kita memikirkan bagaimana menjadikan suami berbahagia. sehingga dia juga menghiasi hidup kita dengan kebahagiaan dan ketentraman, akan tetapi hal itu tidak mungkin terwujud kecuali apabila kita menguasai seni menarik hatinya dan memikat kekagumannya....
Ada suatu berita unik yang dikisahkan untuk menjelaskan pengaruh usaha perbaikan sesudah tenangnya jiwa dan dinginnya pikiran yaitu hikayat bangsa arab yang ditulis oleh sejarah.... nyimak yuuuukkkkkk
diceritakan ada seorang amir yang dipanggil Abu hamzah. dia menikahi seorang wanita dengan harapan besar dia akan melahirkan seorang anak laki - laki , akan tetapi dia mendapati anaknya lahir perempuan. dan sebagaimana yang masyur dikalangan bangsa arab bahwa mereka membenci anak perempuan sampai - sampai salah satu dari mereka berbangga diri akan mengubur anak wanitanya hidup - hidup , dia berkata kepada orang yang dikarunia anak perempuan :" Allah mengamanahkan kalian dari rasa malu karenanya. dan cukuplah bagi kalian untuk menguburkannya serta kalian menjalin persaudaraan dengan kubur."
ketika abu hamzah tahu bahwa anaknya perempuan, dia langsung minggat dari rumah karena kemarahan yang besar hanya karena istrinya melahirkan anak perempuan dan bukannya laki - laki seperti yang dia inginkan. dia hanya pulang kerumahnya yang lain dan keistrinya yang lain, suatu hari dia lewat didepan rumah istrinya yang telah memberinya anak perempuan tersebut, tiba tiba dia melihat istrinya sedang bercanda dengan putrinya sambil mengucapkan bait bait syair :
dia selalu berada dirumah yang berada disamping kita
marah karena kami tidak melahirkan anak laki - laki
padahal kita tidak memiliki kehendak sama sekali dalam perkara ini
kami hanya mengambil apa yang diberikan
dan kami ibarat bumi bagi penanamnya
kami tumbuhkan apa yang telah ditanam pada kami."
begitu abu hamzah mendengar bait - bait diatas dia langsung terpanggil oleh fitrah kasih sayang seorang ayah, lalu dia masuk kedalam rumah dan mencium istri dan anak perempuannya..... (subhanallah)
begitulah kecintaan, kasih sayang, kebahagiaan dan ketentraman kembali pulang kesarang suami istri, hanya dengan kalimat - kalimat yang ringan. dan kita juga bisa keluar dari pertentangan itu dimana suatu saat muncul pertentangan antara diri kita dengan suami, dan sungguh kita telah merasakan bahwa kita mampu untuk mengembalikan senyum suami dan ketenangan dalam hatinya. Insya Allah.
Saudariku muslimah......
mari kita renungkan kembali pesan seorang ibu kepada anaknya ketika akan menikah :
" wahai anakku .....
engkau akan berpisah dengan udara tempat kamu lahir , engkau akan meninggalkan hidup yang pernah engkau lalui, untuk menuju sangkar baru yang belum engkau kenal, teman yang belum akrab denganmu, ia akan menjadi raja dan pengawas atas dirimu, maka jadilah budaknya maka ia akan menjadi sahayamu yang penurut.
Wahai anakku....
jagalah sepuluh perkara untuk bekal hidupmu
yang pertama dan kedua, tunduklah kepadanya dengan qana’ah ikuti dan patuhilah dia
yang ketiga dan keempat, senangkan pandangan dan pendengarannya, jangan sampai ia melihatmu dalam keadaan tidak menarik, jangan sampai ia menghirup darimu selain bau yang harum
yang kelima dan keenam, jagalah waktu tidur dan makannya, karena lapar akan membangkitkan amarahnya dan kurang tidur akan menyalakan kemurkaannya
ketujuh dan kedelapan, jagalah kekayaannya dan awasi pekerja - pekerjanya dan anaknya. puncak kebaikan terhadap harta ialah mengatur nya dan kebaikan terhadap anaknya berarti mengasuhnya
yang kesembilan dan kesepuluh, jangan engkau bantah perintahnya dan jangan engkau bocorkan rahasianya. kalau engkau bantah perintahnya akan sesak dadanya, bila engkau bocorkan rahasianya engkau tidak akan selamat dari pembalasannya.
Saudariku.....
tidak ada sesuatu yang bisa aku sampaikan sebagai peringatan bagi kalian juga bagi diriku sendiri dalam masalah ketaatan kepada suami kecuali sabda Rasulullah :" DIA ADALAH SYURGA DAN NERAKAMU"
saudariku...
renungkanlah kalimat diatas, kita akan mendapatkan keutamaan taatnya istri kepada suami.
suami adalah syurga kita dengan ketaatan kita kepadanya, yakni sebab yang mengantarkan kita pada syurga.
Suami adalah Neraka kita dengan ketidak taatan kita kepadanya, yakni sebab yang mengantarkan kita kepada neraka.
Firman Allah :" ... Adapun wanita -wanita yang sholehah itu adalah wanita - wanita yang patuh (taat) dan memelihara kehormatan dirinya semasa ketiadaan suaminya sebagaimana Allah telah memelihara mereka .... ." (an-nissa’ ; 34)
sesudah perjalanan panjang bersama empat sebab yang mengantarkan kepada syurga Allah, bukankah kita telah mendapatkan bahwa keempat sebab yang telah saya uraikan adalah hadiah istimewa dari Hadits hadits Nabi Muhammad saw kepada kita para muslimah.
saya memohon kepada Allah, mudah mudahan memberikan manfaat dari apa yang ada padanya didunia dan diakherat. amin
Pernikahan atau perkawinan, membuka tabir rahasia
tidaklah setqwa ibrahim, pun tidak setabah ayyub
ataupun segagah musa, apalagi setampan yusuf
justru suamimu hanyalah pria akhir zaman, yang punya cita - cita
membangun keturunan yang sholeh
Pernikahan atau perkawinan, mengajar kita kewajiban bersama
suami yang menjadi pelindung, kamu penghuninya
suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya
suami bagaikan balita yang nakal kamu adalah penuntun kenakalannya
saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya
seketika suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya
seandainya suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya
pernikahan ataupun perkawinan
mengajarkan kita perlunya iman dan takwa
untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah swt
karena memiliki suami yang tak segagah mana
justru kamu akan tersentak dari alpa
kamu bukanlah khadijah, yang begitu sempurna didalam menjaga
pun bukanlah hajar, yang begitu setia dalam sengsara
cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi sholehah
Saudariku muslimah...
kini kita akan membahas sebab keempat yang mengantarkan kita kepada kehidupan yang diridhai di syurga Allah yang tinggi yaitu : muslimah yang taat kepada suaminya. taat kepada suami termasuk akhlak mulia yang merupakan penolong kehidupan seorang wanita muslimah, dan kebahagiaannya didunia dan akherat bertumpuh kepadanya. setiap suami muslim dalam lubuk hatinya ingin kalau dia mampu dari hatinya yang mendalam menjadikan kebahagiaan menyelimuti rumah tangganya dan kegembiraan mengiringi anggota keluarganya.
akan tetapi salah satu perkara yang bisa menghancurkan impian diatas, melenyapkan kebahagiaan tanpa bekas, mengubur kegembiraan tanpa bekas dan mendatangkan kesengsaraan adalah ketidak taatan istri kepada suaminya.
saudariku muslimah.....
sesungguhnya wanita yang berakal dan cerdik, bijaksana lagi cerdas dialah wanita yang mengetahui sumber datangnya perselisihan yang menyusup kedalam rumahnya sehingga ia segera menutupinya. dia memahami perkara yang memicu kemarahan suaminya sehingga dia segera mengikisnya. bisa jadi faktor dominan yang menjadi penyebab berbaliknya pernikahan dari kenikmatan menjadi adzab adalah perasaan dan tindakan istri yang seakan akan dia adalah musuh (saingan) bagi suaminya dan ketidak taatannya kepada suami dalam rangkat ketaatan kepada Allah ta’ala.
Sesungguhnya kadar ketaatan seorang wanita kepada suaminya, adalah tolok ukur keberhasilannyua dalam hidup berumah tangga, sejauh mana perasaan suami bahwa kita telah menunaikan haknya yang agung dan mulia sejauh itu pulalah ketinggian kedudukan kita disisinya dan menambah kecintaannya kepada kita, sebenarnya inilah yang didambakan wanita dari suaminya
Rasulullah telah mengajarkan kepada para mukminah bahwa jalan menuju syurga dimulai dengan ketaatan kepada suami sesudah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Saudariku muslimah....
renungkanlah hadist berikut, hadist yang diriwayatkan oleh Al-Hushain bin mihshan ra bahwa bibinya datang kepada Rasulullah karena suatu keperluan, setelah ia selesai dari keperluannya, Rasulullah bertanya :
" ’adza ti jauzi ’anti ? " apakah engkau bersuami ?’
ia menjawab :" ya"
Rasulullah berkata :" kaifa ’anti minhu ?" bagaimana dirimu terhadapnya ?"
bibi saya menjawab :" saya tidak melalaikannya kecuali yang saya tidak mampu."
maka Rasulullah bersabda :" Lihatlah dirimu daripadanya, karena itu dia adalah SYURGA atau NERAKAMU. " (Hr. Ahmad, Al-Hakim dan Ath - Thabrani)
ketaatan kepada suami sebagaimana yang sudah jelas dari hadits diatas, adalah salah satu penyebab masuknya kita kedalam syurga.
saudariku....
pernikahan adalah salah satu ikmat Allah yang diberikan kepada laki - laki dan perempuan dalam kadar yang sama, ia adalah wujud kecintaan, kasih sayang, itsar (mementingkan pasangan hidup) dan saling memberi dan menerima. hal ini helas tergambar dalam firman Allah yang artinya :" dan diantara tanda tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan istri - istri dari jenismu supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan Allah menjadikannya diantara kamu rasa kasih dan sayang. sesungguhnya pada yang demikian itu benar - benar terdapat tanda - tanda bagi kaum yang berpikir." (Ar-rum ; 21)
demi menjaga kelanggengan kasih sayang dan hubungan baik antara suami istri, maka Allah meletakan hak masing - masing atas pasangannya. firman Allah : " dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ,a’ruf, akan tetapi para suami mempunyai satu tingkat kelebihan dari istrinya." (al-baqarah;228)
saudariku.....
kita mempunyai hak - hak atas suami yang tidak sedikit yang wajib diberikan kepada kita bahkan dianggap maksiat dan berdosa disisi Allah jika suami tidak melaksanakan hak-hak kita.
akan tetapi kita sekarang sedang membahas salah satu hak suami atas istri, dengan memenuhi hak ini istri masuk syurga Rabbnya dan berbahagia dunia dan akherat. hak tersebut adalah hendaknya seorang muslimah menjadi istri yang patuh kepada suaminya dengan menunaikan hak - haknya. maka suami tidak mendengar kecuali pembicaraan yang baik, dia tidak mencium dari kita kecuali bau yang sedap, dia tidak melihatnya kecuali yang membahagiakannya dan dia tidak mendapatkannya kecuali kita senantiasa mengikuti keinginan - keinginan dan kebutuhannya , singkatnya semua itu dalam bingkai, tidak ada ketaatan bagi makhluk dalam bermaksiat kepada Khalik.
saudariku muslimah....................
sesungguhnya istri yang patuh kepada suaminya, dia bisa menjadikan suaminya merasa bahwa dia adalah segalanya bagi istrinya dan dia juga merasa bahwa istrinya selalu membutuhkannya seperti kebutuhannya kepada makan dan minum.
sesungguhnya istri yang tunduk kepada suaminya, dia memahami hak suami sehingga dia tidak memerlukan peringatan dan penjelasan tentang hak itu.
sesungguhnya istri yang taat kepada suaminya dia mengetahui bahwa suaminya bisa salah sebab dia bukan ma’shum, akan tetapi istri dengan kejeliannya dan pemikiran luasnya, dia mengetahui bagaimana menjaga ketaatan kepada suaminya dan bagaimana mengatasi problema yang mengancam rumah tangganya.
sesungguhnya istri yang taat kepada suaminya, dia dapat memilih waktu yang tepat dan cara yang sesuai untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan suaminya
sesungguhnya istri yang patuh kepada suaminya, dia senantiasa berlapang dada kepada suaminya dan berusaha melupakan sebagian besar sisi negatif yang ada pada diri suaminya asalkan tidak sampai kepada batas kekhawatiran dan kecemasan.
sesungguhnya istri yang tunduk kepada suaminya, dia mengetahui bahwa suaminya menikahinya karena memang dia mencintai dirinya dan berusaha untuk membahagiakannya. oleh sebab itu, meski pun terjadi perbedaan pendapat dia tidak mengabaikan bahwa suaminya menikahinya karena membutuhkannya.
sesungguhnya istri yang taat kepada suaminya dia berusaha sebatas kemampuannya untuk memenuhi perkara - perkara yang disukai oleh suaminya meskipun dia membenci sebagian darinya sebagai wujud kecintaannya kepada suami.
sesungguhnya istri yang taat kepada suaminya, dia selalu mengoreksi dan bertanya kepada dirinya sendiri sesudah terjadi nya perbedaan atau perselisihan " apa yang menyebabkan suami kita melontarkan ucapan seperti itu atau melakukan perbuatan seperti itu ? "apa yang telah kita lakukan sehingga perkaranya bisa jadi begini ?
sesungguhnya istri yang patuh kepada suaminya, disini dia berusa mencari aib- aib nya dan menyingkap kesalahan nya sebelum ditunjukkan oleh suaminya. sesudah merenung sejenak bersama diri sendiri, kita kembali bertanya kepada diri kita sendiri :" bukankah lebih baik diam dan mengawali suami dengan pembicaraan yang baik sekarng ?" bukankah lebih berbicara kepadanya dengan cara begini ?"
beginilah istri yang taat kepada suaminya . bergaul dengan suaminya, sang pembimbing hidupnya seakan - akan dia tidak bisa lepas darinya dalam situasi dan kondisi apapun asalkan tidak dalam bermaksiat kepada Allah....
bersambung................
(read more ...)Saudariku muslimah......sekarang tibalah kita berbicara tentang sebab ketiga yang mengantarkan kepada Syurga Allah ta’ala yaitu kesucian seorang muslimah dengan menjaga kehormatannya.
Hakikat sebab yang ketiga adalah hendaklah seorang muslimat menjaga kesucian dan kehormatannya dengan menjauhi segala hal yang bisa menyeret kepada hilangnya penjagaan tersebut.
seorang muslimah yang bertakwa , dia selalu mengetahui bahwa kadar kecintaan Allah ta’ala kepadanya dan pengakuan semua orang akan keutamaannya tergantung sejauh mana dia menjaga kehormatannya dan orang yang paling cepat mengakui keutamaannya adalah suaminya, kalau memang dia bersuami.
adapun seorang muslimah yang gampangan yang tidak menjaga kesucian nya maka dia keluar dari rumahnya dengan membuka auratnya, menampakkan keindahan tubuhnya yang menimbulkan fitnah dan mendorong orang untuk memandang kemolekannya.
dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda :" ... dan wanita - wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak lenggokan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan akan seperti punuk onta. mereka tidak masuk syurga dan tidak mendapatkan wanginya syurga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian. " (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah ’anhu)
dari Imran bin husain dia berkata : " Rasulullah bersabda " Sesungguhnya penduduka syurga yang paling sedikit adalah wanita ." (HR. Muslim dan Ahmad)
Imam Qurthubi Rahimahullah mengomentari hadist diatas dengan pernyataannya :" penyebab sedikitnya kaum wanita masuk syurga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan - kesenangan dunia, dan berpaling dari akherat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan - kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal.
Wanita yang demikian, apa yang akan dikatakan dihadapan Rabbnya ?
Sungguh Allah telah menghitung amal - amalnya dan mengawasi perbuatan - perbuatannya, tidak ada satu kalimatpun yang ia lafazh kan kecuali ditulis dilembaran bukunya, dan tidak satu perbuatan pun yang ia lakukan kecuali ditulis diatasnya hingga tibalah buku itu disebar didepan matanya pada hari kiamat, ketika dikatakan kepada :" bacalah kitabmu dan lihatlah amal- amalmu serta cukuplah dirimu seabgai penghitung dan penghukum atas dirimu."
Firman Allah yang artinya :" Dan tiap - tiap manusia itu telah kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. dan kami keluarkan baginya pada hari kiaman sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. Bacalah kitabmu , cukuplah dirimu sendiri pada waktu itu sebagai penghisab terhadapmu. " (Al-Isra’ : 13-14)
dari sini saudariku muslimah, saya hanya ingin mengingatkan kepadamu sodariku terutama ingatan ini saya khususkan untuk diri saya sendiri tentang suatu perkara yang dilakukan mayoritas muslimah, sedang kan mereka tidak merasa.
bukan termasuk dari ajaran Islam engkau keluar rumah sementara suamimu (bagi yang telah memiliki suami) tidak ada dirumah padahal ia belum mengizinkan engkau untuk keluar. apabila engkau keluar tanpa persetujuannya dan dia tidak mengetahui karena memang dia sedang tidak ada maka engkau telah tenggelam dalam dosa, dan engkau telah melakukan perbuatan yang menodai kesucian dirimu sementara engkau tidak merasa. bukankah hal ini sering kita lakukan saudariku... dengan berbagai alasan kita kemukakan untuk suatu pembenaran ? padahal zaman sudah canggih, jika kita ingin keluar dan suami tidak ada dirumah kita bisa minta ijin beliau walau pun saat itu beliau tidak ada dirumah. tapi hendaklah kita keluar untuk urusan yang memang mendesak dan tidak menimbulkan satu fitnah.
saudariku... jika suami mengizinkan mu untuk keluar selama ia tidak ada. maka hendaklah engkau senantiasa merasa dalam pengawasan Allah atas segala gerak gerikmu sampai engkau kemblai ke rumahmu.
Apabila engkau keluar dan berada dijalan hendaknya engkau menjaga kesucianmu.dari sinilah niscaya engkau bisa meraih sebab ketiga dari sebab-sebab masuk syurga. insya Allah.
Firman Allah :" dan tinggallah kalian dirumah - rumah kalian dan jangalah kalian bertabbaruj dengan tabbarujnya orang - orang zaman jahiliyyah pertama dahulu . " (Qs. Al-Azhab;33)
(read more ...)Saudariku muslimah.... sekarang kita memasukan sebab ke - 2 masuknya wanita kedalam syurga yaitu : puasanya seorang muslimah pada bulannya.
Saudariku...........
Allah telah mewajibkan kepadamu puasa bulan Ramadhan yang mulia yaitu bulan dimana Al-quran turun kepada Nabi kita Al-Amin.
Allah telah mewajibkannya kepada kita dalam firman-Nya :" Hai orang - orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang - orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. yaitu dalam beberapa hari yang tertentu. " (Al-baqarah 183-184)
dan firmanya :" (beberapa hari yang ditentukan adalah) bulan ramadhan bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-quran sebagai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil) karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (dinegeri tempat tinggalnya) dibulan itu maka hendaknya ia berpuasa pada bulan itu dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari yang lain, Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu, dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur." (al-baqarah ; 185)
dan disini sodariku ijinkanlah saya mengingatkan kepada sodariku tentang rukun - rukun puasa yang telah diajarkan oleh Allah dan Rasulullah kepada kita, yaitu :
- Niat dimana niat itu tempatnya didalam hati.
- Imsak (menahan diri) dari makan, minum dan dari jima� (hubungan suami istri) serta segala perbuatan yang dapat menghilangkan nilai pahala puasa dari fajar sampai maghrib
Rasulullah juga telah mengajarkan kepada kita beberapa perkara yang bisa merusak puasa seseorang diantaranya
- Makan dan minum dengan sengaja, adapun apabila lupa maka tidak menjadi masalah . sebab Allahlah yang memberinya makan dan minum
- Jima� (hubungan suami istri)
- Masuknya cairan atau makanan kedalam perut dengan keinginannya
- Muntah dengan disengaja
Adapun perkara - perkara yang makruh maka Rasulullah juga telah menunjukkannya kepada kita yaitu berlebih lebihan dalam berkumur dan ber-istinsaq (memasukan air kedalam lubang hidung pada saat berwudhu)
inilah hukum hukum yang harus kita ketahui pada saat melaksanakan puasa Ramadhan yang mulia, dan hukum - hukum tersebut juga berlaku pada semua jenis puasa baik yang sunnah maupun yang wajib.
Saudariku muslimah.............
Sesudah kita melakukan rihlah (perjalanan) fiqhiyyah dengan menyinggung beberapa hukum yang berkaitan dengan puasa maka tibalah saatnya bagi kita untuk merasakan kehidupan udara puasa yang diliputi nuansa ketaatan kepada Ar-Rahman.
Simaklah hadits qudsi berikut ini yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah , dia berkata :" saya telah mendengar Rasulullah bersabda yang artinya :" Allah berfirman :" semua amal bani Adam adalah untuknya kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku dan Aku yang membalasnya. dan puasa adalah perlindungan , maka jika hari itu seorang berpuasa maka janganlah dia berkata kotor dan mengumpat, apabila dia dicaci atau diajak berkelahi oleh seseorang hendaklah dia menjawab : sesungguhnya saya sedang berpuasa dan demi dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya adalah bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi disisi Allah pada hari kiamat daripada minyak misk dan orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan yang ia dapat bergembira dengan keduanya. pada saat berbuka, dia berbahagia dengan berbukanya dan pada saat menghadap Allah dia berbahagia dengan puasanya." (HR. Bukhari Muslim)
disela sela hadits qudsi diatas , kita mengetahui keutamaan puasa dan bahwasannya ia menjaga pelakunya dari kesesatan di dunia dan siksaan api neraka diakherat.
kita mempelajari juga bahwa diantara adab adab orang yang berpuasa adalah meninggalkan ucapan kotor dan perbuatan yang tidak berguna dan sabar terhadap hinaan orang seraya membalas kejahatan nya dengan sabar dan kebaikan.
kita mempelajari juga bahwa puasa menyebabkan harum bau mulut disisi Allah membahagiakan pelakunya didunia dan begitu juga diakherat. Dengan rasa haus yang kering pada hari puasa, maka ingatlah rasa hausnya pada hari kiamat dengan rasa lapar yang melilit pada hari hari puasa, maka ingatlah pula rasa lapar pada hari kiamat adapun orang yang puasanya diterima oleh Allah, maka berbahagialah dan beruntunglah dia dengan masuk syurga dari pintu Ar-Royyan apakah pintu Arroyan itu ?
sahabat yang mulia Sahal bin Sa�ad As-saidi berkata : Rasulullah bersabda :"Sesungguhnya disyurga ada sebuah pintu yang diberi nama Ar-Royyan. pada hari kiamat pintu tidak dimasuki kecuali oleh orang - orang yang berpuasa. tidak ada seorangpun selain mereka yang menyertainya. diserukan : mana orang - orang yang berpuasa ? maka mereka berbondong - bondong masuk lewat pintu itu, apabila orang terakhir sudah dimasukan, pintu itupun ditutup dan dak seorangpun masuk sesudahnya." (HR. Bukhari , At-Tirmidzi dan An-Nasai)
Saudariku muslimah......
para ulama berkata :" Pintu Ar-Royyan yang dikhususkan untuk orang - orang yang berpuasa, diambil dari kata arrayyu (hilangnya dahaga) , hal itu karena orang yang berpuasa pasti merasa haus, maka pintu itu dinamakan dengan nama nikmat yang disediakan sebagai balasan atas ibadah puasa."
saudariku............
Sudah siapkah kita menyambut bulan ramadhan ?
apakah kita juga berniat melaksanakan puasa puasa sunnah agar kita beruntung meraih pahala syurga ?
sebelum kita meninggalakan sebab kedua dari sebab sebab masuknya wanita kedalam syurga, maka ijinkanlah saya mengingatkan saudariku dengan berita gembira dari Rasulullah tentang pahala satu hari puasa sunnah karena Allah .
Abu Sa�id meriwayatkan bahwa Rasulullan bersabda :" tidaklah seorang hamba yang berpuasa satu hari dijalan Allah kecuali Allah akan menjauhkan dengan satu hari itu wajahnya dari neraka tujuh puluh tahun. (HR. Bukhari muslim).
Wahai saudariku....
berpuasa pada bulan puasa dan perbanyaklah puasa puasa selainnya agar kita meraih sebab yang kedua dari sebab sebab masuk syurga. insya Allah.
Rabby....................
kutitip cinta pada-MU
nanti akan aku ambil kembali
diwaktu ridha-MU
kutitip cinta
agar KAU jaga
hati, ruhiyah, jasmani, tingkah
laku.....
tetap dikoridor terjaga, tetap suci
kutitip cinta
agar KAU yang hamparkan
permadani
untuk tempat berlabuh
kutitip cinta
agar KAU yang menaungi
diantara jarum jarum hujan
hantu hantu bermata merah
mengintai licik
kutitip cinta...... agar semua tetap
untuk-MU
selamanya ........
atmim
Dari Abu Hurairah berkata :" Rasululllah saw bersabda :"
“ idzaa sholatil mar’atu khomsaha, wa shomat syahroha, wa hashonat farjaha, wa atho’at ba’laha dakholat min ayyi abwaaba jannata sya’at.” Apabila seorang wanita (menjaga) sholat lima waktunya, berpuasa pada bulannya, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya. niscaya dia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dia sukai. (HR. Ahmad, Abu hurairah dan Ath-Thabrani)
Saudariku muslimah .......
ketika kita merenungkan hadiah ini, kita mendapati keutamaan yang besar dan kebaikan yang menyeluruh, bagi siapa yang menerima hadiah itu dan melaksanakan kandungannya.
Didalam hadiah yang ada dihadapan kita ini, Rasulullah menjelaskan kepada pra wanita muslimah sebab - sebab yang bisa mengantarkan kita meraih syurga Allah.
baiklah saya ringkaskan sebab-sebab itu dalam empat point beriktu :
1. Shalatnya seorang wanita setiap lima waktunya
2. puasanya seorang wanita pada bulannya
3. Kesucian seorang wanita dengan menjaga kehormatannya
4. Ketaatan kepada suami dalam hal-hal yang bukan maksiat kepada Allah.
Saudariku muslimah........
kalau kita renungkan bersama sama setiap sebab dari sebab sebab diatas, kita akan mendapati sebab sebab diatas adalah amalan amalan yang ringan. akan tetapi kebanyakan Wanita kurang memperhatikannya.
baiklah saya rinci satu persatu dari ke empat sebab diatas... (semoga dapat membuka hati kita dan memperkuat keistiqomahan kita bersama. amin)
Shalatnya seorang wanita setiap waktu
ketahuilah wahai saudariku muslimah bahwa Allah telah mewajibkan kepada kita untuk beridir karenanya, bersuci menghadap kiblat dan shalat sehari semalam lima kali.
Disini agama Islam yang lurus menjadikan shalat sebagai tiang agama, barangsiapa yang menegakkannya maka dia telah menegakkan agama dan barangsiapa yang meninggalkannya maka dia telah meruntuhkan agama.
Sungguh Allah Yang Maha Mulia telah memperingatkanmu dari sikap melalaikan shalat, Firman-Nya :" Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang buruk) yang menyia nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya maka kelak mereka akan menemui kesesatan."(Al-Mardyam;59)
Ibnu Abbas ra berkata :" Menyia-nyiakan shalat bukan berarti meninggalkannya sama sekali, akan tetapi mengakhirkan dari waktunya."
Saudariku............
kalau memang ini adalah ancaman bagi orang yang mengakhirkan shalat dari waktunya, maka apa dugaanmu terhadap orang yang tidak shalat sama sekali ?
bahkan mungkin salah seorang diantara mereka telah mencapai usia lanjut, tapi belum pernah sekalipun ruku’ kepada Allah, bagaimana ia akan menghadap Rabbnya ?
Bagaimana mungkin wanita seperti itu akan selamat dari siksa -Nya yang pedih ?
tidak akan berguna baginya alasan sibuk mengurus anak atau alasan sibuk dengan urusan perut ataupun harta kekayaan, kenapa ?
sebab Allah telah memberi peringatan kepada orang - orang yang beriman dari sifat menyibukkan diri dengan anak - anak dan harta benda dan melalaikan dzikir kepada Allah. Sebagaimana firman Allah :" Hai orang - orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak - anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah, barang siapa yang berbuat demikian maka ia termasuk orang - orang yang merugi." (Al-munafiqin ;9)
para ahli tafsir berkata yang dimaksud dengan mengingat Allah dalam ayat ini adalah SHALAT LIMA WAKTU.
dari sini tidaklah pantaslah bagi kita wahai saudariku muslimah, meninggalkan shalat karena sibuk berdagang (jual beli) mempersiapkan hidangan, atau sibuk dengan anak - anak dan harta benda.
Lihatlah orang - orang yang disiksa di Neraka Saqar, tahukah kamu apakah itu Neraka Saqar ? yaitu neraka yang tidak menyisakan dan membiarkan secuil dagingpun.
Renungkanlah bagaimana mereka mengetahui bahwa siksaan yang mereka rasakan sebabnya adalah kelalaian mereka terhadap hak Allah, dimana mereka bukan termasuk ahli shalat dan mereka juga bukan termasuk para dermawan yang suka memberi fakir miskin, sebaliknya mereka adalah orang - orang yang membicarakan kebatilan dan mendustakan hari pembalasan.
Firman Allah :" Apakah yang memasukan kamu kedalam Neraka Saqar ? mereka menjawab :" kami dahulu tidak termasuk orang - orang yang mengerjakan shalat dan kami tidak pula memberi makan fakir miskin dan adalah kami membicarakan yang batil bersama orang yang membicarakannya dan kami mendustakan hari pembalasan sehingga datang kepada kami kematian." maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang - orang yang memberi syafaat. (Al-mudatsir ; 42-48)
dari sini Saudariku muslimah .... kita harus menjaga shalat, pada waktunya dengan khusyu’ dan adab-adabnya serta sunnah - sunnahnya supaya kita meraih tiket masuk syurga. insya Allah.



